Sabtu, 7 Desember 2019

Sepak Bola Rusia Kian Melempem, Kultur Suporternya Kian Keras

- 13 Juni 2018, 09:43 WIB

STADION White Hart Lane yang saat ini telah menjadi kandang Tottenham Hotspur kala itu menjadi saksi bisu sejarah laga krusial bertajuk "Timur melawan Barat".

Kondisi lapangan diselimuti kabut dan disesaki sekitar 55.000 orang yang menyaksikan dengan seksama laga persahabatan antara dua klub negara yang memiliki perbedaan ideologi.

Pertandingan yang dihelat tahun 1945 seuusai Perang Dunia II itu mempertemukan Dynamo Kiev dan Arsenal. Bagi Russia, momen tersebut menjadi salah satu sejarah manis di kancah persepakbolaan mereka. Klub yang kini berada di negara Ukraina, Dynamo Kiev mengalahkan Arsenal 4-3.

Saat masih menjadi bagian dari Uni Soviet, Ukraina memiliki permainan sepak bola yang apik. Mereka punya pemain seperti Lev Yashin, salah seorang penjaga gawang terbaik sejagat versi FIFA. Pada Piala Dunia 1958-1966 Uni Soviet selalu masuk ke perempat final dan pada 1966 mereka menempati urutan ke-4.

Selain karena pecahnya Uni Soviet yang menyebabkan para pemain kembali ke negeri asal mereka, permasalahan terbesar dari persepakbolaan Rusia saat ini ialah buruknya pengelolaan liga lokal sehingga suplai pemain muda bertalenta tersendat.

Situs id.rbth.com menyebut, "Sepak bola profesional di Rusia semakin hari semakin elite. Pemain berbakat dari daerah sulit menembus tim besar. Hanya anak-anak dari keluarga terhormat yang diterima di akademi klub penting. Padahal, hanya di situ pemain muda berkesempatan mengembangkan karier profesional mereka. Daerah-daerah di Rusia tak punya liga sepak bola anak-anak. Mereka juga kekurangan pelatih yang mau dibayar murah."

Bukan sesuatu yang aneh lagi ketika kita membahas tentang fanatisme di antara para pendukung sepak bola Rusia. Negara ini terkenal akan hooligans (sebutan pagi pendukung sepak bola garis keras) yang ditakuti suporter negara lain.

Mereka terlatih, brutal, tidak kenal rasa takut, dan menganggap semua kekerasan sebagai bagian dari sepak bola. Korban terbaru dari keberingasan mereka adalah para suporter Inggris yang bertandang ke Prancis pada Piala Eropa 2016.


Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Komentar

Terkini

X