Deklarasi Damai Suporter Digelar 3 Agustus

- 31 Juli 2017, 13:30 WIB

JAKARTA, (PR).- Deklarasi damai suporter sepak bola nasional dipastikan akan digelar pada Kamis, 3 Agustus 2017 di Wisma Menpora, Kemenpora, Jakarta. Namun, sebelum islah dilangsungkan, pemerintah terlebih dahulu akan menggelar pra-islah yang akan berlangsung Selasa, 1 Agustus 2017.

Pra-islah ini digelar untuk merumuskan teknis persiapan acara Kamis nanti. Siapa saja yang akan datang pada deklarasi damai, serta apa yang akan dilakukan dalam deklarasi damai tersebut akan dirumuskan dalam pra-islah. Adapun Pra-islah ini nantinya hanya akan dihadiri oleh Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto, dengan lima perwakilan klub, suporter, PSSI, dan pihak Mabes Polri.

"Format islah nanti seperti apa, itu nanti akan matangkan para pra-islah. Memastikan rundownnya seperti apa nanti untuk islah hari Kamis, siapa yang akan datang, apa hanya liga 1 saja atau liga 2 semua. Lalu format duduknya seperti apa. Konsep sudah ada, tapi kami tidak mau mendahului. Besok akan kami paparkan," kata Gatot usai pertemuan dengan beberapa perwakilan klub di Kemenpora, Senin, 31 Juli 2017.

Adapun pra-islah tersebut juga akan berlangsung di Kemenpora, pada pukul 14.00 WIB. Namun siapa saja perwakilan dari tim dan suporter yang akan hadir, menurut Gatot akan diputuskan oleh Menpora. "Yang pasti lima perwakilan klub dan tim akan sepaket. Misalnya Persija Jakarta dengan The Jak, Persib dengan bobotoh," katanya. 

Menurut Gatot, nantinya pada saat islah, sebelum bentuk/wujud pluralisme, pihaknya mempersilakan para suporter menggunakan kostum kebanggannya. Bahkan bendera suporter dan klub pun dinyatakan boleh dibentangkan. 

"Artinya kami sudah memetakan akan seperti apa nanti format islahnya. Sudah dipikirkan, bahkan sampai hal yang ringan sekalipun, seperti masalah makanan. Agar menggambarkan keanekaragaman, maka sesuai arahan Pak Menteri, akan disajikan beraneka ragam soto. Mulai soto bandung, soto betawi, soto ambengan, soto padang, soto makassar, dll.," ungkapnya. 

Karena bentuknya tidak wajib, tapi Menpora tetap ingin islah ini bisa menghasilkan sesuatu, maka di akhir islah nanti akan dibuat "point agrement" yakni kesepakatan bersama beberapa poin-poin untuk dipatuhi. Pihaknya mengaku tidak akan memaksa untuk suporter menandatangani kesepakatan bersama itu, namun akan dicantumkan dalam kesepakatan siapa saja yang setuju dan siapa yang tidak setuju.

"Harapannya ada poin kesepakatan, tapi kami tidak akan memaksakan. Nanti akan kami umumkan, jadi biar nanti siapapun yang melanggar biar sanksi publik yang nanti menentukan. Nanti setelah kesepakatan dibuat, maka para suporter ini akan menanggalkan kostumnya dan kami berikan jersey Merah Putih sebagai tanda sudah terjadinya islah sepak bola nasional," tutur Gatot.***

Editor: Wina Setyawatie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X