JAKARTA, (PR).- Penggunaan pemain asing di kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia, Indonesia Basketball League (IBL) 2017 menguntungkan Timnas Indonesia, terutama untuk persiapan menuju SEA Games 2017, Agustus mendatang. Adanya pemain asing, membuat para pemain yang masuk proyeksi SEA Games bisa mendapatkan level permainan lebih baik dan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif. "Jika melihat dari kacamata manajer, penggunaan pemain asing di IBL itu sangat membantu Timnas. Terlebih negara pesaing Indonesia di SEA Games seperti Thailand dan Malaysia juga menggunakan pemain asing di Liga mereka. Artinya, mereka lebih akrab dengan pemain yang kelasnya di atas dan mendapatkan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif. Mengingat pemain yang digunakan sudah berpengalaman," ucap Manajer Timnas Basket Indonesia, Suhadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis 12 Januari 2017. Dia mencontohkan, Thailand dan Malaysia. Di Thailand hanya ada 6-8 klub yang bermain dalam liga lokal mereka, tapi karena mereka bermain dengan pemain asing, mereka dinilai mendapatkan kualitas permainan kelas atas. Terlebih atmosfer persaingan baik antar pemain maupun kompetisi pun lebih ketat. "Begitu juga di Malaysia, hampir semua pemain nasional mereka terlibat di Asian Basketball League (ABL). Sama juga mereka ada pemain asing. Jika kita tidak menggunakan pemain asing, kita tentu akan ketinggalan. Artinya kita gradenya akan turun, secara performa pemain kita tidak terbiasa. Jadi ini keuntungannya," katanya. Selain ini bergulirnya IBL juga membantu para pemain Timnas untuk mendapatkan menit berlatih dan bermain lebih banyak. Mengingat waktu persiapan yang mepet, hingga pelatnas pun harus dilangsungkan di sela-sela seri pertandingan IBL. "Kemarin, awal pelatnas kita sudah dilakukan diakhir November, dua pekan. Lalu TC kedua akan dilakukan usai seri pertama di Surabaya, 23-26 Januari. Dengan waktu yang minim, kita akan maksimalkan dengan latih tanding dengan CLS Knights Surabaya dan Pasific Caesar," ujarnya. Terkait pemain, pada pemanggilan pertama ada 15 pemain yang masuk dalam pelatnas. Termasuk tiga pemain naturalisasi, Ebrahim Enguio Lopez, Anthony Hargrove jr, dan Jamarr Andre Johnson. Mereka akan menjalani pemantau di IBL dan pada TC di sela-sela seri IBL, hingga nantinya finalisasi 12 pemain di akhir musim IBL ini. Untuk pemain naturalisasi sendiri, Suhadi mengatakan jika kemungkinan akan ada dua pemain yang dipertahankan untuk tetap berada di pelatnas. Meskipun nantinya, sesuai aturan FIBA, hanya satu pemain naturalisasi yang diperbolehkan untuk memperkuat timnas. "Naturalisasi, antara tiga itu. Tapi kecenderungan Jamar dan Anthony. Memang aturannya satu, tapi kalau buat seleksi kemungkinan kita akan pertahankan dua. Karena takutnya ada yang cedera," ucapnya. Pada SEA Games 2017, Suhadi mengatakan jika basket putra khususnya ditargetkan untuk bisa mempertahankan raihan medali dua tahun lalu, yakni Perak. Target itu dinilai yang teralistis, mengingat level Indonesia masih di bawah Filipina dan Thailand.***
Artikel Pilihan