Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Tim Karate Jabar untuk Babak Kualifikasi PON Terbentuk

Arif Budi Kristanto
Karate.*/DOK PR
Karate.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat rampung menggelar seleksi tim inti karate Jawa Barat di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Minggu, 6 Oktober 2019. Sebanyak 25 atlet terpilih menjadi anggota tim inti Jawa Barat untuk menghadapi Babak Kualifikasi PON yang akan digelar di Jakarta, 4-6 Novermber 2019.

"Seleksi ini diikuti 37 atlet dan kami pilih 25 atlet terbaik, tersingkir 12 atlet. Sebanyak 19 atlet dipilih masuk tim inti, dan 6 atlet cadangan," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi FORKI Jabar Arif Hardiana saat ditemui di sela-sela seleksi.

Menurut Arif, sebelum pelaksanaan seleksi dimulai, ke-37 atlet tersebut sudah menjalani sentralisasi persiapan seleksi akhir yang digelar FORKI Jabar pada 2-4 Oktober 2019. Selain yang sudah masuk dalam tim pelatda PON XX karate Jabar, para atlet yang dipanggil mengikuti seleksi akhir adalah atlet-atlet yang meraih prestasi di ajang kejurnas karate ‘Piala Panglima TNI VII/2019’ di GOR A Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 13-16 September 2019 lalu. Beberapa atlet menghuni kelas pertandingan yang sama, baik pada nomor kumite maupun di nomor kata. 

"Kami ambil 25 atlet, termasuk 6 atlet cadangan, agar ada lawan tanding atau sparing partner sekaligus antisipasi jika atlet inti mengalami cedera atau hal lain yang tidak kita inginkan. Selain itu, atlet yang menghuni kelas yang sama, memiliki performa yang tidak jauh berbeda," ujarnya.

Dia mengatakan, aspek teknik, taktik, fisik, dan mentalitas menjadi parameter dalam penentuan atlet anggota tim Jabar. Arif menegaskn, skuat Jabar harus diisi oleh atlet-atlet terbaik mengingat tantangan berat yang akan dihadapi pada babak kualifikasi.

"Kami lihat kemampuan riil di kelasnya. Performa secara keseluruhan dinilai, baik itu taktik, fisik, teknik, dan terutama mentalitas. Soalnya tekanan nonteknis begitu besar menghadapi babak kualifikasi ini. Tuntutan luar biasa, apalagi DKI Jakarta yang tampak sangat ambisius, bahkan tempat BK dipindah ke DKI," kata Arif.

Dia menambahkan, setelah tim komposisi 100 persen terbentuk, FORKI Jabar akan fokus untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdeteksi. Dia menilai, waktu sebulan menuju babak kualifikasi akan diotimalkan untuk meningkatkan kualitas karateka Jabar.

"Atlet Jabar di Pelatnas senior saat ini hanya seorang. Padahal jika dilihat kemampuan, sesungguhnya banyak yang lebih layak. Kita akan perbaiki kelemajan karateka-karateka kita agar bisa maksimal di BK," kata Arif.

Sebagai informasi, pencapaian karateka Jabar pada PON 2016 diiringi catatan bersejarah. Raihan 5 medali emas menjadi jumlah terbanyak sepanjang partisipasi Jabar pada cabang olah raga karate pada pesta olah raga paling bergengsi skala nasional itu. Ditambah tiga perak, dan dua perunggu, Jabar mampu mengungguli seteru beratnya, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, hingga Sumatera Utara. 

"Meskipun tantangan berat, FORKI Jabar bertekad mempertahankan prestasi (juara umum) tersebut pada PON XX/2020 di Papua," ujarnya.***

Bagikan: