Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Main di Kandang, PSGC Tekuk PSMS Medan 2-0

Nurhandoko
PEMAIN PSGC Sahar Tehupelasury berebut bola dengan Afiful Huda dari PSMS Medan, pada Liga 2 Indonesia yang berlangsung Senin, 7 Oktiber 2019 di Stadion Galuh Ciamis. Kesebelasan Laskar Galuh unggul 2–0 atas PSMS Medan.*/NURHANDOKO/PR
PEMAIN PSGC Sahar Tehupelasury berebut bola dengan Afiful Huda dari PSMS Medan, pada Liga 2 Indonesia yang berlangsung Senin, 7 Oktiber 2019 di Stadion Galuh Ciamis. Kesebelasan Laskar Galuh unggul 2–0 atas PSMS Medan.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) berhasil meraih poin penuh saat melawan PSMS Medan pada lanjutan Liga 2 2019, yang berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Senin, 7 Oktober 2019. Meskipun menang, kesebelasan dengan julukan Laskar Galuh Ciamis hanya dapat menunggu keajaiban agar dapat lolos dari ancaman degradasi di Liga 2.

Dua gol PSGC diperoleh pada menit ke 41, hasil sepakan Fabio Marko setelah mendapat umpan dari Joko Sasangko. Sedangkan gol kedua untuk PSGC pada menit ke 82, oleh Ferianto. Seperti halnya gol pertama, pada gol kedua prosesnya juga hampir sampa, lepas dari kawalan pemain belakang PSMS Medan.  

Jalannya pertandingan berlangsung cuukup menarik. Pada pertandingan terkahir sebagai tuan rumah, PSGC sejak awal sudah melakukan pressure ketat. Berbagai serangan dibangun, baik dari sisi sayap kanan, kiri, maupun sektor tengah.  

Akan tetapi, upaya tersebut banyak terbentur ketatnya barisan belakang PSMS Medan.

Demikian pula tim dengan julukan Ayam Kinantan yang tidak mau kalah pamor dengan menyuguhkan permainan cepat. Serangan bertubi sempat mengancam gawang PSGC yang dijaga Sukasto Efendi.  

Anak asuh Jafri Sastra juga itu membangun serangan dari tengah, akan tetapi selalu gagal dengan ketatnya barisan pertahanan PSGC yang dikomando Edo, Ivan dan Gilang. Dalam satu serangan, Fabio marko lolos dari kawalan, yang dengan sepakannya berhasil menjebol gawang PSMS Medan yang dijaga Alfonsius.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, baik PSGC maupun PSMS Medan tidak banyak melakukan perubahan pada pola permainan. Kedua tim membangun serangan dari barisan belakang, menyusur ke depan.

Pemain PSMS Medan yang posturnya terlihat lebih besar, tenaganya tampak terkuras. Beberapa kali, tim Ayam Kinantan juga membangun serangan cukup bagus, akan tetapi selalu terperangkap jebakan offside.

Hal itu dimanfaatkan oleh PSGC yang semakin tajam melakukan serangan. Hanya sesekali PSMS Medan yang dimotori Rendi Saputra dan Tri Handoko yang mendapat support dari barisan tengah Eki Fauji, Eli Nasoka, dan Syaiful mencoba menerobos ketatnya barisan tengah maupun belakang PSGC.

Upaya tersebut lebih banyak gagal. Beberapa kali, gawang PSGC yang dikawal Sukasto juga mendapat ancaman.  

USAI mencetak gol kedua , Ferianto bersama pemain lainnya melakukan selebrasi dengan memberi hormat kepada pelatih Andri Wijaya, pada lanjutan Liga 2, Senin, 7 Oktober 2019di Stadion Galuh Ciamis.  Kesebelasan Laskar Galuh unggul 2–0 atas PSMS Medan.*/NURHANDOKO/PR

Sementara itu pada serangan balik,  pemain PSGC nomor 24, Ferel Ferdianto, lolos dari kawalan pemain lawan. Dengan tembakan keras jauh dari titik pinalti, ia berhasil menjebol gawang PSMS Medan yang dijaga Alfonsius Kelvan. Hingga wasit meniup peluit terakhirnya, kedudukan tidak berubah, 2–0 untuk kemenangan PSGC.

Bermain lebih efektif

“Kami akui pemain PSGC bermain lebih efektif. Sebaliknya pemain kami bermain tidak seperti yang direncanakan, tidak ada satu pun. Jadi apa pun risikonya ya harus kami terima. Pertandingan juga berjalan menarik,” tutur Pelatih PSMS Medan Jefri Sastra.

Dia mengatakan, kekalahan dari PSGC merupakan catatan tersendiri, untuk menghadapi dua laga kandang tersisa yakni melawan Persiraja dan PS Blitar United. “Kami masih menyisakan dua kali laga lagi. Semoga saja memeroleh hasil terbaik,” ujarnya.

PSGC Ciamis saat melawan PSMS Medan di Ciamis, Senin, 7 Oktober 2019.*/NURHANDOKO/PR

Sementara itu, pelatih PSGC Andri Wijaya memberi apresiasi atas permainan yang disuguhkan anak asuhnya. Seluruh pemain, lanjutnya, dapat menjalankan instruksi yang digenjot dalam tiga hari terakhir menjelang pertandingan.

“Dengan seluruh kemampuannnya, mereka dapat menampilkan permaian terbaiknya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang ikut andil memberi semangat,” kata Andri.

Berkenaan kemungkinan lolos degradasi, Andi mengatakan memang bisa terjadi jika ada keajaiban. Dia menyatakan permainan sudah selesai, akan tetapi untuk menghadapi dua kali pertandingan tandang, pemain diminta tetap semangat.

“Selesai, kecuali jika ada keajaiban. Namun demikian pemain tidak boleh patah semangat menghadapi dua laga terakhir. Kami minta anak-anak tetap semangat,” tuturnya.***

Bagikan: