Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Masyarakat Otomotif Antar Jenazah Afridza Syach Munandar Pulang ke Tasikmalaya

Arif Budi Kristanto
PETUGAS Kargo Bandara Soekarno Hatta menurunkan peti jenazah pebalap motor asal Tasikmalaya Afridza Syah Munandar (20) setibanya dari Malaysia di Bandara Soekarno Hatta, Senin, 4 November 2019.*/ANTARA FOTO
PETUGAS Kargo Bandara Soekarno Hatta menurunkan peti jenazah pebalap motor asal Tasikmalaya Afridza Syah Munandar (20) setibanya dari Malaysia di Bandara Soekarno Hatta, Senin, 4 November 2019.*/ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Pembalap muda Indonesia, Afridza Munandar, dalam insiden kecelakaan pada ajang Asia Talent Cup (ATC) 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu 2 November 2019. Sebagai penghormatan terakhir, masyarakat otomotif bersama Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat dan KONI Jawa Barat mengantarkan langsung jenazah Afridza ke Tasikmalaya, Senin 4 November 2019.

Ketua Pengurus Provinsi IMI Jawa Barat  Fachruzar Sarman mengatakan, kepergian Afridza  membawa duka mendalam bagi dunia otomotif Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Apalagi, almarhum merupakan pembalap berbakat yang tengah menanjak menuju lapisan elite balapan kelas dunia.

"Ini menjadi kehilangan dan duka mendalam bagi kita. Kami jajaran pengurus IMI Jabar, masyarakat otomotif Jabar, sekaligus secara pribadi sangat berduka dan terpukul atas wafatnya Afridza. Dia merupakan salah satu pembalap motor potensial bahkan terbaik, bukan hanya di Jabar tapi juga di Indonesia," ujar Fachruzar saat ditemui di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin.

Menurut Fachruzar,  almarhum merupakan pembalap andalan Jabar untuk PON XX bersama dengan Adi Gilang. Bahkan, kata Fachruzar, Afridza sudah masuk dalam jajaran pembalap ranking dunia. Berdasarkan kalender aktivitas yang sudah disusun, pembalap kelahiran Tasikmalaya 13 Agustus 1999 tersebut  akan mulai mengikuti balapan MotoGP pada tahun 2020.

Dia menambahkan,  pada Asian Talent Cup (ATC) 2019, Afridza sudah beberapa kali naik podium. Dia dua kali menjadi juara di sirkuit Buriram dan Sepang, kemudian finish di posisi kedua di Buriram dan Twin Ring Motegi. Afridza juga dua kali menempati podium ketiga di sirkuit Buriram.

Sebelum menjalani balapan terakhir yang merenggut nyawanya,  Afridza Munandar berada di peringkat ketiga klasemen pebalap ATC 2019 dengan 142 poin. Hanya terpaut 27 poin dengan pemimpin klasemen, Takuma Matsuyama dan 15 poin dengan posisi runner up Sho Nishimura.

"Balapan di Sepang pada Sabtu (2 November 2019) itu adalah seri ke-11 dari total 12 seri yang digelar. Afridza sendiri start dari posisi lima. Sebenarnya dia bermain aman dan sudah berada di posisi tujuh. Namun pada tikungan ke-10 pada lap kedua, pembalap di depannya melambat sehingga tertabrak dan membuat Afridza jatuh. Sayangnya, pembalap terakhir nomor 22 justru menabrak kepala Afridza sehingga mengalami pendarahan. Dari hidung dan telinga Afridza ke luar banyak darah, itu informasi kronologis yang saya dapat," kata Fachruzar yang matanya berkaca-kaca menahan tangis.

Dia mengaku memiliki kedekatan emosional layaknya bapak dan anak dengan Afridza. Fachruzar bahkan mengaku sudah menganggap almarhum seperti anaknya sendiri. Dirinya pun kerap berkomunikasi dengan Afridza setiap kali akan tampil di balapan. sebelum tampil di seri 11 ATC 2019 di Sepang, Malaysia, Fachruzar mengaku sempat berkomunikasi dengan almarhum melalui aplikasi pesan instan.

"Sebelum berangkat ke Kuala Lumpur, almarhum sempat ingin bertemu tapi batal karena langsung dijemput orang tuanya untuk ke Tasikmalaya. Hubungan kami istimewa. almarhum sempat menawarkan kepada saya untuk bisa melihat langsung balapan di Sepang dengan tiket all access agar bisa masuk ke pitstop. Secara personal, dia pribadi yang sangat baik.Almarhum merupakan pembalap yang punya teknik dan skill diatas rata-rata, tutur kata yang baik, santun, dan sopan sehingga banyak disukai. Wajar jika pada usia 20 tahun, Afridza sudah jadi pembalap level dunia sekaligus selebritis di dunia otomotif," kata Fachruzar.

AFRIDZA Syach Munandar.*/DOK INSTAGRAM AFRIDZA

Panutan pembalap muda

Menurut Fachruzar, Afridza merupakan sosok inspiratif yang layak dijadikan panutan oleh para pembalap muda. Kepergian Afridza akibat kecelakaan, kata Fachruzar, jangan sampai mengecilkan motivasi para pembalap untuk terus menekuni dunia balapan.

"Dalam dunia balapan, kecelakaan seperti ini memang sering terjadi. Untuk para pembalap muda, jangan sampai jadi enggan meneruskan balapan. Jadikan prestasi-prestasi Afridza sebagai inspirasi," kata Fachruzar.

Dia menambahkan, sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum Afridza Munandar, IMI Jabar beserta KONI Jabar akan melakukan pengawalan mobil jenazah almarhum mulai dari pintu gerbang tol Cileunyi hingga ke rumah duka di Tasikmalaya. Jenazah almarhum sendiri tiba di bandara Soekarno-Hatta pada Senin (4/11/2019) pagi dan langsung dikawal  pihak AHM dan mobil pengawalan dari Mabes Polri. 

Menurut Fachruzar, setibanya di rumah duka, jenazah akan diserahterimakan langsung kepada pihak keluarga oleh pihak IMI Jabar, KONI Jabar, dan AHM untuk dimakamkan secara Islam. 

Sebagai informasi, insiden fatal yang dialami Afridza bukanlah yang pertama kali terjadi di Sirkuit Sepang Malaysia. Sebelumnya, kecelakaan di sirkuit Sepang juga pernah menyebabkan pembalap meninggal dunia, yakni Marco Simoncelli.

Sama seperti Afridza, pembalap asal Italia tersebut tewas setelah mengalami kecelakaan hebat di tikungan ke-10 saat turun di MotoGP Malaysia pada 23 Oktober 2011. Simoncelli juga saat itu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.***

Bagikan: