Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Bandung Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Bola Voli U-17 Antarklub

Arif Budi Kristanto
ILUSTRASI bola voli.*/Ist
ILUSTRASI bola voli.*/Ist

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung menjadi tuan rumah perhelatan  Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli U-17 Antarklub  2019 yang dimulai Minggu 10 November 2019 sampai Minggu 17 November 2019. Sebanyak 20 tim bola voli putri dan 18 tim bola voli putra U-17 akan berkompetisi pada ajang yang digelar di GOR Pajajaran dan GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Kota Bandung tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Agus Jumaedi mengatakan, Jawa Barat sebagai tuan rumah akan diwakili sembilan tim pada jang Kejurnas U-17 Antarklub 2019, dengan rincian empat tim putra dan lima tim putri. Keempat tim putra yang mewakili Jabar adalah Tectona, Pasundan, Perkasa, dan M2GP.  Sementara itu, tim putri Jabar meliputi Tectona, Kharisma, Bahana, Wahana, dan Antika.

"Selain dari Jawa Barat, tim-tim yang akan berlaga di kejurnas ini berasal dari 11 provinsi. Ada dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, , Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo," kata Agus saat ditemui di GOR Saparua, Kota Bandung, Jumat 8 November 2019.

Dia menambahkan, sebenarnya pada kejurnas kali ini penyelenggara menyiapkan kuota bagi 32 tim putra dan 32 tim putri. Pemberian kuota dengan jumlah besar itu dilakukan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap klub bola voli di seluruh Indonesia agar dapat  turut berkompetisi.

"Namun sampai batas akhir pendaftaran pada 2 November lalu, hanya 20 tim putra dan 18 tim putri yang mendaftar," kata Agus.

Namun, kata Agus, dengan jumlah 38 tim yang mendaftar, kejuaraan dipastikan tetap berlangsung kompetitif. Menurut dia, jumlah tim yang berpartisipasi sudah melampaui jumlah tim dari gelaran sebelumnya.

"Sebelumnya hanya diikuti  16 tim putra dan 16 tim putri. Jadi, kejuaraan edisi kelima ini tergolong sudah lebih baik dari sisi jumlah peserta," ujar Agus. 

Dia mengatakan, kuota maksimal 3 tim putra dan 3 tim putri diberikan untuk provinsi yang memiliki kompetisi regular antarklub pada level kelompok usia 17 tahun. Sedangkan untuk provinsi yang belum memiliki kompetisi antar klub untuk kelompok usia 17 tahun diberikan kuota maksimal sebanyak 2 klub dengan menyertakan surat rekomendasi dari pengcab dan atau pengprov PBVSI masing-masing.

"Khusus untuk provinsi Jabar yang menjadi tuan rumah, mendapatkan kuota maksimal 5 tim putra dan 5 tim putri. Empat tim sebagai kuota bagi provinsi tuan rumah dan 1 tim sebagai kuota sebagai tuan rumah pelaksanaan kejurnas," kata Agus. 

Kejuaraan dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBVSI, Irjen Pol Yudi Susharyanto di GOR Saparua, Jalan Saparua Kota Bandung, Minggu 10 November 2019. 

Upaya IAVI 

Agus menambahkan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli U-17 Antarklub merupakan agenda rutin tahunan Ikatan Atlet Voli Indonesia (IAVI). Kejuaraan ini digelar secara bergilir di setiap koordinator wilayah IAVI setiap provinsi. "Pelaksanaan kejurnas ini sudah masuk dalam kalender kegiatan PP PBVSI. Untuk tahun 2019 ini adalah edisi kelima dengan Korwil IAVI Jabar sebagai penyelenggara. Kejurnas edisi pertama dan kedua digelar di Malang, lalu di Jogjakarta, dan edisi keempat di DKI Jakarta," kata Agus. 

Kejunas bola voli ini membatasi atlet yang berlaga maksimal berusia 17 tahun dan digelar antarklub. Fokus kompetisi antarklub, kata Agus, dilakukan untuk mendorong pembinaan bola voli di Indonesia karena klub merupakan ujung tombak dari pembinaan.

Dia menambahkan, pelaksanaan kejurnas ini juga menjadi salah satu upaya pemutakhiran data atlet dari setiap klub di setiap provinsi. Informasi tersebut akan berguna sebagai pusat data yang dimiliki oleh setiap provinsi, termasuk asal klub  atlet yang bersangkutan.

"Pendataan ini untuk mencegah terjadinya perpindahan atlet antarklub tanpa aturan. Ini juga menjadi edukasi agar klub bola voli jangan hanya bisa mengambil atlet yang sudah jadi dari klub lain tanpa melakukan pembinaan," ujarnya.***

Bagikan: