Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 22.1 ° C

Perjuangan Aries Susanti Pecahkan Rekor Dunia

Wina Setyawatie
ATLET panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi usai memecahkan rekor kecepatan dunia saat final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen, China, Sabtu, 19 Oktober 2019. Aries berhasil menjadi yang tercepat dan memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 6,995 detik di pantai final ketika berhadapan dengan atlet panjat tebing China, Yi Ling Song dengan catatan 9,032 detik. */ANTARA
ATLET panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi usai memecahkan rekor kecepatan dunia saat final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen, China, Sabtu, 19 Oktober 2019. Aries berhasil menjadi yang tercepat dan memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 6,995 detik di pantai final ketika berhadapan dengan atlet panjat tebing China, Yi Ling Song dengan catatan 9,032 detik. */ANTARA

XIAMEN, (PR).- Pemanjat putri Indonesia, Aries Susanti menyetak rekor dunia baru nomor Speed World Record di Kejuaraan Dunia IFSC Climbing Worldcup di Xiamen, China, Sabtu, 19 Oktober 2019. Rekor baru dicatatkannya di partai final dalam waktu 6,999 detik.

Pada partai final dia mengalahkan Yi Ling Song dari Tiongkok yang menorehkan 9,032 detik. Aries memecahkan rekor dunia atas nama Yi yang dihasilkan pada IFSC Worldcup Chongqing, April lalu dengan waktu 7,101 detik. Pemanjat yang dijuluki "Spiderwomen" ini menjadi pemanjat putri pertama yang mampu melampaui angka 7 detik di nomor speed world record.

Aries mengaku bahagia, karena targetnya untuk bisa memecahkan rekor ini telah tercapai. Rekor yang diukirkan oleh Yi ini sebelumnya merupakan impian Aries untuk bisa dipecahkan.

"Saya bersyukur kepada Allah atas prestasi ini. Akhirnya bisa memecahkan rekor dunia. Ini yang saya impikan. Saya persembahkan prestasi ini untuk Indonesia," katanya dalam rilis yang dikirim PB FPTI.

Pada pertandingan ini, Aries terlihat percaya diri menghadapi partai final. Dia melalui mulus dari pijakan pertama hingga menyentuh tombol timer. Sebaliknya Yi, terpeleset kakinya di lintasan setelah menyentuh injakan kedua dan kemudian tertinggal jauh.

Performa Aries terlihat mumpuni sejak di babak semifinal. Dia bersaing ketat dengan Yi dalam perolehan waktu di babak "4 Besar" ini, setelah sama-sama mencatatkan waktu tercepat, Aries dengan 7,163 detik dan Yi dengan 7,169 detik, keduanya melaju ke final untuk saling berhadapan.

Medali perunggu di nomor ini direbut oleh pemanjat Rusia Mariia Krasavina dengan waktu 7,949 detik. Krasavina menang atas kompatriotnya, Anouck Jaubert yang mencatatkan waktu 14,375 detik.

Di nomor putra, atlet Tiongkok menjadi yang tercepat dan berhak atas medali emas setelah membukukan waktu 7,208 detik. Dia mengalahkan atlet asal Rusia, Lev Rudatskiy yang terjatuh di babak final. Pemanjat Rusia lainnya, Vladislav Deulin merebut perunggu setelah menghasilkan waktu 5,635 detik.

Persiapan olimpik

Selepas dari Xiamen, Aries akan kembali masuk pemusatan latihan lagi untuk persiapan kualifikasi resmi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 28 November-1 Desember mendatang di Toulouse, Perancis. Di kualifikasi, Aries akan tampil di nomor combined putri.

"Dia akan kembali persiapan untuk kualifikasi olimpiade di Perancis. Dengan pencapaian di Tiongkok ini, maka jadi penegas syarat Indonesia untuk bisa masuk 20 besar dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Ini akan jadi modal penting untuk tampil di Olimpiade nanti," kata Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, Hendra Basir.

Dalam persiapan menuju kualifikasi Olimpiade, ajang Asian Championship pada 6-10 November 2019 di Stadion Pakansari, Bogor akan jadi uji coba Aries dan rekan-rekannya.

Pada Olimpiade 2020, FPTI tidak mematok target tinggi. Mengingat nomor combine mempertandingkan tiga nomor panjat tebing, yakni lead, boulder, dan speed. Sementara Indonesia seperti diketahui masih cukup tertinggal di nomor lead dan boulder. Hingga FPTI pun hanya menjadikan Olimpiade Tokyo nanti akan jadi batu pijakan untuk target medali emas di 2024.***

Bagikan: