Kroasia Vs Inggris, Perburuan Sejarah Sepak Bola

- 11 Juli 2018, 07:13 WIB

INGGRIS dan Kroasia memburu sejarahnya masing-ma­sing dalam duel semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis 12 Juli 2018 dini hari WIB. The Three Lions berambisi kembali menjejak final setelah 52 tahun tak pernah beraksi pada laga puncak. Di kubu seberang, Vatreni datang dengan motivasi besar untuk menembus final perdana, melampaui pencapaian pada Piala Dunia 1998 yang terhenti pada babak semifinal.

Laga ini merupakan semifinal pertama Inggris dalam 28 ta­hun terakhir setelah kalah adu penalti dari Jerman pada 1990. Semangat Harry Kane dan kawan-kawan sangat menggebu-gebu. Ambisi me­re­ka jelas, ingin meng­ulangi kejayaan pada 1966, saat Inggris menjadi juara dunia di hadapan publik sen­diri. Setelah itu, Inggris tenggelam dalam periode suram, sulit melewati fase gugur, langka menembus semifinal, dan tentu saja tak pernah masuk final. Namun, sekarang, kesempat­an besar ada di depan mata. 

”Sekitar 18 bulan yang lalu, saya berbicara kepada para pemain. Jika Anda bisa sukses bersama Inggris, itu adalah pencapaian yang lebih besar dari yang pernah bisa Anda bayang­kan. Saat ini, saya pikir, itulah yang membuat mereka sangat termotivasi seka­rang,” ujar Pelatih Inggris Gareth Southgate, seperti dikutip dari Reuters.

Inggris bukan sekadar meng­­andalkan ambisi meng­ulang se­jarah. Tim Tiga Singa juga nyata sekali dibekali sumber da­ya yang lebih dari cu­kup. Skuad mereka berisi mayoritas pemain muda produktif yang menjadi tulang punggung tim-tim Liga Premier Inggris. Se­pak bola kick and rush yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik sangat kental menjadi karakter. Inggris tidak tampil impresif, tetapi efektif. 

Dengan formasi 3-5-2 saat menyerang yang bermutasi ce­pat menjadi 5-3-2 ketika ber­ta­han, Inggris mampu menjaga keseimbangan permainan. Mereka meraih empat keme­nang­an dari lima laga yang mengantar ke semifinal. 

loading...

Formasi tiga bek tengah (Kyle Walker, John Stones, dan Harry Maguire) cukup tangguh membentengi gawang yang di­kawal Jordan Pickford sehingga hanya kebobolan empat ka­li. Pemain-pemain cepat seperti Jesse Lingard dan Raheem Sterling yang ditopang pemain sayap Ashley Young dan Kieran Trippier, menjadi pendongkrak serangan cepat. 

Di sektor tengah, Jack punya gelandang bertahan tangguh Jordan Henderson yang tak pernah merasa­kan ke­ka­lahan dalam 30 laga mutakhirnya bersama Inggris. The Three Lions juga memiliki Dele Alli, perancang serangan dengan penyelesaian akhir mumpuni. 

Di lini depan, striker tajam Harry Kane akan jadi ancam­an bagi setiap lawan. Boleh jadi, tidak sedikit yang mencibir Ka­ne. Pasalnya, ia meraih status sebagai pemimpin dalam daftar pencetak gol terbanyak di Rusia justru berkat gol-gol penalti dan ”kebetulan”. Namun, tak bisa dimungkiri, Kane adalah pe­nyerang yang sangat oportunis di kotak penalti, dengan penempatan posisi yang tepat untuk men­cetak gol, teru­ta­ma dari situasi bola mati. Dia juga punya mental kuat di ha­dapan kiper dalam situasi penalti. Bukti­nya, persentase ekse­kusi pe­nalti Kane mencapai 100% dari tiga penalti. 

Halaman:

Editor: Arif Budi Kristanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X