Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Jabar Rajai Babak Kualifikasi Ketepatan Mendarat

Arif Budi Kristanto
ATLET gantole Jabar melayang sembari membidik titik pendaratan pada Babak Kualifikasi PON XX/2020 cabang olahraga gantole nomor ketepatan mendarat yang rampung digelar di area Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019. Dua atlet gantole Jabar mampu menjadi yang terbaik pada kelas high performance (A) dan kelas intermediate (B) untuk meraih dua medali emas pada ajang yang juga merupakan Kejuaraan Nasional Gantole 2019 itu.*/DOK. GANTOLE JABAR
ATLET gantole Jabar melayang sembari membidik titik pendaratan pada Babak Kualifikasi PON XX/2020 cabang olahraga gantole nomor ketepatan mendarat yang rampung digelar di area Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019. Dua atlet gantole Jabar mampu menjadi yang terbaik pada kelas high performance (A) dan kelas intermediate (B) untuk meraih dua medali emas pada ajang yang juga merupakan Kejuaraan Nasional Gantole 2019 itu.*/DOK. GANTOLE JABAR

SOREANG, (PR).- Jawa Barat berhasil merajai Babak Kualifikasi PON XX/2020 cabang olahraga gantole nomor ketepatan mendarat yang rampung digelar di area Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019. Dua atlet gantole Jabar mampu menjadi yang terbaik pada kelas high performance (A) dan kelas intermediate (B) untuk meraih dua medali emas pada ajang yang juga merupakan Kejuaraan Nasional Gantole 2019 itu.

Gelar juara untuk Jabar pada nomor ketetapan mendarat kelas high performance (A) diraih oleh Riko Bahiudin Saputra. Dari empat ronde yang dilakukan, setelah melayang-layang di udara,  Riko mampu mendarat dengan jarak terdekat dari death center (titik sasaran), yakni total 832 (nilai ketepatan mendarat dalam satuan cm). Perolehan poin Riko jauh mengungguli para kompetitornya, seperti peraih peringkat dua Sulis Widodo asal Jawa Tengah dengan poin 2230 dan TB Husni Mubarak (Banten) pada peringkat ketiga dengan total 2884 dari empat ronde.

Sementara itu, medali emas kedua untuk Jawa Barat diraih oleh Iyus Pratama pada kelas intermediate. Dalam tiga ronde penerbangan, Iyus mampu mendarat dengan titik terdekat dari death center dan meraih nilai 1846. Dia unggul atas peraih medali perak asal Kalimantan Timur Muhammad Ridwan yang mendarat dengan total nilai 2468. Posisi ketiga kelas ini ditempati oleh Allpy Aris asal Jawa Timur dengan total nilai 2651.

Babak Kualifikasi PON XX/2020 cabang olahraga gantole yang digelar di area Lanud Sulaiman diikuti 63 atlet dari 13 provinsi. Hanya satu provinsi yang tidak mengirimkan atletnya yakni Sumatera Utara.

Ketua Pengurus Provinsi Gantolle Jawa Barat Mohamad Agit Ariakusumah mengatakan raihan dua medali emas pada babak kualifikas sekaligus kejurnas tersebut sudah sesuai target. Selain meraih dua medali emas, Jabar juga kata Agit sudah mengamankan lima kuota untuk tampil di putaran final PON XX/2020 Papua.

Menurut Agir, kuota atlet gantole di PON XX  tersedia 36 atlet diluar atlet tuan rumah PON XX, Papua. Babak kualifikasi menjadi arena seleksi atlet untuk bisa tampil di PON XX dengan pembatasan kuota maksimum atlet dari satu provinsi di PON XX sebanyak 6 atlet.

"BK baru selesai menggelar nomor ketepatan mendarat dengan penilaian performa individu. Dua emas kejurnas kita ambil karena kelas A dan B Jabar posisi 1. Jabar juga sudah positif lima kuota," kata Agit, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Dia mengatakan, Jabar tinggal mengamankan satu kuota lagi untuk nomor cross country. Babak kualifikasi untuk nomor tersebut akan digelar di Puncak Telomoyo, Semarang, Jawa Tengah, 20-23 Oktober 2019.

"Alhamdulillah, dengan semua keterbatasan kami masih bisa membutikan kualitas team gantole Jawa Barat. Mudah-mudahan ini jadi perhatian bagi Pemerintah Jawa Barat dan KONI Jawa Barat ke depannya," kata Agit.

Sebagai informasi, tim gantole Jabar merupakan peraih gelar juara umum PON XIX/2016 setelah meraih tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Medali emas Jabar saat itu diraih atlet senior Koesnadi Bohon dan Ujang Robby pada nomor ketepatan mendarat beregu A dan dua medali emas dari Ayat Supriatna  pada nomor ketepatan mendarat kelas A dan nomor terbang lintas alam kelas A. 

Agit mengatakan, tim gantole Jabar memiliki misi untuk kembali menjadi yang terbaik pada ajang PON. Oleh karena itu dia berharap,  pemerintah Jawa Barat melalui bantuan yang disalurkan KONI Jawa Barat bisa lebih maksimal memberikan dukungan untuk persiapan atlet menghadapi PON. Bagaimanapun juga, kata Agit, pengembangan prestasi tanpa ada dukungan finansial yang baik akan sulit terwujud.

"Gantole adalah olah raga yang menggunakan alat. Faktor alat sangat berpengaruh dan alat yang kami gunakan alat-alat tahun 2014 dan 2016, berbeda dengan daerah-daerah pesaing seperti DKI Jakarta, Jatim, Banten, Jateng, dan Sumatera Barat yang sudah menggunakan peralatan paling baru," ujarnya.***

Bagikan: