Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 22.1 ° C

Kongres PSSI, Suporter Ancam Boikot Tonton Pertandingan Timnas

Siska Nirmala
SEJUMLAH kandidat calon Ketua Umum PSSI mengikuti pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. Agenda KLB PSSI tersebut adalah pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI serta pemilihan Anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023.*/ANTARA
SEJUMLAH kandidat calon Ketua Umum PSSI mengikuti pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. Agenda KLB PSSI tersebut adalah pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI serta pemilihan Anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Puluhan suporter mengancam akan memboikot menonton pertandingan sepak bola tim nasional Indonesia, jika kisruh di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tetap berlanjut. Mereka melakukan demonstrasi saat kongres luar biasa pemilihan ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sedang berlangsung di Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019.

"Boikot, boikot, dan kosongkan stadion," teriak puluhan suporter dalam aksi unjuk rasa di sekitar Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Para suporter terus menyanyikan lagu dan yel-yel sambil menunggu para  calon ketua PSSI  menyatakan mundur dalam kongres luar biasa. Para suporter juga meneriakan jika mereka bukan "sapi perah" yang hanya membayar tiket untuk pertandingan, tetapi PSSI tidak menyuguhkan pertandingan sepak bola yang berkualitas bagi suporter.

Koordinator aksi, Ivan menegaskan para suporter menginginkan pemimpin PSSI ke depan harus dari kalangan profesional, bukan mereka yang berafiliasi dengan aparat penegak hukum dan politisi.

Suporter itu berasal dari sejumlah organisasi diantaranya Save Indonesia Football, Supporter Indonesia Bermartabat, dan Ultras Garuda.

"Kami ingin Garuda Indonesia jaya kembali," ucap Ivan.

Puluhan polisi menyekat massa aksi di depan gedung BNI agar tidak menuju lokasi kongres. Merasa tidak puas, massa terus meneriakan yel-yel, membentangkan spanduk bertuliskan "Revolusi PSSI".

Ivan menegaskan para suporter menginginkan pemimpin PSSI ke depan harus dari kalangan profesional, bukan mereka yang berafiliasi dengan aparat penegak hukum dan politisi.

Suporter itu berasal dari sejumlah organisasi diantaranya Save Indonesia Football, Supporter Indonesia Bermartabat, dan Ultras Garuda.***

Bagikan: