Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

Denmark Open 2019: Maju ke Final, Praveen-Melati ingin Buktikan Diri

Wina Setyawatie
PRAVEN Jordan-Melati Daeva melaju ke final Denmark Open 2019. Mereka menembus partai final setelah mengalahkan wakil Taiwan Wang Chi Lin-Cheng Chi Ya 21-12, 21-12 dalam pertandingan yang berlangsung selama 27 menit di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu, 19 Oktober 2019.*/DOK. PBSI
PRAVEN Jordan-Melati Daeva melaju ke final Denmark Open 2019. Mereka menembus partai final setelah mengalahkan wakil Taiwan Wang Chi Lin-Cheng Chi Ya 21-12, 21-12 dalam pertandingan yang berlangsung selama 27 menit di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu, 19 Oktober 2019.*/DOK. PBSI

ODENSE, (PR).- Melaju ke final Denmark Open 2019, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti ingin membuktikan diri. Mereka menembus partai puncak setelah mengalahkan wakil Taiwan Wang Chi Lin-Cheng Chi Ya.

Bertanding selama 27 menit di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu, 19 Oktober 2019, ganda peringkat 7 dunia ini menang dua gim langsung 21-12, 21-12. Ini merupakan final kedua mereka di turnamen level BWF Super 750. Sebelumnya di Japan Open 2019, mereka harus puas menjadi runner-up.

Bisa melaju ke final, setelah beberapa masalah yang melanda dirinya di Pelatnas Cipayung, membuat Praveen bertekad untuk membuktikan diri. Dia ingin mengubah energi negatif yang ada menjadi motivasi untuk bisa merebut gelar perdana di tahun ini.

"Tentu perasaannya senang bisa mencapai final. Ini final kedua bagi kami di level 750 dan tahun ini kami belum ada gelar juara. Jadi, kami ingin membuktikan diri. Sejauh ini pembuktian diri kami berhasil hingga bisa melaju ke final, dan ini akan memotivasi kami untuk bisa meraih gelar di tahun ini," tegasnya.

Pertemuan dengan Wang-Cheng di babak semifinal adalah untuk kali ketiga. Dari tiga pertemuan ini, Praveen-Melati memang masih terlalu digdaya untuk pasangan peringkat 32 dunia tersebut.
"Ini sedikit berbeda dari pertemuan terakhir kami di Australia Open 2019 lalu. Ketika itu pasangan ini (Wang-Cheng) memberikan perlawanan ketat, hingga kami harus kerja keras tiga gim. Kali ini kami melaju cukup mudah," tukasnya.

Dibandingkan pertemuan sebelumnya, memang kemenangan kali ini lebih mudah. Kendati sempat ada adu poin di awal gim pertama dan kedua, itu tidak berlangsung lama. Selebihnya, di pertandingan ini Praveen-Melati mampu menguasai permainan.

"Sebenarnya kami lebih fokus dan banyak komunikasi. Sebelum laga ini, kami (dirinya, Melati, dan pelatih) lebih banyak diskusi. Itu yang menjadi kunci kemenangan kami hari ini. Kami mungkin lebih siap hari ini," ucap Praveen.

Kemenangan dari unggulan pertama di babak perempat final, juga menjadi penambah semangat mereka. Pasalnya, begitu menang, Praveen-Melati merasa peluang mereka semakin terbuka. Karena selama ini setelah empat kali bertemu di tahun ini dan kalah, mereka akhirnya bisa menang untuk kali pertama.

"Setelah menang dari Zheng Siwei-Huang Yaqiong kemarin, kami merasa peluang semakin terbuka dan kami tidak mau menyia-nyiakannya kali ini. Jadi kami main lebih maksimal lagi saja," tambahnya.

Di final yang akan berlangsung pada Minggu, 20 Oktober 2019, Praveen-Melati akan menghadapi unggulan kedua Wang Yi Lyu-Huang Dong Ping. Wakil Tiongkok tersebut melaju setelah memenangi laga ketat tiga gim yang berakhir 21-15, 15-21, 21-11 atas pasangan Korea Seo Seung Jae-Chae Yujung.

Sama dengan Zheng-Huang, pertemuan Praveen-Melati dengan Wang-Huang pun dibayang-bayangi dengan rekor pertemuan. Pasalnya, sudah enam kali bertemu, Praveen-Melati juga belum pernah bisa menang atas calon lawannya tersebut.

Dalam tiga pertemuan terakhir, India Open 2019, Australia Open, dan Japan Open 2019 bahkan Praveen-Melati kalah dalam dua gim langsung dengan selisih yang cukup menyolok. "Tentu kali ini kami tidak mau kalah lagi. Kami akan atur strategi baru untuk bertemu mereka," ungkap Praveen.***

Bagikan: