Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

28 Provinsi Bersaing di Kejurnas Lembaga Karate-Do Indonesia

Arif Budi Kristanto
ATRAKSI tim karatekaLemkari TNI menjadi bagian pembukaan Kejuaraan Karate Nasional  Kwarnus Cup dan Piala Anton Lesiangi I 2019 yang digelar di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu 9 November 2019. Sebanyak 570 karateka dari 28 Pengurus Provinsi Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) bersaing dalam kejuaraan tersebut.*/ ARIF BUDI KRISTANTO/PR
ATRAKSI tim karatekaLemkari TNI menjadi bagian pembukaan Kejuaraan Karate Nasional  Kwarnus Cup dan Piala Anton Lesiangi I 2019 yang digelar di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu 9 November 2019. Sebanyak 570 karateka dari 28 Pengurus Provinsi Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) bersaing dalam kejuaraan tersebut.*/ ARIF BUDI KRISTANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 570 karateka dari 28 Pengurus Provinsi Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) bersaing dalam Kejuaraan Karate Nasional  Kwarnus Cup dan Piala Anton Lesiangi I 2019 yang digelar di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu, 9 November 2019. Kejuaraan ini sekaligus penegasan legalitas dan eksistensi Perguruan Besar (PB) Lemkari yang didirikan oleh Saiko Shihan Anton Lesiangi setelah menerima surat keputusan resmi PB Forki.

Kejeuaraan digelar oleh Yayasan Kwartet Nusantara (Kwarnus) dan menjadi edisi pertama kejuaraan level nasional Lemkari setelah terjadi polemik kepengurusan.

"Diikuti lebih dari 500 peserta asal 28 provinsi, ini jadi bentuk apresiasi luar biasa dari Pengprov Lemkari seluruh Indonesia pascapolemik kepengurusan. Kami harap dari kejuaraan nasional Lemkari ini bisa melahirkan atlet-atlet karate andal untuk Indonesia," kata Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, Ahmad Arsani saat membuka kejuaraan. 

Dia berharap, ke depan tidak terjadi lagi polemik kepengurusan pada level perguruan, klub, atau cabang olah raga. Pasalnya, polemik atau dualisme akan merugikan atlet hingga para pelatih dari organisasi olah raga yang bersangkutan.

"Untuk masalah Lemkari ini, PB Forki sudah menyebar surat ke seluruh pengprov bahwa para atlet Lemkari bisa ikut kejuaraan level daerah sampai nasional. Jangan sampai perguruan ada dua kepengurusan, dampak ke atlet pelatih. Apalagi dari Lemkari juga ada sumbangsih empat atlet karate di tim nasional SEA Games. Mudah-mudahn berakhirnya polemik perguruan ini bisa mengembalikan Lemkari pada era jayanya seperti tahun 1980 atau 1990-an," kata Ahmad. 

Dia menambahkan, pemerintah mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan untuk membantu pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga, salah satunya yang dilakukan oleh Yayasan Kwartet Nusantara melalui kejuaraan nasional karate ini. 

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kwarnus yang membantu pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga karate melalui kejuaraan ini. Pada 2020, karate digelar di olimpiade Tokyo. Semoga karateka dari Lemkari bisa memberikan kontribusi," kata Ahmad. 

Kejuaraan Karate Nasional  Kwarnus Cup dan Piala Anton Lesiangi I 2019 digelar hingga Minggu 10 November 2019 dengan mempertandingkan sebanyak 68 kelas pertandingan untuk nomor kata dan kumite. Kejuaraan mempertandingkan beragam kelas untuk tujuh kategori, yakno pra usia dini, usia dini, prapemula, pemula, junior, kadet, hingga senior.

Ketua Yayasan Kwartet Nusantara Albertus Fenanlampir mengatakan, kejuarana ini menjadi bagian perwujudan visi misi Kwarnus untuk membantu seluruh aktivitas pembanguan keolahragaan indonesia, baik olah raga prestasi, olah raga pendidikan, hingga olah raga rekreasi.

"Kwarnus ini meliputi Sumatera, Jawa, NTT, dan Maluku. Kami dari empat wilayah ini sepakat membentuk kwarnus untuk membantu seluruh aktivitas pembangunan keolahragaan di tanah air. Hari ini adalah event kesekian kali setelah sebelumnya penataran wasit dna pelatih di NTT, kemudian nanti di Kalimantan Selatan. Akan bergiliran ke sebanyak mungkin daerah," ujar Ambert. ***

Bagikan: