PON XX Papua Oktober 2021 di Bawah Awan Kelam Pandemi Covid-19, Prokes Jadi Payung

- 3 September 2021, 13:53 WIB
Anak-anak bermain di lapangan panahan, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa 24 Agustus 2021. Arena panahan PON XX Papua dengan luas bangunan 1.217 meter persegi dan luas lapangan bertanding 10.100 meter persegi itu dilengkapi lapangan latihan seluas 8.207 meter persegi serta berada di bawah kaki Gunung Cyclop, Kabupaten Jayapura.
Anak-anak bermain di lapangan panahan, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa 24 Agustus 2021. Arena panahan PON XX Papua dengan luas bangunan 1.217 meter persegi dan luas lapangan bertanding 10.100 meter persegi itu dilengkapi lapangan latihan seluas 8.207 meter persegi serta berada di bawah kaki Gunung Cyclop, Kabupaten Jayapura. /Antara/Indrayadi TH

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah memastikan PON XX Papua tetap berjalan sesuai rencana pada 2-15 Oktober 2021, meskipun di tengah ancaman penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Tidak kurang 7.066 atlet telah ditetapkan Tim Keabsahan PON untuk mengikuti pesta olahraga empat tahunan di Indonesia itu. Sebanyak 4.176 di antaranya atlet putra dan 2.890 sisanya adalah atlet putri dari perwakilan 34 provinsi.

Seluruh atlet akan berkompetisi di 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga dan 679 nomor pertandingan di empat kluster arena, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI Vivi Setiawaty mengatakan perlu kewaspadaan yang ekstra saat penyelenggaraan PON XX. Varian delta Covid-19 sudah teridentifikasi ada di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Diduga Ingkar Janji, Panitia Pelaksana PON Papua Dikabarkan Akan Pakai Noken Palsu Untuk Souvenir

Antara melaporkan, perkembangan Covid-19 di Papua mengalami penurunan kasus sebesar 73,8 persen serta angka kematian sebesar 54,2 persen pada 14-20 Agustus 2021. Namun, Balitbangkes Kemenkes masih mendeteksi daerah lain yang belum berhasil mengendalikan Covid-19.

Menurut Vivi, pengawasan ketat dan menyeluruh harus dilakukan kepada penyelenggara, atlet, manajemen tim, bahkan penonton yang berpotensi membuat kerumunan.

Belajar dari Olimpiade Tokyo

Data dari Komite Olimpiade Internasional melaporkan lebih dari 320 kasus Covid-19 dialami berbagai pihak yang terlibat selama perhelatan Olimpiade Tokyo pada 1 Juli-4 Agustus 2021. mereka yang terpapar di antaranya atlet, panitia, komite nasional, kontraktor, sukarelawan, bahkan wartawan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X