Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Raja Sapta Oktohari Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KOI 2019-2023

Wina Setyawatie
KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terpilih periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari mengikuti Kongres KOI di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum KOI periode 2019-2023 menggantikan Erick Thohir.*/ANTARA
KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terpilih periode 2019-2023 Raja Sapta Oktohari mengikuti Kongres KOI di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum KOI periode 2019-2023 menggantikan Erick Thohir.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Tampil sebagai satu-satunya calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023, Raja Sapta Oktohari akhirnya terpilih secara aklamasi dalam Kongres KOI yang berlangsung di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Dia terpilih bersama satu-satunya calon Wakil Ketua Umum KOI Warih Sadono.

Tiga kali ketokan palu oleh pimpinan sidang meresmikan pemilihan Okto sebagai Ketua Umum KOI baru. Kongres pemilihan ini dipimpin oleh Ngatino dari PB Wushu, dengan anggota dari perwakilan PP Perpani (panahan), Forki (karate), PP ISSI (balap sepeda), dan PP MPI (Modern Pentathlon Indonesia).

"Karena hanya ada satu calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, dan tidak ada keberatan dari peserta kongres, maka mereka terpilih secara aklamasi. Tiga ketokan palu akan mengesahkan Raja Sapta Oktohari dan Warung Sadono sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KOI baru periode 2019-2023," kata Ngatino.

Kongres Pemilihan KOI ini diikuti oleh 57 cabang olahraga yang terdiri dari 32 cabang olimpik dan 25 cabang non olimpik. Cabor olimpik memiliki tiga suara dan cabor non olimpik memiliki satu suara saja.

Pemilihan yang berjalan sedikit alot adalah untuk penentuan Komite Eksekutif (KE) KOI. Ada 16 calon yang terdaftar. Dari jumlah tersebut ada enam calon yang akan diangkat sebagai KE KOI, empat dari cabor olimpik dan dua dari cabor non olimpik. Mereka dipilih di kongres melalui voting.

Total KE KOI ada 11 orang termasuk Ketua, Wakil Ketua, enam KE yang terpilih dari kongres, dua pewakilan atlet yang dipilih oleh Komite Atlet KOI, dan satu perwakilan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Erick Thohir.

Protes dari Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) kubu Peter Layardi Lay mewarnai Kongres Pemilihan KOI. Mereka protes jelang pembacaan tata tertib. Salah satu perwakilan PTMSI, Mansur Maskoro yang datang bersama rombongan memaksa untuk masuk dalam ruangan kongres. Mereka dihadang oleh pihak pengamanan kongres karena tidak memiliki ID Card peserta Kongres.

Situasi sempat memanas selama 10 menit karena adu argumen antara pihak pengamanan dan wakil PTMSI. Mereka menilai adalah pengurus PTMSI yang sah, namun mengapa justru undangan kongres ditujukan kepada Ketua Umum PP PTMSI yang dipimpin oleh Lukman Eddy. Mereka pun mengaku juga mendapatkan undangan yang sah sebagai peserta, sembari menunjukkan copy undangan dari KOI lewat telepon selular. Mansur meminta agar Ketua KOI Erick Thohir untuk keluar dan menemui mereka.

Beruntung kericuhan bisa diredakan setelah pihak pengamanan mengatakan bahwa tidak ada pengurus PTMSI yang diundang dan hadir di kongres KOI tersebut. Bahkan bangku PTMSI tidak ditempati siapapun.

Erick saat jeda kongres mengatakan bahwa tidak ada satu pun perwakilan PTMSI yang diundang. Tempat mereka dibiarkan kosong.

"(PTMSI) di luar semua, tempat duduknya kosong kan. Kalau mereka mau masuk ya harus satu kepala dulu. Kalau ada tiga perpecahan dalam satu cabang olahraga itu salah siapa? Makanya KOI mengambil kebijakan bahwa selama masih ada perpecahan, tidak ada yang bisa masuk, adil kan," tuturnya.***

Bagikan: