Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.3 ° C

Empat Sikap Kemenpora Terkait Rencana Kongres PSSI

Wina Setyawatie
PSSI.*/DOK PR
PSSI.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta PSSI sesegara mungkin menyampaikan laporan rencana kerja pelaksanaan Kongres PSSI. Ini untuk menghindari ada miskomunikasi, karena persiapan dan pelaksaan Kongres harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik di federasi maupun perundangan-undangan nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto dalam rilis yang diterima Pikiran Rakyat, Sabtu 19 Oktober 2019. Sempat tersiar kabar jika FIFA sempat mempertanyakan alasan PSSI kukuh menggelar kongres pada 2 November mendatang. Terkait hal ini, Gatot menegaskan, agar kejadian pada 2016 lalu tidak terulang, maka kongres 2 November perlu mendapat persetujuan FIFA terlebih dahulu. 

"Pertama, Kemenpora mengambil sikap bahwa rencana PSSI untuk mengadakan kongres mendatang adalah sepenuhnya ranah dan kewenangan PSSI. Baik untuk menentukan waktu, tempat, dan agenda yang akan dibahas. Pemerintah tidak ingin melakukan intervensi yang bisa dianggap bertentangan dengan statuta FIFA kahususnya Pasal 14 butir (i)," tuturnya.

Kedua, kata Gatot, meski merupakan kewenangan PSSI, hanya saja mengingat bidang keolahragaan telah diatur dalam UU SKN (Sistem Keolahragaan Nasional), dimana menteri yang bertanggung jawab dalam bidang olahraga adalah Menpora. Maka sudah selayaknya jika Kemenpora meminta penjelasan PSSI terkait dengan rencana kongres ini.

"Ini bukan bentuk intervensi, namun kita berkaca pada pengalaman 2016 lalu. Di mana ada perselisihan antara Kemenpora dengan PSSI tentang masalah waktu dan tempat penyelenggaraan kongres," imbuhnya.

FIFA setujui tanggal kongres

Ketiga, PSSI telah memberikan informasi terbaru yang disampaikan oleh Sekjen PSSI pada 19 Oktober 2019 pagi. Dengan menunjukkan dokumen resmi terbaru PSSI bahwa FIFA tidak keberatan jika PSSI mengadakan kongres pada 2 November 2019.

"Konfirmasi ini yang perlu diperoleh Kemenpora, karena semula FIFA kan menghendaki kongres untuk digelar pada Januari 2020. Untuk itu, kami meminta agar PSSI sesegera mungkin untuk menyampaikan laporan rencana pelaksanaan kongres PSSI kepada Menpora. Info itu sudah cukup bagi kami, dan berharap seluruh hal terkait dengan persiapan dan pelaksaan kongres harus sesuai dengan statuta FIFA, UU SKN, dan statuta PSSI tentunya," tukasnya.

Terakhir, menurut Gatot, pihaknya tidak dalam posisi mengunggulkan siapapun yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif PSSI. Semua keputusan disadari merupakan hak dari voter.

"Hanya saja, untuk yang terpilih. Kami meminta agar beliau bertanggung jawab sepenuhnya untuk melakukan perbaikan tata kelola dan prestasi PSSI khususnya Timnas senior yang masih jauh dari harapan, terkecuali prestasi yang patut dibanggakan untuk Timnas yang levelingnya U-16 dan juga U-19  di tahun 2018 yang telah mampu menembus kelompok 8 besar Asia, sesuatu yang sulit sekali dicapai pada masa-masa sebelumnya," pukas Gatot menjelaskan.***

Bagikan: