Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Jadwal Liga Carut Marut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Tak Ingin Ada Lagi Ayam dan Telur

Miradin Syahbana Rizky
KETUA Umum PSSI Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule.*/ANTARA
KETUA Umum PSSI Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan ingin memastikan bahwa jadwal kompetisi liga tahun 2020 berjalan sesuai jadwal. Untuk itu, PSSI siap bekerja sama dengan kepolisian dalam menyusun jadwal pertandingan.

"Saya, waktu itu berkata kepada Pak Tito (Karnavian), kemarin saya minta ada LO (liaison officer) dari kepolisian. Jangan sampai nanti ada ayam dan telur (saling tuding pihak mana yang lebih dahulu bertanggung jawab)," kata Mochamad Iriawan di Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Selain bertemu Kapolri, Mochamad Iriawan akan bertemu Menpora Zainudin Amali. Pertemuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi agar liga berjalan lancar sesuai jadwal.

"Tapi, Pak Kapolri sudah ganti sekarang (Idham Azis). Nanti kami juga akan menghadap Pak Menpora (Zainudin Amali)," katanya.

Setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berjanji akan membenahi tata kelola kompetisi di Indonesia. Bahkan, pekerjaan rumah itu akan menjadi prioritas.

"Masalah jadwal pertandingan, memang banyak aduan kepada saya. Untuk itu, saya akan berkomitmen bisa membenahi masalah ini," ujarnya.

Jadwal Kompetisi sepak bola di Indonesia tak jarang berbenturan dengan jeda internasional. Hal itu menimbulkan aksi tarik-menarik pemain antara klub dengan Timnas Indonesia untuk kepentingan masin-masing.

Selain itu, di liga sepak bola Indonesia, setiap klub yang ingin menggelar pertandingan di berbagai level kerap kesulitan mendapatkan surat izin keramaian dari kepolisian.

Akibatnya, jadwal terbengkalai dan tidak sedikit tim yang harus mengalami penundaan pertandingan.

Dengan latar belakang sebagai anggota polisi, Mochamad Iriawan diharapkan bisa menjadi penengah agar jadwal kompetisi bisa berjalan sesuai rencana dan izin keramaian mudah didapat setiap klub khususnya mereka yang berlaga di kasta tertinggi.

"Nantinya, saya akan mengumpulkan data-data dan elemen yang menyangkut pembuatan jadwal tersebut. Sehingga, tidak ada lagi jadwal yang bentrok dengan agenda Timnas," tuturnya.***

Bagikan: