Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Setelah Babak Kualifikasi, Sentralisasi Pelatda PON XX Jadi Kebutuhan Mendesak

Arif Budi Kristanto
null
null

BANDUNG, (PR).- Pelaksanaan sentralisasi tim pemusatan latihan daerah menjadi kebutuhan mendesak para atlet Jawa Barat yang sudah menjalani babak kualifikasi PON XX/2020. Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat berharap pelaksanaan sentralisasi pelatda PON XX/2020 bisa digelar paling lambat Januari 2020 mendatang.

"Setelah menjalani babak kualifikasi dan berhasil meloloskan atlet ke PON XX, kami berharap segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan sentralisasi pelatda. Lebih cepat maka akan lebih baik, paling lambat di Januari 2020 sudah digelar sentralisasi," ujar Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat Ryan Agung Hendriyana di sekretariat Perpani Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin, 7 Oktober 2019.

Ryan mengatakan, tim panahan Jawa Barat berhasil meloloskan 16 orang atlet ke PON XX setelah melewati  babak kualifikasi yang digelar di DKI Jakarta, 22-29 September 2019 lalu. Pada fase tersebut, tim panahan Jabar mengirimkan 18 orang atlet.

Menurut Ryan, pencapaian tim panahan Jabar di babak kualifikasi PON XX sudah sesuai dengan target yakni meloloskan atlet sebanyak mungkin. Namun hasil tersebut masih belum sesuai harapan karena dua atlet gagal tampil pada PON XX di Papua sehingga Jabar tidak bisa mengirim full tim.

"Setelah pelaksanaan babak kualifikasi, atlet-atlet panahan Jabar dikembalikan ke kota/kabupaten masing-masing. Meskipun demikian, bukan berarti atlet yang bersangkutan diliburkan tapi tetap menjalani latihan di daerahnya masing-masing sambil menunggu pemanggilan untuk pelaksanaan sentralisasi," kata Ryan.

Perpani Jabar berharap segera ada keputusan pasti dari KONI Jabar sebagai pemegang otoritas tertinggi organisasi olah raga prestasi di Jabar terkait persiapan menuju PON XX/2020. Salah satu yang mendesak adalah program sentralisasi pelatda PON XX - Jawa Barat.

"Program pelatih sudah disusun dan kami berharap secepatnya bisa dilakukan sentralisasi, kalau bisa sebelum 2019 berakhir sangat baik. Kalaupun terlambat,  pada awal tahun 2020 sudah bisa menggelar sentralisasi. Pelaksanaan sentralisasi ini memang erat kaitannya dengan dukungan anggaran dari Pemprov Jabar yang disalurkan melalui KONI Jabar," kata Ryan.

Selain pelaksanaan sentralisasi, berbagai program pelatihan untuk meningkatkan performa atlet panahan Jabar pun sudah disusun dan disiapkan. Pelaksanaan uji tanding atau try out menjadi bagian penting program persiapan tersebut.

"Kami harap  try out ini minimal bisa digelar dua kali melalui partisipasi pada kejuaraan atau turnamen di provinsi lain atau di negara lain. Kami akan menyesuaikan dengan agenda kejuaraan PB Perpani maupun world archery.Pemenuhan peralatan untuk berlatih maupun bertanding juga kami upayakan. Semoga saja KONI Jabar bisa secepatnya memberi kepastian, baik soal jadwal sentralisasi maupun dukungan anggarannya," ujarnya. 

Dia menambahkan, berdasarkan hasil babak kualifikasi, Jabar hanya bisa mengikuti 14 nomor pertandingan dari 15 nomor yang dipertandingkan pada cabang olah raga panahan PON XX. Kelimabelas nomor yang dipertandingkan di PON XX meliputi nomor perorangan dan beregu putra maupun putri serta nomor campuran atau mix. Ketiganya digelar untuk  tiga klasifikasi yakni, ronde nasional, ronde FITA recurve, dan ronde FITA compound.

"Jabar tidak bisa ikut berlaga di nomor beregu ronde nasional putri karena jumlah atlet kurang. Untuk nomor beregu sendiri, diisi oleh tiga atlet sedangkan Jabar hanya meloloskan satu atlet saja di ronde nasional putri, dua atlet tidak lolos," ujarnya. 

Kuota atlet pada cabang olah raga panahan yang diperebutkan pada babak kualifikasi PON XX sebanyak 138 orang. Jumlah tersebut, kata Ryan, diluar atlet  tuan rumah, Papua yang sudah memastikan diri tampil di PON XX/2020.

"Dari kuota itu, Jatim menjadi yang terbanyak dengan meloloskan full tim yakni 18 atlet dan tampil pada 15 nomor pertandingan.  DKI Jakarta meloloskan 17 atlet, lalu Jabar dan DI Yogyakarta meloloskan 16 orang atlet. Babak kualifikasi PON XX tidak menghitung raihan medali, lebih kepada kelolosan atlet ke putaran final PON XX,"  ujar Ryan.***

Bagikan: