Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Ada di Dasar Klasemen, Timnas Indonesia Pantang Patah Arang

Wina Setyawatie
PARA pemain Timnas Senior melakukan latihan jelang lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G melawan Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019. Indonesia sementara masih jadi juru kunci grup dengan hasil nol poin setelah kalah lawan Malaysia dan Thailand di partai kandang.*/PSSI
PARA pemain Timnas Senior melakukan latihan jelang lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G melawan Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019. Indonesia sementara masih jadi juru kunci grup dengan hasil nol poin setelah kalah lawan Malaysia dan Thailand di partai kandang.*/PSSI

DUBAI, (PR).- Berada di dasar klasemen Grup G pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, tidak membuat Tim Nasional (Timnas) Senior Indonesia patah arang. Menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) di lanjutan pertandingan fase grup di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019, Tim Garuda justru percaya diri dan sangat menantikan pertandingan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Pelatih Timnas Senior Simon McMenemy melalui pesan singkat kepada media, Selasa, 8 Oktober 2019. Jelang dua hari pertandingan, mereka melakukan pengulangan tentang apa yang mereka lakukan di tiap latihan dalam beberapa hari terakhir.

"Kami mengatur untuk 25 pemain dalam laga ujicoba internal agar mereka bisa belajar dari kesalahan, bagaimana bisa mengambil keputusan yang tepat pada saat mendesak. Sesi latihan ini sangat positif, pemain terlihat percaya diri dan kami menantikan laga nanti," katanya.

Bagi Hansamu Yama dkk., ini merupakan laga ketiga di Grup G, sedangkan untuk UEA adalah laga kedua mereka. Indonesia datang dengan nilai nol poin setelah kalah dari Malaysia dan Thailand di laga kandang. Sebaliknya calon lawan tim Merah Putih telah mengumpulkan tiga poin pertamanya usai menang di laga perdana melawan Malaysia.

Guna menjaga peluang untuk terus maju ke babak selanjutan dalam kualifikasi ini, maka Indonesia tidak boleh membawa pulang kekalahan lagi. Minimal hasil seri harus di tangan untuk tetap menjaga asa.

Persiapan tidak ideal

Persiapan Timnas menuju Dubai sebenarnya tidak cukup ideal. Pasalnya, pemain baru tiba empat hari sebelum pertandingan. Butuh adaptasi cepat untuk bisa menyesuaikan kondisi lapangan dan atmosfer pertandingan.

"Ya memang begini kendalanya. Tapi saya bisa mengerti soal situasi ini dan kami hanya harus melakukan yang terbaik saja. Pemain baru tiga empat hari sebelum pertandingan. Tiga hari sebelum laga adalah yang tricky, karena adaptasi dan pemulihan kondisi pemain dibutuhkan cepat. Kalau main di laga kandang tidak masalah, tapi di sini berbeda. Soal perbedaan waktu, suhu 37-40 dejarat plus kering saat siang, dan panjangnya penerbangan jadi tantangan tersendiri," tuturnya.

PARA pemain Timnas Senior melakukan latihan jelang lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G melawan Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019. Indonesia sementara masih jadi juru kunci grup dengan hasil nol poin setelah kalah lawan Malaysia dan Thailand di partai kandang.*/PSSI

Kendati terkendala, Simon tetap menilai sebagai pemain profesional, pemainnya dianggap sudah bisa mengatasinya. Mereka pun mengaku banyak belajar dari laga kontra Yordania.

"Kami kali ini sangat positif menatap pertandingan," tutur Simon.

Jaga kondisi

Jelang persiapan melawan EUA, tim manajemen Timnas menyiapkan berbagai antisipasi guna menjaga kondisi pemain agar dapat bermain maksimal melawan UEA nanti. Pengaturan menu makanan yang baik akan menjadi salah satu caranya.

Dokter Timnas Indonesia, Ahmad Nizar, mengatakan bahwa faktor non teknis ini menjadi salah satu penunjang penting selain persiapan teknis. Pasalnya kondisi cuaca yang berbeda antara Dubai dan Jakarta membuat pemain dinilainya rentan terkena virus.

"Dengan cuaca seperti ini, pola makan harus dijaga agar pemain dalam kondisi bugar dan fit. Untuk makanan, menu wajib yang harus disajikan adalah sayur, ayam, ikan, salad, buah, susu, serta roti. Semua saya cek (dari restoran hotel) sebelum disajikan ke pemain," tuturnya.

Dirinya membuat pantangan untuk para pemain, yakni makanan berminyak, pedas, dan kerupuk. Air minum dan buah juga menjadi menu wajib cemilan yang harus selalu dimakan/minum oleh pemain agar tidak terkena dehidrasi mengingat cuaca menyengat dari pagi hingga sore.

Antisipasi

Sementara itu, kendati lawan yang dihadapi adalah tim dasar klasemen, UEA tetap tidak mau memandang remeh Indonesia. Mereka menilai Indonesia pasti akan bermain ngotot untuk tetap menjaga asa mereka menuju Piala Dunia 2022.

Dikutip dari situs resmi Federasi Sepak Bola UEA, gelandang mereka, Ahmed Barman mengatakan bahwa secara peluang semua tim masih memiliki kesempatan yang sama.

PARA pemain Timnas Senior melakukan latihan jelang lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G melawan Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis, 10 Oktober 2019. Indonesia sementara masih jadi juru kunci grup dengan hasil nol poin setelah kalah lawan Malaysia dan Thailand di partai kandang.*/PSSI

"Di fase ini masih sangat awal untuk berbicara tentang siapa yang memimpin klasemen grup atau siapa yang jadi juru kunci grup. Karena masing-masing dan setiap tim dalam grup ini masih memiliki kesempatan untuk lolos. Jadi persaingan pasti akan meningkat dalam tiap putarannya. Kami pun harus maksimal untuk mencapai tujuan tanpa meremehkan lawan," katanya.

Ahmed berharap para suporter mereka yang sudah terlepas dari sanksi AFC karena ulahnya di Piala Asia 2019 bisa membantu memotivasi semangat rekan-rekannya yang lain. Menurutnya, suporter memegang peran penting bagi timnya untuk bisa mengalahkan Indonesia.

"Sudah tentu main tanpa penonton dan dengan penonton berbeda. Kehadiran penonton akan memberikan suntikan motivasi bagi kami untuk bisa menampilkan yang terbaik," katanya.

Hampir sama dengan Indonesia, Tim UEA juga memiliki suporter yang terkenal fanatiknya dengan Timnasnya. Suporter UEA sempat mendapatkan sanksi denda 150 ribu dolar dan larangan mendampingi timnas di setiap laga kandang, karena melakukan pelemparan ke pemain Timnas Qatar pada Piala Asia 2019 lalu.

Meskipun kemudian, AFC mencabut larangan tersebut dan memperbolehkan laga digelar dengan penonton, tapi di bawah pengawasan dari FIFA.*** 

Bagikan: