Jumat, 13 Desember 2019

Liga 1 2018 Dimulai 23 Maret, Tapi Ujung Kompetisi Masih Dipertimbangkan

- 8 Maret 2018, 10:43 WIB

JAKARTA, (PR).- Kick off Kompetisi Liga 1 2018 akhirnya diputuskan akan berlangsung pada 23 Maret mendatang. Kick off kompetisi musim baru ini rencananya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, dengan mempertemukan juara bertahan musim lalu Bhayangkara FC dan juara Piala Presiden 2018, Persija Jakarta.

Dua hal tersebut merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru, yang diikuti oleh 18 tim peserta, perwakilan manajemen PT LIB, serta dari PSSI yang diwakili oleh Plt Ketua Umum-nya, Joko Driyono.

Meskipun sudah memutuskan dimulainya musim baru, tapi hasil RUPS tadi belum bisa menentukan kapan akhir dari kompetisi musim 2018 tersebut.

Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, jika mereka masih mencari akhir kompetisi yang pas. Dengan mempertimbangkan beberapa hal atau event yang terjadi di 2018 ini.

"Ending kompetisi yang belum ketemu. Belum pasti, antara minggu pertama atau minggu kedua Desember tahun ini. Pertimbangannya, karena kompetisi akan stop sementara pas Asian Games, lalu di beberapa tempat juga di stop pertandingan terkait dengan pelaksanaan Pilkada untuk keamanan, Idul Fitri, dan jadwal minggu yang padat," ujarnya.

Jika akhir kompetisi dirancang selesai pada 2 Desember seperti jadwal yang direncanakan sebelumnya, menurut Berlinton, kompetisi Liga 1 hanya berjalan hanya 26 pekan. Sementara idealnya adalah 34 pekan atau minimal mendekati 30 pekan. 

"Jadi kalau endingnya dipaksakan 2 Desember, maka hanya 26 minggu mainnya. Jadi ada sembilan minggu yang memiliki jadwal padat. Bila bisa digeser, maka kemungkinan kompetisi akan berakhir pada 7 Desember atau 13 Desember 2018," ucapnya. 

Untuk regulasi Liga 1, tidak banyak perubahan. Komposisi pemain asing tetap, 3 + 1 yakni tiga non Asia dan satu Asia. Sedangkan untuk regulasi U-23, klub boleh mendaftarkan minimal 7 pemain U-23 nya, tapi tidak wajib untuk memainkannya. 

"Sementara untuk sektor bisnis, dibandingkan tahun lalu ada peningkatan. Hal ini melihat dari peningkatan jumlah siaran langsung, yakni dari 203 live di tahun lalu menjadi 238 live dari total 306 pertandingan di tahun ini. Sisanya akan disiarkan secara streaming. Itu artinya, ada peningkatan income untuk hak siar, tapi juga ada meningkatan cost untuk biaya produksi," tutur Berlinton.


Halaman:

Editor: Wina Setyawatie

Tags

Komentar

Terkini

X