Sabtu, 22 Februari 2020

AFC dan PSSI Akan Berlakukan Lisensi Klub

- 4 Maret 2017, 14:42 WIB

JAKARTA, (PR).- Federasi Sepakbola Asia (AFC) akan memberlakukan lisensi klub profesional mulai April 2017 ini. Lisensi klub ini dilakukan sebagai persyaratan untuk klub Indonesia tampil di turnamen level Asia di 2018 mendatang yakni Asia Cup dan Liga Champions Asia. 

PSSI dan AFC saat ini mulai mensosialisasikannya ke klub-klub peserta Liga 1 terkait pola lisensi klub dan timelinenya. Detail persyaratan akan dijelaskan oleh perwakilan AFC pada April mendatang, termasuk membantu menerangkan kepada instansi terkait soal lisensi klub ini. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ade Wellington dalam jumpa pers usai pertemuan antara perwakilan AFC dan klub-klub di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 4 Maret 2017. Menurutnya, lisensi klub ini bukan merupakan beban klub, tapi lebih kepada untuk membangun serta meningkatkan kualitas kompetisi, manajemen klub, dan industri sepak bola Indonesia lebih berintegrasi dan bermartabat di masa yang akan datang. 

Dalam lisensi klub, ada lima aspek yang terdiri dari 49 kriteria yang akan menjadi kriteria. Kelima aspek tersebut, adalah finansial, legal, supporting, infrastruktur, dan administrasi & personal. Lisensi klub ini sendiri sebenarnya sudah berjalan di Indonesia sejak 2009 lalu. Tapi kemudian terhenti karena adanya sanksi FIFA. 

Dalam dua tahun terakhir, hanya tiga klub profesional yang mampu memenuhi persyaratan lisens klub ini yakni, Persib Bandung, Persipura Jayapura, dan Arema FC. Untuk 2018 sendiri, Indonesa mendapatkan tiga slot untuk kejuaraan level Asia. Satu slot untuk kualifikasi Liga Champions Asia dan dua slot langsung tampil di putaran final Piala AFC. Untuk itu, menurut Ade, pihaknya menginginkan minimal ada tiga klub yang bisa memenuhi persyaratan lisensi klub, seperti dua tahun lalu. 

"Kalau bisa kita masukan 5-7 klub untuk lolos lisensi klub ini. Dengan jumlah itu, maka kita bisa melebihi Vietnam," tukasnya. 

Kepala Lisensi Klub AFC, Mahajan Viasudevan Nair mengatakan jika kedatangan mereka untuk melakukan sosialisasi ini adalah untuk mencari tahu sejauhmana kesiapan klub profesional Indonesia untuk melakukan lisensi klub ini. Termasuk mendiskusikan soal tenggat waktu klub memenuhi persyaratan tersebut. 

"Dari lisensi klub yang telah dilakukan Indonesia sejak 2009, klub-klub profesional Indonesia jelas sudah sangat tahu kriteria yang dibutuhkan untuk lisensi klub ini, karena ini bukan sesuatu yang baru untuk mereka. Tinggal, sekarang bagaimana mereka mempersiapkan dan memenuhi persyaratan untuk sistem ini. Sejauh ini baru tiga tim top yang bisa penuhi persyaratan, yang dibawahnya di tahun ini harus bisa mengejarnya. Sejauh ini kekurangan dari klub Indonesia, hanya soal intrastruktur seperti fasilitas stadion, dan lapangan latihan, serta terkait lisensi kepelatihan," imbuh Mahajan. 

Penutupan untuk pengajuan lisensi klub ini akan dilakukan pada 31 Oktober 2017. Meskipun begitu, siapapun juara Liga 1 yang baru akan selesai pada November 2017 ini tidak akan berpengaruh. Juara akan tetap maju ke level berikutnya asalkan klubnya bisa memenuhi kriteria lisensi klub ini.

Halaman:

Editor: Wina Setyawatie

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X