Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Indonesia Bawa Pulang Dua Gelar France Open 2019

Wina Setyawatie
GANDA campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti berpose seusai mengalahkan ganda campuran China Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong pada laga final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, Minggu, 27 Oktober 2019. Praveen/Melati menjuarai French Open 2019 setelah menang dari Zheng/Huang dengan skor 22-24, 21-16, 21-12.*/ANTARA/PBSI
GANDA campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti berpose seusai mengalahkan ganda campuran China Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong pada laga final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, Minggu, 27 Oktober 2019. Praveen/Melati menjuarai French Open 2019 setelah menang dari Zheng/Huang dengan skor 22-24, 21-16, 21-12.*/ANTARA/PBSI

PARIS, (PR).- Indonesia berbagi gelar dengan Korea di France Open 2019. Keduanya sama-sama membawa pulang dua gelar dan satu runner-up dari turnamen BWF World Tour Super 750.

Dua gelar Indonesia datang dari sektor ganda, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti dan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon. Sementara sektor tunggal yang diwakili Jonatan Christie harus puas dengan status peringkat kedua.

Praveen-Melati meraih gelar kedua mereka di tahun ini setelah sebelumnya di pekan lalu meraih gelar pertama di Denmark Open. Mereka memastikan kemenangan setelah pada laga final yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, Minggu, 28 Oktober 2019, menang 22-24, 21-16, 21-12 dari unggulan pertama Zheng Si Wei-Huang Ya Qiong asal Tiongkok. Ini merupakan kemenangan kedua pasangan Merah Putih ini setelah 8 kali pertemuan.

Dua gelar dalam dua pekan disyukuri oleh Praveen-Melati. Karena gelar ini adalah ajang pembuktian untuk ganda peringkat lima dunia ini bahwa mereka bisa berprestasi.

"Tentu senang dengan hasil ini. Ini pembuktian kami. Hasil ini juga pasti akan menambah kepercayaan diri kami kedepannya. Karena perjalanan kedepan masih panjang dan kami tidak boleh cepat puas," tutur Praveen sesuai rilis PBSI.

Pasangan Tiongkok ini selama ini memang menjadi batu sandungan untuk mereka. Namun, Praveen-Melati yang dipasangkan sejak awal 2018 ini tetap meyakini bahwa kesempatan untuk mereka bisa menang tetap ada dalam tiap pertandingan.

"Apalagi ini di final. Jadi kemenangan kemarin bukan hanya keberuntungan. Tapi memang siapa yang siap, dia yang pasti akan menang," katanya.

Jika Praveen-Melati merebut gelar keduanya, bagi pasangan Kevin-Marcus, kemenangan mereka 21-18, 21- 16 atas ganda India Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty di final semakin mentasbihkan diri bahwa mereka masih yang terbaik di sektor ganda putra. Ini merupakan gelar ke-7 pasangan nomor satu dunia ini di 2019.

GANDA putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty pada final French Open 2019 di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, Minggu, 27 Oktober 2019. Marcus/Kevin menjuarai French Open 2019 setelah menang dari Rankireddy/Shetty dengan skor 21-18, 21-16.*/ANTARA/PBSI

Dominasi Kevin-Marcus atas pasangan Rankireddy-Shetty memang terlihat. Bahkan unggulan pertama ini selalu menang dalam enam pertemuan terakhir mereka. Terakhir di Blibli Indonesia Open 2019, Kevin-Marcus juga menang dalam dua gim.

Meski mendominasi, Kevin-Marcus menilai jika pasangan India ini bermain lebih baik di pertemuan mereka kali ini. Mereka dinilai lebih kuat permainannya. "Kali ini mereka lebih kuat dibandingkan pertemuan terakhir. Power mereka kencang saat menyerang. Kami sebisa mungkin menekan mereka agar permainannya tidak berkembang," tutur Kevin.

Memperoleh gelar ketujuh, Kevin-Marcus mengaku masih belum puas. Tapi mereka bersyukur karena apapun yang dilakukan secara terbaik pasti bisa membuahkan hasil.

"Bulutangkis selalu menyenangkan untuk kami. Tapi masih ada beberapa turnamen lain yang  harus dihadapi tahun ini. Semoga sampai akhir hasilnya bagus terus, kami akan berusaha terus," ucap Marcus menambahkan.

Lebih sabar

Sementara itu,Jonatan Christie masih harus mengakui keunggulan Chen Long. Untuk kali kedelapan, dia kembali kandas atas pemain senior Tiongkok tersebut.

Jonatan pun menyesali kekalahannya tersebut. Karena menurut dia, sebenarnya ia bisa menang, asal bermain lebih sabar.

"Masih penasaran sebenarnya untuk lawan Chen Long. Tadi perasaannya masih bisa dan masih ada harapan. Cuma saya main kurang sabar, padahal sedikit lagi. Di saat lagi mimpin, poinnya tipis, ketenangan dan disiplin menerapkan pukulan itu berkurang. Tadi setelah unggul beberapa poin terus tiba-tiba hilangnya cepat. Harusnya tidak boleh begitu. Karena Chen Long sebenarnya tidak sekuat dulu, kalau saya lebih sabar pasti peluangnya lebih besar," ujarnya.***

Bagikan: