Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 23.4 ° C

Sepak Bola Kembali Rusuh, Dua Polisi Terkapar, Pemain Keroyok Suporter

Tim Pikiran Rakyat
AMUKAN suporter mengakibatkan satu bangunan apotek hancur terkena lemparan batu.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/PR
AMUKAN suporter mengakibatkan satu bangunan apotek hancur terkena lemparan batu.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/PR

CILEGON, (PR).- Kericuhan suporter terjadi, ketika klub sepak bola Perserang dari Kabupaten Serang kalah 1-2 saat bertandang melawan Cilegon United Foot Club (CUFC), di lapangan sepak bola Krakatau Steel (KS), Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin 21 Oktober 2019 petang. Tidak hanya di lapangan sepak bola KS, supporter pun mengamuk di jalur protokol saat perjalanan pulang, akibatnya pintu kaca sebuah apotek di jalur tersebut hancur setelah dilempari batu oleh para suporter perserang.

Berdasarkan pengamatan Kabar Banten, amukan para suporter terjadi ketika Perserang kebobolan 1 gol di menit 50. Mereka menilai gol tersebut kontroversial karena sebelumnya terjadi pelanggaran.

Tidak terima keputusan wasit, suporter Perserang protes keras, mereka melempari hakim garis dengan batu. Melihat situasi tidak kondusif, pihak kepolisian pun turun tangan.

Sayangnya dua personel kepolisian ikut menjadi korban, dua petugas terkapar setelah batu mendarat di kepala dan badan. Bentrok antar suporter dan polisi jadi tidak terelakan, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan masa Perserang.

Empat suporter yang diduga sebagai provokator diamankan, sejumlah pemain Perserang pun mencoba menenangkan para suporter Perserang. Pertandingan pun tertunda akibat insiden ini, namun beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan hasil akhir 2-1 untuk CUFC.

Saling pukul

Namun ketika pertandingan kembali dilanjutkan, keributan berpindah keluar stadion. Tawuran antar suporter Perserang dan CUFC terjadi, kedua kubu saling pukul dan lempar batu.

Pengamanan polisi pun beralih ke luar stadion. Petugas kemudian berhasil mendesak kedua kubu terpisah.

Usai pertandingan, suporter Perserang pulang dengan pengawalan ketat. Namun pengawalan polisi tidak mengurungkan niat para suporter untuk menghancurkan pintu kaca sebuah apotek di jalur protokol.

Serpihan-serpihan batu juga berserakan di pertigaan PCI. Rupanya para suporter membuang batu yang diambil dari sekitar stadion sepak bola KS.

Terkait hal ini, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, satu dari empat suporter yang diamankan diketahui membawa narkoba jenis tembakau gorila. “Selain karena diduga memperkeruh suasana, di dalam tas salah satu oknum membawa narkoba jenis tembakau gorila. Saat ini mereka sedang kami periksa,” katanya.

Menurut Kapolres, chaos terjadi lantaran para suporter Perserang tidak puas atas keputusan wasit saat gol terjadi. Namun begitu, pihaknya berhasil mengamankan situasi, sehingga pertandingan dapat diselesaikan. “Meskipun dari pihak kami jatuh korban, tapi secara global situasi berhasil kami amankan,” ujarnya.

Aniaya 2 Suporter 

Sehari sebelumnya, yakni Minggu 20 Oktober 2019, 10 oknum pemain Perserang terpaksa berurusan dengan Polres Cilegon. Ini lantaran oknum-oknum tersebut melakukan penganiayaan dengan cara pengeroyokan terhadap dua warga bernama Tyas Suri Ramadhan dan Palda Prasetya, warga Lingkungan Gerem Raya RT 001/004 Kelurahan, Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon

Dua orang tersebut adalah suporter CUFC. Diduga pengeroyokan terjadi karena kedua orang tersebut melakukan provokasi sehingga menyebabkan para pemain tersulut emosi.

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden pemukulan terjadi di sekitar Stadion KS, tepatnya area jogging track Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. 

“Pelaku memukuli korban yang berjumlah kurang lebih 10 orang. Pelapor dipukuli sampai terjatuh dan mengakibatkan luka lecet dan memar di bagian bawah mata sebelah kiri dari wajah pelapor. Serta luka cakaran di bagian leher. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Tim Perserang Chandra Maga, mengaku belum mengetahui secara detail terkait kasus pengeroyokan itu. Dia mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak manajemen Perserang. “Saya tidak tahu secara detail, hanya sepintas. Nanti akan saya koordinasikan dengan manajemen tim,” ucapnya.***

Bagikan: