Prancis vs Kroasia, Piala Dunia yang Garib

- 15 Juli 2018, 05:12 WIB

MOSKOW, (PR).- Trofi Piala Dunia dipastikan tetap berada di Benua Eropa. Namun, final pesta bola terbesar di dunia kali ini sedikit berbeda karena akan mencatat torehan sejarah baru dengan tampilnya Kroasia pertama kali di final.

Sejak pertama kali ikut serta di Piala Dunia 1994, Kroasia menjadi salah satu tim yang ti­dak bisa diduga sepak terjang­nya. Bahkan pada Piala Dunia 1998 di Prancis, mereka mampu menempati peringka ketiga.

Setelah 20 tahun, Kroasia mencatat prestasi menak­jubkan sepanjang kiprahnya di Piala Dunia. Tim asuh­an Zlatco Dalic akan menghadapi Prancis di final yang ber­langsung di Stadion Luzhniki, Minggu 1 Juli 2018 malam ini pukul 22.00 WIB.

Meski dihantui rasa lelah setelah menghadapi pertanding­an yang sangat ketat ketika menga­lahkan Inggris di semifinal, Kroasia menatap laga nanti dengan optimistis dan bahkan bisa meraih prestasi yang lebih baik dibandingkan pada 1998.

loading...

Saat para pemain bertahan lawan ber­usaha meredam tiga penyerang dan gelandang bertahan harus berhadapan dengan Modric dan Rakitic, justru para pemain fullback terbukti dapat menjadi sosok kunci. Dengan lini depan seperti Mandzukic, Perisic, Ante Rebic, dan Andrej Kramaric, Timnas Kroasia jadi sangat mematikan.

Prancis perlu menggunakan kekuatan dan stamina N'Golo Kante serta Paul Pogba untuk meredam Modric dan Rakitic sejak awal, tetapi pertahanan mereka harus waspada terhadap potensi bahaya dari sektor sayap jika mereka ingin menundukkan Kroasia.

Pelatih kepala Tim Nasional Kroasia Zlatko Dalic menga­takan, kisah indah Kroasia melenggang ke final Piala Dunia merupakan ”ke­ajaiban” sepak bola yang dibangun dengan dasar kerja sama dan kesatuan yang membuat mereka mampu menyingkirkan tim-tim dengan talenta individu yang brilian.

”Ini Piala Dunia paling aneh. Tim mana pun dapat me­miliki pertahanan yang terorganisasi dengan baik sehingga tidak ada selisih kemenangan yang sangat besar. Tim adalah segalanya. Kami memiliki individu-individu hebat dan itulah me­ngapa saya membangun kesatuan yang menjadi tujuan tim,” tutur Dalic seperti dilaporkan Reuters.

Halaman:

Editor: Irfan Subhan


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X