PBSI Kerjasama Sport Science dengan Australia

- 27 Mei 2016, 08:12 WIB
ATLET Indonesia spesialis ganda campuran, Ricky Widianto bermain bersama atlet Australia Gronya Somerville dalam laga persahabatan yang berlangsung di Kedutaan Australia, Kuningan, Jakarta, Kamis, 26 Mei 2016. Pertandingan tersebut bagian dari rangkaian kerjasama yang akan dilakukan PP PBSI dengan Australia seputar sport science.*

JAKARTA, (PR).- Guna mendongkrak performa para atlet Indonesia, PP PBSI melakukan terobosan baru dengan bekerjasama dengan Australia dalam hal sport science. Ketua PP PBSI Gita Widjawan berharap banyak dengan kerjasama ini untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga bulutangkis di tanah air. "Mengingat Australia sudah piawai dalam sport science dan itu telah ditunjukkannya dalam banyak cabang olah raga, seperti sepak bola dan rugbi," katanya di Kedutaan Australia, Kamis, 26 mei 2016. Dia meyakini, dengan komitmen mereka memberdayakan sport science dalam bulutangkis bisa meningkatkan kejayaan bersama-sama. Sebagai awal dari kerjasama ini, sebelumnya Australia menggelar seminar Sport Science yang berlangsung sehari. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Pengprov PBSI se-Indonesia, klub-klub, serta pelatih fisik PBSI dan hadir sebagai nara sumber ada, Andrew Perks dari Badminton Australia dan Cory Innes dari Victorian Institute of Sports, serta beberapa atlet Australia seperti Gronya Sommerville dan atlet Indonesia yang kini menetap di Australia, Setyana Mapasa. Seminar itu membahas tentang pemulihan dan cedera pada atlet, serta bagaimana menghindari atlet dari cedera. Untuk pembahasan pertama seputar teknik pemulihan, dipaparkan bagaimana prosesnya yang sangat dipengaruhi oleh diantaranya nutrisi, lifestyle, psikologi, dan sebagainya. Karena pemulihan ini tidak hanya fisik, tetapi juga pikiran dan mental. Lalu, Andrew Perk sebagai Performance Coach di Badminton Australia juga membeberkan kebiasaan para atlet Australia untuk pemulihan. Selama 45 – 60 menit setelah bertanding, para atletnya wajib melakukan proses pemulihan yang terdiri dari 10 menit pendinginan serta 10-30 menit leg draining (posisi telentang dengan kaki disenderkan di tembok melawan gravitasi untuk melancarkan aliran darah). Teknik ini sudah terbukti secara medis dapat membantu atlet pulih lebih cepat dan menjaga atlet dalam jangka panjang. Sementara untuk pembahasan kedua, salah satu cara untuk menghindari cedera atlet adalah dengan manajemen latihan. Lewat manajemen yang terencana yang mengatur intensitas gerakan dalam latihan dan pertandingan, seorang atlet bisa terhindar dari cedera. Untuk Australia sendiri, mereka gantian belajar teknik bermain bulutangkis yang benar. Empat atlet Australia yang rencananya akan bermain di Indonesia Open, Gronya, Setyana, Matthew Chau, dan Sawan Serasinghe berlatih di Pelatnas Cipayung sejak awal pekan ini hingga hari pertandingan dimulai.***

Editor: Wina Setyawatie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X