Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 22.7 ° C

Sebanyak 13 Klub Bulutangkis dari Enam Negara Ikuti Superliga Junior 2019

Wina Setyawatie
PARA perwakilan klub peserta Superliga Junior 2019 berfoto bersama usai jumpa pers di Hotel Midplaza, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.*/DOK PBSI
PARA perwakilan klub peserta Superliga Junior 2019 berfoto bersama usai jumpa pers di Hotel Midplaza, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.*/DOK PBSI

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 13 klub dari enam negara akan ambil bagian dalam kejuaraan bulutangkis beregu Caffino Superliga Junior 2019. Kejuaraan beregu dengan format Thomas Uber ini akan mempertandingkan kategori U-17 dan U-19 putra putri.

Pertandingan itu akan berlangsung di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, 15-20 Oktober 2019. Pertandingan akan memainkan lima partai, dengan tiga nomor tunggal dan dua ganda.

Pertandingan kategori U19 putra akan memperebutkan Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti untuk kategori putri. Di kategori U17, Piala Hariyanto Arbi akan diperebutkan tim putra, sedangkan Piala Yuni Kartika untuk kategori putri.

Di kategori U-19, ada lima klub lokal yang bertanding, yakni PB Djarum Kudus, PB Exist Jakarta, PB Mutiara Cardinal Bandung, Jatim United, dan Blibli.com Team. Ada juga lima klub luar negeri, yaitu Harimau Muda Team C (Malaysia), Kumamoto Team (Jepang), Granular Badminton Academy (Thailand), Taiwan High School (Taiwan), dan Singapore Badminton Association (Singapura).

Untuk kategori U-17, ada enam klub lokal, yaitu PB Djarum Kudus, PB Jaya Raya Jakarta, PB Exist Jakarta, PB Mutiara Cardinal Bandung, PB SGS PLN Bandung, dan Sarwendah Badminton Club. Selain itu, ada dua klub luar negeri yang dibagi menjadi tiga tim, yaitu Harimau Muda Team A (Malaysia), Harimau Muda Team B (Malaysia), dan Kumamoto Team (Jepang).

Berupaya mempertahankan gelar

ATLET bulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin 9 September 2019.*/ANTARA

Tahun lalu, gelar juara di dua kategori tersebut dikuasai oleh Exist Jakarta dan PB Djarum baik di putra maupun putri. Menurut manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, timnya seharusnya bisa mempertahankan gelar di U-17 putri. Sebagai juara bertahan, mereka masih diperkuat oleh tim juara.

"Ya mestinya sih bisa ya. Karena tahun lalu atlet-atlet kita umurnya masih muda-muda. Walaupun tahun ini kekuatan merata semua, kami tetap akan berusaha untuk mempertahankan gelar," katanya dalam jumpa pers di Hotel Midplaza, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

Sementara itu, klub wakil Jawa Barat, PB Mutiara Cardinal Bandung mengatakan, secara kekuatan, mereka tetap masih berpatokan kepada empat besar. Menurut Manajer tim Mutiara, Enroe Cloesa, kejuaraan itu akan jadi ajang uji coba bagi para pemain muda mereka, apalagi materi pemain mereka di tahun ini lebih banyak.

" Makanya untuk Superliga kali ini kita kirim empat tim di dua kategori. Target kami untuk Superliga kali ini masih di kisaran empat besar minimal. Sembari berusaha selanjutnya untuk mempertahankan posisi di tiga besar," ungkapnya.

Melihat kekuatan pesaing, kata Enroe, sayang jika yang ikut hanya dari Malaysia dan Thailand yang notabene juniornya kurang greget. Dia menyatakan, seharusnya panpel mencari tim-tim junior lain yang memiliki kualitas berimbang atau bahkan memiliki kualitas di atas pemain Indonesia, seperti dari Korea dan Denmark, supaya menimba pengalaman tanding untuk pemain muda.

Mengomentari masalah peserta ini, Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan, hal itu tidak bisa langsung direalisasikan. "Tahun lalu Korea ada, tapi sekarang mereka tidak bisa ambil bagian karena sedang menjalani ujian sekolah pemainnya,” ucapnya.***

Bagikan: