Lima Hal yang Harus Kamu Tahu Soal MMA

- 5 Juli 2017, 16:23 WIB

TANPA harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, olah raga modern yang mencampurkan teknik pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian dalam bertarung ini tentunya sudah dikenal masyarakat. Dengan nama berbahasa Inggris yakni mix martial art (MMA), olah raga ini lebih dikenal dibandingkan jika disebut seni bela diri campuran.

1. Gabungan teknik bela diri

MMA merupakan gabungan dari teknik menyerang tinju, muay thai, karate, taekwondo, dan banyak lagi ilmu bela diri. Sedangkan teknik bantingan, kuncian, dan takedown banyak berasal dari judo, jujitsu, dan gulat. Kelahiran MMA harus mengikuti juga dengan munculnya Ultimate Fighting Championship (UFC), hasil ide dari Art Davie, Rorion Gracie, dan John Millius.

Mereka mencanangkan turnamen dengan 8 peserta yang minim peraturan (kecuali menggigit dan mencolok mata) dan batas waktu, untuk membuktikan teknik bertarung apa yang paling efektif di dunia. 
Salah satu penggagas UFC yaitu Rorion Gracie juga memiliki misi keluarga Gracie untuk menyebarkan teknik gracie jujitsu, atau brazilian jujitsu ke seluruh dunia. Ia menganggap cara ini adalah cara terbaik untuk membuktikan keampuhan jurus Gracie Jujitsu.

2. Berawal dari UFC

Mengenai sejarahnya, MMA sebagai olah raga modern tidak lepas dengan sejarah kemunculan UFC. UFC perdana dibuat pada tahun 1993 di Nevada, Colorado Amerika Serikat. Pada awalnya, UFC 1 minim peraturan kecuali larangan menggigit, mencolok mata, dan batas waktu. 

Peserta diperbolehkan menggunakan seragam disiplin bela diri yang dianutnya, bahkan memperbolehkan petinju menggunakan satu sarung tinju saja. Pertandingan dihentikan apabila seorang petarung menyerah atau anggota kamp petarung melempar handuk untuk menghentikan pertarungan. Seorang wasit hadir dalam pertarungan tetapi andilnya sangat minim dan keselamatan petarung tidak begitu terjamin. Tanpa adanya peraturan, UFC awal dianggap sebagai ajang brutal yang dilarang banyak negara bagian Amerika Serikat.

3. Evolusi peraturan MMA

Seiring waktu dan keinginan besar para pendiri awal UFC untuk menjadikan MMA sebagai ajang olah raga yang diakui, peraturan demi peraturan mulai melapisi tiap ajang UFC.

Sejak dibelinya merek UFC oleh Zuffa (pendirinya terdiri dari Frank dan Lorenzo Fertitta, bekas pemilik kasino di Las Vegas), dan digerakkan oleh Dana White (sahabat Fertitta bersaudara sejak kecil), UFC mendekatkan diri pada komisi atletik dan mulai terbentuk peraturan-peraturan dan divisi berat yang hingga sekarang digunakan UFC.

Halaman:

Editor: Miradin Syahbana Rizky


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Portal Brebes

Arti Mimpi Tentang Jalan

6 Oktober 2022, 23:59 WIB

Portal Brebes

Arti Mimpi Kawin Lagi

6 Oktober 2022, 23:53 WIB