Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Indonesia Juara BWF World Junior Championships 2019

Wina Setyawatie
ILUSTRASI bulurangkis.*/DOK. PR
ILUSTRASI bulurangkis.*/DOK. PR

KAZAN, (PR).- Indonesia menjadi juara dunia junior baru. Gelar juara dunia nomor beregu diperoleh Tim Merah Putih setelah menaklukan Tiongkok, 3-1 pada laga final BWF World Junior Championships 2019 yang memperebutkan Piala Suhandinata ini.

Pada partai puncak yang berlangsung di Kazan Gymnastic Center, Rusia, Leo Rolly Carnando dkk. menang 3-1. Sebelumnya, Indonesia maju ke babak final ini setelah memetik kemenangan telak 3-0 atas Thailand di babak semifinal. Sedangkan Tiongkok merebut tiket final usai menundukkan Jepang dengan skor 3-2. 

Indonesia pun mencatatkan sejarah untuk kali pertama bisa mengalahkan Tiongkok di partai puncak. Dari tiga pertemuan sebelumnya pada final di tahun 2013, 2014, dan 2015 Indonesia masih harus mengakui Tiongkok dan harus puas atas status runner-up.

Dengan lolos ke babak final ini saja, Indonesia sebenarnya sudah memperbaiki peringkat di nomor beregu. Tahun lalu pencapaian tim Merah Putih hanya babak semifinal dan pulang membawa perunggu. Tiongkok sendiri merupakan juara bertahan. 

Di laga final ini, Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama ini kembali turun dengan kekuatan terbaiknya. Skuad yang hampir sama dengan yang dimainkan pada saat melawan Thailand. Hanya mengganti posisi Nita Violina Marwah dengan Febriana Dwipuji Kusuma yang dipasangkan dengan Putri Syaikah. Komposisi ganda putri ini diganti setelah mengevaluasi penampilan mereka di babak sebelumnya, dimana mereka belum bisa menyumbangkan angka saat melawan Thailand.

Tiga gim

Kemarin, tiga kemenangan kembali disumbangkan oleh ganda campuran Daniel Marthin-Indah Cahya Sari Jamil, tunggal putri Putri Kusuma Wardani, dan ganda putri Putri Syaikah-Febriana Dwipuji Kusuma.

Daniel-Indah menyumbangkan poin pertama setelah mengalahkan Feng Yan Zhe-Lin Fang Ling dengan skor 21-18, 18-21, 21-11. Di laga ini, Daniel-Indah dipaksa untuk bermain tiga gim. Di gim kedua, mereka dibuat tidak bisa bermain dengan pola sendiri. Lawan sukses menggiring permainan mereka hingga Daniel-Indah lebih banyak bermain di bawah tekanan.  

"Di gim kedua, kami tidak bermain dengan pola sendiri. Lawan lebih memaksa untuk menurunkan bola, lebih maksa menyerang. Saya sudah beberapa kali ketemu mereka, pola main kami sama, jadi ramai mainnya setiap ketemu mereka," kata Indah usai pertandingan sesuai rilis PBSI.

Poin kedua Indonesia disumbangkan tunggal putri. Lewat pertandingan yang sengit, Putri mampu membalaskan kegagalannya di babak "4 Besar" kemarin dengan kemenangan. Permainan panjang selama lebih dari satu jam, Putri akhirnya menang dramatis dalam tiga gim 21-18, 20-22, 21-14.

Putri mengaku di gim kedua dirinya sempat kehilangan konsentrasi, hingga fokusnya hilang. Lawan pun merubah polanya dengan bermain lebih cepat. 
"Di gim ketiga saya main nekad saya dengan lebih cepat main di bola-bola depan. Ada rasa tegang, tapi saya tidak mau mengulang kesalahan kemarin saat lawan Thailand," tukasnya. 

Sayang, Bobby yang di semifinal sukses menjadi kunci kemenangan, kemarin gagal mengulanginya. Dia akhirnya kandas ditangan Liu Liang dalam skor 17-21, 21-17, 20-22.

Ganda putri Putri Syaikah-Febriana Dwipuji Kusuma yang turun dipartai keempat akhirnya jadi penentu kemenangan. Kembali lewat laga sengit tiga gim, mereka mengkandaskan perlawanan Li Yi Jing-Tan Ning 16-21, 25-23, 21-13. 

Partai terakhir yang mempertemukan Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin dan Di Zi Jian-Wang Chang akhirnya tidak dimainkan.***

Bagikan: