Rekomendasi BOPI untuk Liga 1 Keluar tapi...

- 12 April 2017, 15:35 WIB

JAKARTA, (PR).- Surat rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk penyelenggaraan Liga 1 dipastikan akan keluar Kamis 13 April 2017 pukul 10.00 WIB. Kepastian itu diterima setelah pertemuan terakhir BOPI dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang diwakil CEO PT LIB Risha Adi Wijaya, Rabu 12 April 2017 di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. Ketua Tim Verifikasi Iman Suroso, kepada wartawan mengatakan, rekomendasi akan dikeluarkan dengan tiga catatan penting. " Pertama, masalah izin tinggal sementara (Kitas). Kami minta bagi pemain asing yang tidak memiliki Kitas pada saat pertandingan berlangsung tidak diperbolehkan turun/dimainkan hingga seluruh urusannya selesai. Kedua, PT LIB belum melaporkan pengesahan susunan tim pemain dari seluruh klub. Ketiga, masalah tunggakan. Dari 18 klub, Persegres masih belum melunasi tunggakannya, hingga mereka belum serahkan surat bebas tunggakan," katanya. Meskipun tidak memberikan batas waktu, seluruh catatan tersebut, dimintanya agar dilengkapi secepatnya sembari berjalannya kompetisi. Soal kasus tunggakan gaji mantan pelatih Pelita Bandung Raya yang kini bernama Madura United, Daniel Darko Janakovic, BOPI menyatakan, karena tidak ada laporan yang masuk kepada BOPI, tidak akan ditanggapi. Terlebih lagi, hal itumerupakan kasus lama sehingga BOPI mengatakan tidak akan ikut campur mengingat secara administrasi, Madura United dinilai sudah memenuhi seluruh persyaratan BOPI. Dengan keluarnya rekomendasi, pelaksaan sepak mula Liga 1 pada 15 April 2017 nanti sepertinya akan mulus. Risha, usai pertemuan mengatakan, sebelum rekomendasi keluar, PT LIB dan BOPI akan melaksanakan satu langkah lagi yakni menandatanganani perjanjian kerja sama. "Nanti (perjanjian)itu akan meng-cover segala sesuatu yang terkait dengan dokumen-dokumen. Artinya, dalam jangka waktu hingga akhir musim, ada dokumen-dokumen yang belum dan akan dilengkapi. Misalnya, Kitas. Semua pemain baru, asing, tentunya masih dalam proses. Statement kami sampai detik ini, pemain yang turun harus memiliki (Kitas). Tapi apabila 1-2 pemain tidak bisa main, itu yang di-cover join coorperation agreement agar mereka bisa bermain sembari proses Kitas-nya berjalan. Jadi, tidak serta-merta tidak boleh bermain," tuturnya.***

Editor: Wina Setyawatie


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X