Sabtu, 30 Mei 2020

Enes Kanter, Pemain NBA yang Ingin Menginspirasi Pebasket Muda Indonesia

- 18 Mei 2017, 21:10 WIB
AKSI pemain basket NBA dari klub Oklahoma City Thunder asal Turki, Enes Kanter saat memberikan coaching clinic kepada 50 pebasket muda Indonesia Basketball Academy di Britama Arena, Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017. Kanter datang untuk menginspirasi pebasket muda Indonesia.**

JAKARTA, (PR).-  Pemain basket NBA dari klub Oklahoma City Thunder asal Turki, Enes Kanter, ingin memberikan inspirasi bagi pebasket muda Indonesia, Kamis, 18 Mei 2017. Enes Kanter berbagi ilmu dalam coaching clinic dengan 50 anak yang tergabung dalam Indonesia Basketball Academy di Britama Arena, Jakarta. 

Kedatangan Kanter sendiri merupakan undangan dari salah satu sekolah Turki di Jakarta. Tidak banyak waktu yang dibagikan Kanter bersama anak-anak kemarin. Tapi dalam waktu sekitar 30 menit dia dengan sabar membagikan ilmu kepada para pebasket muda. Mulai dengan pengenalan, dia kemudian berpesan kepada anak-anak untuk tetap memiliki mimpi. 

"Untuk jadi pemain hebat, pertama, jangan takut untuk punya mimpi besar. Karena dari mimpi itu, dengan usaha yang kuat semua pasti bisa tercapai. Yakin akan kemampuan diri sendiri bahwa kalian semua bisa menggapainya, jangan mudah menyerah," ujarnya. 

Tapi, dia kembali mengingatkan bahwa selain punya mimpi besar untuk menjadi seorang olahragawan, jangan lupa untuk tetap mendahulukan pendidikan. Karena pendidikan menurutnya adalah pegangan bagi setiap atlet. Keduanya dinilainya bisa berjalan seiring jika dilakukan dengan senang hati. 

"Seperti olahraga lainnya. Bermain basket memang menyenangkan. Tapi, pendidikan tetap hal terpenting. Jangan lupa untuk juga tetap menghormati orang tua kalian. Karena mereka yang akan selalu mensupport apapun yang kalian lakukan," kata Kanter menegaskan. 

Selepas memberikan pesan, dia pun langsung menggelar sesi latihan. Dia langsung membagi anak-anak menjadi dua grup. Dengan langsung mementori, Kanter dengan enjoy mengajarkan cara mendrible, rebound, mengoper bola, dan melakukan layup. Setiap anak diberikan kesempatan memasukan bola sebanyak lima kali.

Kanter pun terlihat sangat antusias meladeni anak-anak tersebut. Sesekali tangannya membuat lingkaran di atas kepadanya seperti ring basket, dan anak-anak memasukan bola kesana. 
Tidak hanya mengajarkan, Enes Kanter pun memberikan tantangan kepada kedua grup. Bahwa siapa grup yang berhasil mencetak lima angka lebih dahulu, maka tim yang kalah harus melakukan latihan tambahan, yakni shuttle-run (lari bolak-balik satu lapangan). 

Ketika satu grup kalah dan harus lari bolak-balik satu lapangan, Enes Kanter kembali memberikan tantangan. Siapapun pemain yang paling terakhir berlari harus melakukan satu kali lagi shuttle-run. 

 

Halaman:

Editor: Wina Setyawatie


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X