Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Timnas Indonesia Kembali Gagal Kantongi Poin di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Wina Setyawatie
PELATIH Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan).*/ANTARA
PELATIH Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan).*/ANTARA

DUBAI, (PR).- Keinginan Tim Garuda bisa membawa pulang poin perdana dari Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019, pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 masih belum tercapai. Tim Nasional (Timnas) Senior kandas ditangan Uni Emirat Arab (UEA) dengan kekalahan besar 0-5.

Ini merupakan kekalahan ketiga Timnas di fase penyisihan Grup G. Sebelumnya, Hansamu Yama dkk. takluk di tangan Malaysia dan Thailand. Kekalahan ini semakin membenamkan posisi Indonesia di dasar klasemen grup dengan poin nol. Sebaliknya, kemenangan UEA membuat mereka memuncaki klasemen grup dengan poin enam hasil dua kemenangan.

Pada pertandingan ini, satu gol UEA terjadi di babak pertama. Setelah sempat menahan serangan UEA, Indonesia akhirnya kebobolan di menit ke-41. Khalil Ibrahim sukses mengeksekusi umpan panjang yang terarah tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Indonesia, Wawan Hendrawan.

Di babak kedua, penguasaan bola yang kurang baik dari Zulfiandi membuat umpannya yang diperuntukan kepada rekannya di lini tengah berhasil direbut oleh Khalil. Dia pun langsung meneruskannya kepada Ali Ahmed Mabkhout yang kemudian memberikan gol kedua bagi UEA di menit ke-51.

Ali kembali menambah keunggulan UEA, setelah sukses mengeksekusi tendangan pinalti (menit ke-63) yang diberikan wasit. Wasit menunjukan titik putih setelah Hansama dinilai telah melakukan "handsball" pada saat situasi kemelut.

Hattrick kemudian diciptakan Ali setelah mampu menyelesaikan umpan terobosan. Dia yang lolos dari jebakan offside melewati kiper dengan mudah untuk menghasilkan gol keempat untuk UEA di menit ke-72. Gol terakhir UEA dipersembahkan oleh Tariq Ahmed Hassan jelang akhir pertandingan di perpanjangan waktu (90+3').

Indonesia sendiri bukan tanpa perlawanan. Beberapa kesempatan ada, hanya saja arah serangannya belum terarah. Bahkan ketiga jelang akhir pertandingan pun saat UEA mulai mengendurkan permainan, Indonesia keliatan masih kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Mengomentari hasil tersebut, Pelatih Timnas Senior Simon McMenemy dalam jumpa pers lepas pertandingan mengatakan bahwa permainan ini situasinya hampir sama dengan dua laga sebelumnya. Memiliki banyak peluang di babak pertama, namun belum terkonversi dengan baik. Bahkan sebaliknya, kesalahan membuat mereka yang kebobolan lebih dahulu.

"Ini seperti mengulang kondisi yang sama di dua pertandingan sebelumnya. Banyak peluang di babak pertama, terutama jelang turun minum, namun belum terselesaikan dengan baik, sebaliknya justru kita yang kebobolan. Di babak kedua kesempatannya menipis dan diluar perkiraan bahwa mereka bisa membobol empat gol lagi. Situasi di lapangan pun berubah," ujarnya.

Kendati kecewa secara hasil, Simon mengaku tetap mengapresiasi perjuangan pemainnya. Terutama di 40 menit pertama.

"Ini hasil yang harus kita terima lagi. Tentu kecewa, tapi saya harus memberikan kredit untuk para pemain yang sudah memberikan 100 persen di laga ini, saya tidak bisa menyalahkan mereka," ucapnya menambahkan.

Kebugaran

Menurut Simon, kunci utama kekalahan mereka adalah soal kebugaran pemain. Mereka datang ke Dubai tidak dalam kondisi terbaik. Pemain dinilainya kurang istirahat, sementara waktu untuk pemulihan sangat sempit.

"Ini masalah dalam tiga pertandingan berturut-turut. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana bisa mengembalikan kebugaran pemain dengan kondisi yang serba sempit ini. Karena kami kan harus mempersiapkan tim sesingkat mungkin untuk pertandingan selanjutnya," tuturnya.

Sejak awal mantan pelatih Bhayangkara FC ini memang sudah menyatakan bahwa persiapan Timnas menuju Dubai sebenarnya tidak cukup ideal. Pasalnya pemain baru tiba empat hari sebelum pertandingan. Butuh adaptasi cepat untuk bisa menyesuaikan kondisi lapangan dan atmosfer pertandingan.

"Tiga hari sebelum laga adalah yang "tricky", karena adaptasi dan pemulihan kondisi pemain dibutuhkan cepat. Kalau main di laga kandang tidak masalah, tapi di sini berbeda. Soal perbedaan waktu, suhu 37-40 dejarat plus kering saat siang, dan panjangnya penerbangan jadi tantangan kami," ungkapnya.

Setelah ini, Timnas Senior akan langsung bertolak ke Bali untuk mempersiapkan laga berikutnya melawan Vietnam pada Selasa, 15 Oktober 2019 malam. Timnas memiliki waktu kurang dari lima hari untuk bisa memulihkan kondisi.

Jelas kurang menguntungkan dibandingkan Vietnam yang dilaga terakhirnya bermain di kandang. Selain mengantisipasi kondisi kebugaran, Timnas juga harus mengantisipasi semangat Vietnam yang sedang naik, setelah memetik poin tiga dari hasil menahan imbang Thailand dan menang atas Malaysia.

Dari kubu Vietnam, sang pelatih Hang Seo fokus mengaku mewaspadai kekuatan pemain naturalisasi Indonesia. Namun mereka yakin bisa kembali petik kemenangan dan membawa pulang tiga poin.***

Bagikan: