Begini Penjelasan Panitia Terkait Hoax Pendaftaran Volunter Asian Games 2018

- 7 Januari 2018, 13:11 WIB
Penumpang Transjakarta transit di Halte Sentral Harmoni, Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2017 lalu. Menyambut Asian Games XVIII, Transjakarta berhias dengan pernak pernik bertema cabang olahraga yang dipertandingkan dalam gelaran olahraga se-Asia tersebut.*
Penumpang Transjakarta transit di Halte Sentral Harmoni, Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2017 lalu. Menyambut Asian Games XVIII, Transjakarta berhias dengan pernak pernik bertema cabang olahraga yang dipertandingkan dalam gelaran olahraga se-Asia tersebut.*

JAKARTA, (PR).- Pendaftaran sukarelawan (volunter) yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan Asian Games 2018, 18 Agustus-2 September mendatang ditumpangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, dalam dua hari terakhir kemarin, tersebar pesan singkat yang menyebarkan hoax (kabar bohong) bahwa para calon sukarelawan akan dibayar dengan iming-iming honor sebesar Rp 600 ribu/hari.

Padahal, menurut Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inasgoc), pihaknya tidak pernah menjanjikan apapun terkait masalah honor. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Inasgoc Erick Thohir di Jakarta, Minggu, 7 Januari 2018.

Menurut dia, belum ada aturan apapun dari pemerintah terkait masalah honor volunter Asian Games 2018, hingga pihaknya tidak bisa memastikannya. Informasi yang beredar, katanya adalah berita palsu dan tidak dikeluarkan oleh Inasgoc.

"Pendaftaran volunter gelombang pertama sudah dimulai pada September tahun yang diperuntukan bagi test event, 10-24 Februari nanti. Kami telah mendapatkan volunter yang memadai guna menunjang pelaksanaan test event yang berupa "invitational tournament". Mereka kembali akan bergabung bersama volunter lainnya yang akan dipersiapkan untuk Asian Games 2018, tapi pada saat ini kami belum membuka pendaftaran lagi. Jadi informasi yang beredar mengenai pencarian volunter dengan iming-iming uang, saya nyatakan hal itu hoax," ungkapnya.

Hanya situs resmi

Dalam beberapa hari belakangan memang sempat beredar melalui pesan singkat whatsapp jika Inasgoc membuka kembali pendaftaran volunter untuk pelaksaan Asian Games 2018.

Dalam pesan singkat tersebut tertulis: "Bapak Ibu yang punya saudara/i atau putra/i yg mau ikut melamar jadi volunteer Asian Games XVIII Th 2018 yg akan dilaksanakan 18 Agustus s.d 2 September 2018, bisa melamar dengan persyaratan diantaranya : Mahasiswa/i, usia minimal 18 tahun, penampilan menarik, fasih berbahasa asing, Inggris, Cina, Jepang, dll."

Lalu tertulis jika pihak Inasgoc membutuhkan tambahan volunter sekitar 10.000 orang lagi untuk event di Jakarta dan 2.000 orang untuk event di Palembang, dengan honor sebesar Rp 600.000/hari. 
Kemudian, ada kalimat untuk mempersilakan para peminat untuk mengakses informasi lengkapnya di www.volunteer.asiangames2018.id.

Atas informasi yang tidak benar tersebut Erick pun meminta agar masyarakat untuk cermat dan waspada. Menurut dia, semua informasi terkait dengan Asian Games 2018 termasuk pendaftaran volunter hanya akan diumumkan melalui website resmi Asian Games 2018 di www.asiangames2018.id. Pihaknya juga menyatakan tengah mencari siapa penyebar berita hoax tersebut.

"Semua proses rekrutmen dilakukan departemen human resources INASGOC. Selain itu, kami juga tidak pernah menunjuk agen atau koordinator pencari tenaga sukarelawan. Saat ini, kami tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian bidang siber untuk mencari penyebar berita bohong tersebut," tuturnya.

Halaman:

Editor: Wina Setyawatie


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X