Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Lima Olahraga Tradisional Dipertandingan di Kejurda Piala Gubernur Jabar 2019

Arif Budi Kristanto
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Para atlet dari 18 kabupaten kota Jawa Barat akan berkompetisi pada Kejuaraan Daerah Olahraga Tradisional Piala Gubernur Jabar 2019 yang digelar di Komplek Olahraga SPORT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu-Minggu, 21-22 September 2019. Bukan hanya atlet Jabar, para atlet asal Provinsi Jawa Timur dan Bengkulu juga akan meramaikan persaingan dalam kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Jawa Barat tersebut.

Ketua Pengprov KOTI Jabar Nandang Saptari mengatakan, kejurda Piala Gubernur Jabar 2019 akan mempertandingkan lima cabang olahraga tradisional, yakni hadang, dagongan, sumpitan, tarumpah panjang, dan egrang.

"Kejurda Piala Gubernur Jabar 2019 ini akan diikuti 18 kota/kabupaten plus dua provinsi yakni Bengkulu dan Jawa Timur. Namun, jumlah kontingen yang ikut, kemungkinan bisa bertambah karena ada kota/kabupaten yang sudah menyatakan ikut serta tapi belum konfirmasi ulang," kata  Nandang di Sekretariat KOTI Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat, 20 September 2019.

Dia menambahkan, selain ajang kompetisi, Kejurda Piala Gubernur Jabar 2019 akan menjadi arena seleksi atlet pembentukan tim KOTI Jabar untuk mengikuti kejuaraan nasional yang akan digelar di Bantul, 25-28 Oktober 2019. Nandang juga mengatakan, atlet-atlet yang berlaga pada kejurda kali ini punya peluang untuk masuk dalam komposisi tim KOTI Jabar yang akan mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) V  di Kalimantan Timur pada 13-16 November 2019.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan juga bisa terpilih untuk kejuaraan dunia olahraga permainan dan rekreasi, TAFISA World Games 2020 yang rencananya digelar di Portugal," tutur Nandang.

Dia menuturkan, KOTI Jabar menetapkan pembatasan usia bagi empat cabang olahraga tradisional pada kejurda kali ini . Cabang olah raga yang terkena pemberlakuan pembatasan usia adalah cabang olah raga hadang, dagongan, tarumpah panjang, dan egrang.
"Usia atlet yang bisa mengikuti empat cabang olahraga tersebut, kami batasi, yakni antara 16 tahun sampai 21 tahun. Namun untuk cabang olah raga sumpitan,  tidak ada pembatasan usia," kata Nandang.

Dia menambahkan, selain sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet untuk berbagai kejuaraan di tingkat nasional dan internasional, kejuaraan ini menyediakan hadiah uang pembinaan. Total hadiah padakejurda olah raga tradisional Piala Gubernur Jabar 2019 tersebut mencapai Rp 48 juta.

Pelantikan pengcab

Dia menambahkan, selain menggelar kompetisi, KOTI Jabar juga akan melantik tujuh pengurus cabang kota/kabupaten KOTI secara pada kesempatan yang sama. Pelantikan akan digelar di Youth Center SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Sabtu, 21 September 2019.

Nandang Saptari mengatakan, ketujuh kepengurusan KOTI kota/kabupaten yang akan dilantik yakni Kabupaten Garut, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, dan Kota Banjar. 

"Kami gelar pelantikan secara bersamaan di Kota Bandung, selain untuk efisiensi waktu, juga karena di waktu bersamaan digelar Kejuaraan Olahraga Tradisional Piala Gubernur Jabar. Sehingga selain dilantik, mereka pun bisa mendampingi langsung atletnya berlaga di kejuaraan Piala Gubernur," ujar Nandang.

Bagi setiap tujuh kepengurusan baru KOTI Kota/Kabupaten yang akan dilantik, KOTI Jabar pun memberikan dana fasilitasi untuk bisa menjalankan roda organisasi. Dana fasilitasi yang diberikan kepada tujuh kepengurusan baru KOTI kota/kabupaten adalah senilai Rp 35 juta.

Nandang mengatakan, penambahan tujuh kota/kabupaten baru membuat kepengurusan KOTI di kota dan kabupaten saat ini sudah tersebat di 17 daerah. Sebelumnya, KOTI sudah memiliki kepengurusan cabang di 10 kota/kabupaten, yakni Kota Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bekasi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi.

"Kepengurusan KONI Jabar sudah berjalan dua tahun dan selama itu sudah bisa menambah tujuh kepengurusan di kota/kabupaten. Ini sudah luar biasa dan sepanjang periode kepengurusan ini kami targetkan agar kepengurusan KOTI terbentuk di semua kota/kabupaten," kata Nandang.***

Bagikan: