Selasa, 18 Februari 2020

Bonek Mulai Berdatangan ke Bekasi

- 9 November 2017, 02:44 WIB
BONEK mulai berdatangan ke Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi, Rabu 8 November 2017. Dengan modal nekat, mereka berangkat dari Surabaya dengan cara menumpang belasan hingga puluhan kendaraan demi mendukung tim kesayangannya, Persebaya Surabaya di 8 Besar Liga 2.*

CIKARANG, (PR).- Babak 8 Besar Liga 2 akan digelar Jumat 10 November 2017 di Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Sejurus dengan itu, bonek alias suporter Persebaya Surabaya terlihat mulai berdatangan ke Bekasi sejak Rabu 8 November 2017.

Sejumlah bonek ini hadir ke Bekasi untuk menyaksikan tim kesayangannya yang bakal tampil di stadion itu. Sebenarnya, babak 8 besar baru akan digelar Jumat 10 November 2017, Persebaya sendiri tampil pada pertandingan kedua, malam hari, menghadapi PSIS Semarang.

Meski begitu, bonek sudah hadir dua hari lebih awal. Suporter yang dikenal nekat itu pun mulai mendirikan tenda seadanya, menggunakan sarung yang diikatkan pada pagar stadion.

Kepada "PR", para bonek ini bercerita soal kenekatannya. Tidak hanya memilih hadir lebih awal, namun mereka pun nekat datang ke Bekasi dengan bekal seadanya. Bahkan, ada yang tidak membawa uang sepeser pun. Mereka datang dengan cara menumpang berbagai kendaraan, atau yang biasa mereka sebut "estafet".

"Berangkat dari Surabaya itu Senin (6 November 2017) sehabis magrib. Baru sampai sini itu Rabu 7 pagi," kata Dion (18), salah seorang bonek yang menceritakan perjalanan 36 jamnya.

Dion berangkat bersama 21 orang temannya. Mereka berangkat dengan modal nekat, menumpang belasan hingga puluhan kendaraan, rata-rata truk. "Senin berangkatnya estafet pake truk, enggak tau udah berapa kali naik, enggak kehitung," kata lelaki yang setia berbaju hijau ini.

Suka duka di jalan

Dion bersama teman-temannya memang bertekad kuat berangkat dengan modal menumpang. Meski tidak jarang truk menolak mengangkut mereka. Mereka mengalaminya di daerah Cepu, Kabupaten Blora.

"Kami turun di Cepu, nah dari situ enggak dapat tumpangan lagi. Kami sampai hampir tengah malam, terus baru dapat tumpangan lagi pagi. Ya kami jalan terus," kata dia.

Tidak hanya kesulitan mendapatkan tumpangan, mereka pun beberapa kali berselisih dengan warga sekitar. "Mungkin melihat kami seperti ini, jadi suka ada saja yang selisih. Cuma kami lari aja kalau begitu, soalnya kan kami kecil-kecil," kata dia.

Halaman:

Editor: Tommi Andryandy

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X