Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

37 Cabang Olahraga Ditetapkan Akan Dipertandingan di PON XX 2020 Papua

Wina Setyawatie
ATLET Atletik Dewa Radika Sya saat mempersembahkan emas di nomor 400 meter putra, ASEAN School Games 2019, Sabtu, 20 Juli 2019.*/DOK KEMENPORA
ATLET Atletik Dewa Radika Sya saat mempersembahkan emas di nomor 400 meter putra, ASEAN School Games 2019, Sabtu, 20 Juli 2019.*/DOK KEMENPORA

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Provinsi Papua bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah menetapkan daftar nama 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua. Dari 10 cabang olahraga yang dirasionalisasi ada dua cabor olimpik, empat cabor Asian Games, dan empat cabor non olimpik.

Keputusan 37 cabang olahraga tersebut telah disepakati dan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Penyempuraan Penetapan Cabang olahraga PON Papua 2020 yang ditandatangani oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman. Penandatanganan SK dilakukan di Gedung Negara Dok V Jayapura, Jumat, 11 Oktober 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marciano kepada "PR" lewat pesan singkat, Sabtu, 12 Oktober 2019. Turut menyaksikan Ketua PB PON yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe, Deputi V Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), dan staf ahli hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Iya benar sudah saya tanda tangani Jumat malam di Papua. Menetapkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dengan 6442 orang kuota atlet. Dengan ditandatangani SK ini diharapkan KONI Provinsi sebagai peserta bisa langsung menyiapkan kontingen. Kemudian untuk induk cabang olahraga bisa segera menyusun kepanitiaan pertandingan dan bagi PB PON bisa langsung bersiap untuk penyelenggaraan," katanya.

Ke-37 cabang olahraga yang diputuskan akan dipertandingan di PON adalah aerosport (aeromodelling, gantole, paralayang, tebang layang, terjun payang), akuatik (loncat indah, renang, renang perairan terbuka, renang artistik, polo air), anggar, angkat besi (angkat besi, angkat berat, binaraga), atletik, bisbol/sofbol (bisbol, sofbol), bermotor, biliar, bola basket (5X5, 3X3), bola tangan, bola voli (voli indoor, voli pasir), bulutangkis, catur, kriket, dayung (kano, kayak, perahu naga), gulat, hoki (hoki lapangan, hoki ruangan), judo, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, rugby 7's, selam (kolam, laut), senam (artistik, ritmik, aerobik), sepakbola (sepakbola, futsal), sepak takraw, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, tenis, tinju, dan wushu.

Sedangkan 10 cabor yang terkena rasionalisasi yakni balap sepeda, tenis meja, bridge, gateball, ski air, bowling, dansa, pentaque, woodball, serta soft tenis.

Latar belakang diterbitkannya SK penyempurnaan cabang olahraga ini adalah berawal dari Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden RI pada 26 Agustus 2019 lalu. Dimana dalam Ratas tersebut diputuskan bahwa cabang olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan tuan rumah.

Hingga dari 47 cabang olahraga tereduksi menjadi 37 cabang olahraga. Dalam merumuskan daftar cabang ini mempertimbangkan beberapa hal. Selain kesiapan venue pertandingan dan potensi tuan rumah, juga melihat dari sisi olahraga Olimpik dan cabang olahraga yang memiliki prestasi internasional. Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Kadispora Papua Alexander S. Kapisa yang menjadi penghubung pusat dan daerah.

"Seusai arahan awal, penentuan cabang ini disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan mempertimbangkan potensi medali dari Papua," katanya.

Untuk tempat penyelenggaraan, PB PON telah memutuskan akan dipusatkan di tiga tempat, yakni Kota/Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Marauke sebagai kabupaten penyangga. PON yang akan digelar pada 20 Oktober-2 November 2020 ini akan dibuka dan ditutup di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Ditambahkan Marciano, sebelum menandatangani SK penyempurnaan cabor, dirinya bersama perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Perekonomian, dan Kemenpora terlebih dahulu melakukan peninjauan sarana pertandingan di Kota dan Kabupaten Jayapura. Sarana yang ditunjuai antara lain, GOR Cenderawasih, Lapangan Tenis Walikota Jayapura, GOR Waringin, Stadion Papua Bangkit, Istora Kampung Harapan, Stadion Akuatik Kampung Harapan, serta pusat olahraga (sport center) Doyo Baru untuk cabang olahraga hoki dan kriket.

"Setelah meninjau secara langsung, saya cukup optimis jika pembangunan infrastruktur akan selesai sebelum PON tahun depan," ujarnya.

Kondusif

Gubenur Papua yang juga Ketua PB PON Lukas Enembe mengatakan terkait keamanan di Papua, dirinya menilai untuk Jayapura sebagai pusat pemerintahan kondisinya relatif aman. Begitu juga dengan dua daerah lain yang akan jadi penyelenggara.

"Saya yakin akan aman, kita koordinasikan dengan keamanan karena penyelenggaraan persiapan di 3 tempat kita pikir aman. Tapi olahraga selalu jadi alat pemersatu bangsa. Hingga kami percaya bahwa pelaksanaan PON ini pasti menjaga negara kesatuan, karena mempertemukan anak bangsa dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.***

Bagikan: