Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, Indonesia Petik Kemenangan Perdana

Miradin Syahbana Rizky
PEMAIN timnas Indonesia U-19 Sutan Diego (kanan) berebut bola dengan pemain timnas Timor Leste U-19 Nelson Pinto Diego (kiri) pada laga babak kualifikasi grup K Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. Timnas Indonesia U-19 menang dengan skor 3-1.*/ANTARA
PEMAIN timnas Indonesia U-19 Sutan Diego (kanan) berebut bola dengan pemain timnas Timor Leste U-19 Nelson Pinto Diego (kiri) pada laga babak kualifikasi grup K Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. Timnas Indonesia U-19 menang dengan skor 3-1.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Timnas Indonesia U-19 sukses meraih kemenangan perdana pada Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 Grup K, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019 malam. Tim asuhan Fakhri Husaini ini mampu menang dengan skor 3-1 atas Timor Leste.

Dengan kemenangan tersebut untuk sementara Indonesia memuncaki Grup K dengan 3 poin. Setelah itu disusul oleh Korea Utara dan Hongkong dengan 1 poin usai keduanya bermain imbang 1-1. Sedangkan Timor Leste harus puas di posisi juru kunci dengan tanpa poin.

Meski kalah, Timor Leste sebenarnya mampu menyulitkan Indonesia. Namun, akibat kartu merah pemainnya Nelson Pinto Dos Reis di menit 58 membuat Timor Leste kesulitan mengimbangi sebelas pemain Indonesia.

Di awal babak pertama, Indonesia mampu mengejutkan Timor Leste melalui gol cepat di menit ke-2. Memanfaatkan umpan sepak pojok pemain Persib Bandung Beckham Putra Nugraha, Muhammad Fajar Fathur mampu menyundul bola ke gawang Timor Leste yang dikawal kiper Junildo Manuel Pereira. Skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia.

Tak puas, melalui tendangan bebas David Maulana Indonesia hampir saja menggandakan kedudukan. Sayang tendangan David masih melebar tipis di sebelah kiri gawang Timor Leste.

Bukannya tanpa peluang, Timur Leste mampu meneror pertahanan Indonesia di menit 14. Tendangan Paulo Domingos di dalam kotak penalti melalui serangan balik cepat masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.

Kembali Indonesia memberikan ancaman di menit 29. Kali ini melalui tendangan bebas Rizky Ridho. Namun, tendangan Rizky mampu ditepis kiper Junildo. Indonesia gagal menambah keunggulan.

Gelombang tekanan terus diberikan Indonesia. Di menit 35 tendangan Fajar Fathur dari luar kotak penalti masih lemah hingga diamankan kiper Timor Leste. Begitu juga tendangan bebas Beckham yang masih diamankan pertahanan Timor Leste. Hingga turun minum skor 1-0 masih untuk keunggulan Indonesia.

Babak kedua, Timor Leste tampil berbeda. Mereka mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia hingga akhirnya berujung pada pelanggaran di dalam kotak penalti.  Kiper Indonesia Ernando Ari Sutaryadi terpaksa melanggar pemain Mouzinho De Lima karena berlari bebas di dalam kotak penalti.

Mouzinho yang maju sebagai algojo sukses mengelabui kiper Ernando. Skor menjadi imbang 1-1. Setelah gol itu, petakan menghadiri Timor Leste.

Pada menit 58, Nelson Pinto menendang muka Bagus Alfikri saat mencoba menghalau bola yang datang. Tanpa segan, wasit Payam Heidari langsung memberinya kartu merah.Timor Leste pun harus bermain dengan 10 pemain.

Kondisi itu dimanfaatkan Indonesia. Terus menggempur pertahanan lawan, akhirnya sepakan keras dari luar kotak penalti David Maulana di menit 62 membuat Indonesia unggul 2-1 atas Timor Leste. Kiper Junildo kesulitan menepis tendangan David karena bola sempat membentur pemain belakang Timor Leste hingga arah bola sulit ditebak.

Tak mau hanya unggul satu gol, Indonesia mencoba membuat peluang matang. Tendangan Beckham di menit 70 masih melambung di atas mistar gawang. Kembali Beckham gagal memanfaatkan peluang menjadi gol di menit 74.

Sepakannya di dalam kotak penalti masih membentur mistar gawang. Bola muntah sempat diambil Bagus dan kembali membentur mistar gawang. Bola muntah tendangan Bagus lalu dibuang oleh pertahanan Timur Leste.

Gol yang ditunggu akhirnya datang di menit 78. Umpan M Supriadi ke dalam kotak penalti mampu diselesaikan secara dingin oleh Fajar Fathur. Gol kedua Fajar Fathur ini membuat Indonesia unggul 3-1 yang bertahan hingga pertandingan selesai.

Seusai laga pelatih Timor Leste Lee Minyoung mengakui kemenangan Timnas Indonesia. Menurut dia, Indonesia memang layak untuk meraih tiga angka di partai tersebut.

"Tim kita punya bermain kurang bagus. Sementara Indonesia bermain sangat bagus jadi hasilnya seperti ada semua lihat dimana Indonesia menang 3-1," ucap pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Lee menambahkan, ada beberapa penyebab timnya mengalami kekalahan. Diantaranya adalah kartu merah yang diterima pemain belakangnya Nelson Pinto. Nelson di kartu merah usai melanggar Bagus. Menurut dia, Indonesia memanfaatkan dengan baik keunggulan pemain tersebut. 

"Berkurangnya satu pemain sangat mempengaruhi tim kita. Akhirnya hingga pertandingan selesai tim kita harus kalah," katanya.

Mengenai siapa pemain Indonesia yang tampil baik, Lee memuji kapten timnas Indonesia David Maulana. Menurut dia, David mampu bermain tenang dalam mengontrol permainan.

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini sangat bersyukur atas kemenangan perdana timnya. Menurut dia, laga perdana akan selalu sulit bagi semua pemain terutama mereka yang masih muda.

"Kita ucapkan puji syukur Alhamdulillah kita bisa mendapatkan tiga poin di laga perdana. Pertandingan pertama memang selalu tidak mudah terutama bagi pemain usia 19 tahun. Faktor mental memang sempat kami khawatirkan karena harapan masyarakat kepada tim kita begitu tinggi," ujarnya.

Dia menambahkan, meski menang ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Salah satunya mengenai lini belakang dimana kiper menjatuhkan lawan di dalam kotak penalti.

"Penalti ini bagian dari pelajaran buat mereka. Sebenarnya menjatuh lawan bukan kemauan kami. Tapi apapun itu harus kita evaluasi agar tidak terjadi lagi kedepannya," ujarnya.

Tak lupa Fakhri memuji penampilan gemilang Salman Alfarid. Menurut dia, Salman mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pemain nomor 9 Timor Leste Paulo Domingos dibuat mati kutu.

"Saya sebenarnya jarang memuji tapi Saya apresiasi permainan Salman. Dia mampu mematikan pemain potensial Timor Leste yang memang merepotkan Indonesia. Kami memberikan atensi kepada pemain Paulo Domingos," tuturnya.*** 

Bagikan: