Ketika Kroasia Menuliskan Namanya di Buku Sejarah Piala Dunia 2018

- 13 Juli 2018, 10:29 WIB
ANAK-ANAK yang mengenakan jersey Kroasia berlarian di lapangan usai Kroasia menang atas Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, 11 Juli.*

JARGON "Football is coming home" bergaung kencang menjelang duel Inggris kontra Kroasia pada babak semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis 12 Juli 2018 dini hari WIB.

Banyak orang, terutama pendukung fanatik mereka percaya, setelah menunggu 52 tahun, trofi Piala Dunia akan segera pulang ke daratan Inggris, negara yang mengklaim dirinya sebagai nenek moyang sepak bola.

Skuad yang lebih muda dan segar karena menang dalam waktu normal di perempat final, Inggris difavoritkan bakal menyingkirkan Kroasia.

Apalagi, energi sang lawan banyak terkuras karena harus melewati fase 16 Besar dan 8 Besar  hingga babak adu penalti. Namun yang terjadi sebaliknya. Kaki-kaki pemain Kroasia tak sedikit pun melemah meski menjalani 240 menit dua laga sebelumnya.

Vatreni lagi-lagi menunjukkan daya tahan dan karakter pejuang luar ­biasa. Sempat tertinggal oleh gol tembakan bebas Kieran Trippier pada menit ke-5, Kroasia membalas melalui gol tembakan jarak dekat Ivan Perisic pada menit 68 dan gol tendangan mendatar kaki kiri Mario Mandzukic pada babak tambahan waktu untuk mengirim Inggris, juara dunia 1966, pulang tanpa trofi Piala Dunia.

Kemenangan 2-1 itu menjadi sejarah. Kroasia, negara kecil dengan penduduk 4 juta orang, untuk pertama kalinya mampu menembus final Piala Dunia.

Luka Modric dan kawan-kawan sukses melampaui pencapaian era Davor Suker yang mentok di semifinal 1998. Hebatnya, tiket final dida­patkan Kroasia dengan perjuangan luar biasa.

Setelah begitu impresif di fase grup dengan menghajar Nigeria (2-0), Argentina (3-0), dan Islandia (2-1), Vatreni harus melewati jalan terjal di fase gugur.

Halaman:

Editor: Arif Budi Kristanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X