Jumat, 28 Februari 2020

Jadi Ajang Revans, Final IBL 2017-2018 Diprediksi Sengit

- 17 April 2018, 15:01 WIB
DIREKTUR Indonesia Basketball League (IBL) Hasan Gozali (ketiga dari kiri) bersama perwakilan sponsor, Pertamina Danang Widiasurya, serta dua pelatih finalis IBL 2018 dan perwakilan pemain berfoto setelah memberikan keterangan pers di Santika Hotel Slipi, Jakarta, Selasa 17 April 2018, terkait persiapan laga final IBL yang akan berlangsung pada 19, 21-22 April ini di Britama Arena dan GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta. Satria Muda ingin revan kekalahan musim sebelumnya.

JAKARTA, (PR).- Laga final Pertalite Indonesia Basketball League (IBL) 2017-2018 dipastikan akan sengit. Pasalnya, final yang kembali mempertemukan dua finalis IBL musim lalu Pelita Jaya Jakarta dan Satria Muda pada 19, 21, dan 22 April ini di Britama Arena dan GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta itu sekaligus akan jadi laga revans bagi Satria Muda. 

Kekalahan Satria Muda musim lalu atas Pelita Jaya diakui sang Pelatih Youbel Soudakh membuat tidur dirinya dan timnya menjadi kurang enak setahun ini. Tahun ini mereka ingin tidur nyenyak dan bisa mimpi indah. 

"Tahun lalu tidur kurang enak. Makanya tahun ini kami bersyukur setelah kembali bisa mencapai final, kami tentu target mau tidur nyenyak. Kami sudah 100 persen menyiapkan mental, fisik, strategis, dan teknis untuk final nanti. Kamis nanti tinggal show time," ucap Youbel dalam jumpa pers jelang laga final di Hotel Santika Slipi, Jakarta, Selasa 17 April 2018.

Kembalinya salah satu pemain andalan SM, Vamiga Michel yang sepanjang musim ini belum pernah dimainkan karena cedera, dinilai Youbel akan jadi senjata rahasia mereka. Youbel tidak ingin membocorkan apakah Vamiga akan diturunkan di final nanti atau tidak, tapi menurutnya yang pasti Vamiga akan masuk dalam list pemain laga final. Vamiga sendiri absen karena cedera kaki, dimana tendon achilles repture kakinya putus. 

"Vamiga kondisinya sudah membaik. Dia sudah dua minggu latihan. Tentu kehadirannya akan jadi pembeda, karena kami butuh dia untuk defense. Dia salah satu pemain pengalaman untuk tim," kata Youbel.

Dalam persiapan jelang final ini, menurutnya, pihaknya sudah melakukan evaluasi penampilan terakhir mereka di semifinal. Sejauh ini yang masih jadi kendala dan harus terus diperbaiki adalah zona offense. 

"Dari hasil evaluasi babak semifinal, zona offense kami masih bermasalah. Dari lawan tentu asing akan jadi perhatian serius. Terutama Wayne (Bradfort), makanya kita ambil Jamarr untuk jaga dia. Begitu juga dengan para pemain senior Pelita Jaya. Mereka memiliki pengalaman lebih banyak untuk bisa mengatasi di laga-laga tensi tinggi. Tapi karena kebanyakan mereka senior, maka secara power kami harusnya lebih unggul. Kita akan memanfaatkan keuntungan ini nanti," kata Youbel yang ingin laga final ini berjalan dua game saja. 

Sementara itu, dari kubu Pelita Jaya, Pelatih mereka Johannis Winar mengatakan jika dari segi permainan timnya sudah melewati turun naik permainan. Tapi mereka bersyukur bisa melewati tiap pertandingan hingga babak final ini. 

"Sebagai juara bertahan kami tidak ada beban. Karena setelah juara, posisi kita 0-0 lagi saya bilang. Kami akan selalu haus juara, tidak masalah lawan akan seperti apa, tapi yang penting kami mainkan sistem kami sendiri saja dan kalau para pemain disiplin, pasti bisa juara kita," ujar Johannis.

Halaman:

Editor: Wina Setyawatie

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X