Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Leo-Indah Belum Terbendung, Tembus Babak Perempat Final Perorangan WJC 2019

Wina Setyawatie
UNGGULAN pertama ganda campuran, Leo Rolly Carnando-Indah Cahya Sari Jamil masih melaju mulus ke babak perempat final World Junior Championship 2019 nomor perorangan.  Di babak keempat di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Kamis, 10 Oktober 2019, Leo-Indah berhasil mengalahkan wakil Tiongkok Chen Xu Jun-Zhang Chi dalam skor 21-17, 25-23.*/DOK. HUMAS PBSI
UNGGULAN pertama ganda campuran, Leo Rolly Carnando-Indah Cahya Sari Jamil masih melaju mulus ke babak perempat final World Junior Championship 2019 nomor perorangan. Di babak keempat di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Kamis, 10 Oktober 2019, Leo-Indah berhasil mengalahkan wakil Tiongkok Chen Xu Jun-Zhang Chi dalam skor 21-17, 25-23.*/DOK. HUMAS PBSI

KAZAN, (PR).- Sukses menorehkan prestasi di sektor beregu, tim junior Indonesia kembali meneruskan perjuangannya di nomor perorangan World Junior Championships 2019. Indonesia mengandalkan sektor ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri untuk membawa pulang gelar di nomor ini.

Tahun lalu dari perorangan, Tim Merah Putih menghasilkan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Satu emas dipersembahkan oleh pasangan Leo Rolly Carnando-Indah Cahya Sari Jamil.

Tahun ini pasangan ini kembali menjadi unggulan pertama di sektornya. Hingga Kamis, 10 Oktober 2019, langkah mereka masih tidak terbendung. Bertanding di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Leo-Indah berhasil menembus babak perempat final setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Chen Xu Jun-Zhang Chi dalam skor cukup ketat dua gim 21-17, 25-23.

Di "8 Besar" mereka akan bertemu dengan pemain Hong Kong, Lui Chun Wai-Leung Sze Lok. Pemain non unggulan ini menumbangkan ganda Denmark Marcus Rindshoj-Clara Graversen dalam skor 21-12, 21-19.

Menjadi harapan, Leo-Indah mengaku tidak mau memikirkan hal tersebut. Mereka saat ini mengaku hanya fokus satu demi satu pertandingan dan belum memikirkan juara.
"Kami tidak ingin kalau memikirkannya malah jadi beban. Kami lebih memilih fokus satu demi satu pertandingan. Tegang itu pasti ada, tapi kami ingin jadikan hal itu jadi motivasi saja," tukasnya Indah.

Mereka menilai lawan terberat di sektor ini adalah dari Tiongkok. Siapapun itu pemainnya. Namun, mereka juga tidak ingin lengah karena terlalu fokus kepada para pemain Tiongkok. "Lawan terberat sepertinya dari Tiongkok, tapi kami juga tidak mau lengah dengan lawan dari negara-negara lain. Kami tidak boleh anggap remeh lawan," ujar Leo.

Menghadapi Chen-Zhang, Leo-Indah sempat tertinggal di awal permainan. Sempat bisa menyamakan kedudukan 9-9, namun mereka kembali tertinggal. Hingga saat kedudukan "match point" 20-19 pun mereka belum bisa mengakhiri. Lawan akhirnya memaksa adu setting sebelum akhirnya Leo-Indah menutup gim penentuan itu dengan kemenangan.

"Lawan cukup bagus. Kami pun belum pernah bertemu, jadi belum tahu bagaimana permainannya. Mereka temponya kencang dan cepat, no lob pendek," kata Indah.

Ketatnya permainan di gim kedua, lanjutnya, disebabkan kurang siapnya dia dan Leo. Hingga lawan cukup mudah menekan mereka. Saat setting, menurut Indah, mereka saling mengingatkan untuk bermain lebih sabar.

Menghadapi pemain Hong Kong di babak selanjutnya, Indah mengaku lebih siap. Menurutnya, dirinya dan Leo sudah banyak belajar dari babak 32 besar, ketika hampir kalah dari pasangan India.

"Kami belajar banyak ketika hampir kalah di 32 besar kemarin. Semoga besok kami bisa tampil lebih baik dan konsisten dari awal sampai akhir," ungkapnya.

Satu wakil tunggal putra terhenti

Indonesia harus kehilangan satu wakil di tunggal putra. Langkah Christian Adinata terhenti di babak keempat. Unggulan kedelapan ini takluk dari pemain Taiwan non unggulan Lin Kuan-Ting dengan skor 22-20, 16-21, 17-21. Hilang fokus menjadi kendalanya dalam pertandingan tersebut. Terhenti, di WJC terakhirnya, Christian mengaku kecewa. "Kecewa pasti, karena diikutsertaan terakhir saya di junior ini harapannya hasil bisa lebih baik. Tapi saya sudah mencoba," tukasnya.

Indonesia mengirim dua wakil tunggal putra ke babak 16 besar lewat Bobby Setiabudi yang mengalahkan Kim Tae Rim dari Korea dengan skor 21-17, 15-21, 21-13 dan Yonathan Ramlie yang menundukkan Enrico Baroni dari Italia dengan skor akhir 18-21, 21-8, 21-13.***

Bagikan: