Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 20.7 ° C

Indonesia Miliki Peluang Dua Gelar Juara dari China Open 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan dipastikan lolos ke babak final China Open 2019 dan mencapai target bersama all Indonesian final. Hendra-Ahsan akan bertemu juniornya, antara Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon atau Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang saling berduel di semifinal.*/DOK PBSI
GANDA putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan dipastikan lolos ke babak final China Open 2019 dan mencapai target bersama all Indonesian final. Hendra-Ahsan akan bertemu juniornya, antara Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon atau Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang saling berduel di semifinal.*/DOK PBSI

CHANGZHOU, (PR).- Indonesia berpotensi membawa pulang dua gelar juara dari ajang China Open 2019. Satu gelar dipastikan datang dari sektor ganda putra karena akan mempertemukan sesama Indonesia di final. Satu gelar lagi bisa datang dari tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, yang berpeluang mempertahankan gelarnya.

Gelar di sektor ganda putra dipastikan setelah kemenangan Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan atas pasangan tuan rumah Li Junhui-Liu Yuchen di babak semifinal. Bertanding di  Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Sabtu, 21 September 2019. Unggulan kedua ini menang 22-20, 21-11 dalam waktu 31 menit.

Di partai puncak, Hendra-Ahsan akan bertemu juniornya, antara Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon atau Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang saling berduel di semifinal. Dengan memastikan gelar, sektor ini mengalami perbaikan prestasi dibandingkan tahun 2018 di mana pencapaian terbaik sektor ini di babak semifinal lewat Kevin-Marcus.

Bukan hanya perbaikan secara prestasi, tapi performa keseluruhan dari tiga pasangan ganda putra Indonesia ini juga mengalami peningkatan. Tahun 2018, Hendra-Ahsan dan Fajar-Rian hanya mampu mencapai babak kedua.

Dalam perebutan tiket final ini, Hendra-Ahsan menyadari kekuatan mereka tidak penuh. Ahsan tidak tampil dalam kondisi prima karena kondisi betis kedua kakinya sejak babak perempat final. Pergerakannya masih terlihat terbatas hingga mereka pun menerapkan permainan efisien.

"Kuncinya di gim pertama. Setelah menang di gim pertama, di gim kedua kami mainnya lebih tenang. Di gim pertama, memang kami menerapkan tidak terlalu banyak reli dan sebisa mungkin strateginya tidak terlalu banyak gerakan. Itu kunci di gim pertama," kata Ahsan.

Di gim kedua, Hendra mengaku tidak menyangka bisa mengambil kemenangan dengan mudah. Namun, menurutnya, mungkin faktor kekalahan mempengaruhi permainan lawannya di gim kedua ini. "Mereka jadi tidak enak mainnya. Banyak error yang dilakukan," tuturnya.

Untuk laga final nanti, Hendra-Ahsan mengaku tidak terlalu ngotot untuk bisa juara. Mereka mengatakan, hanya akan berharap yang terbaik. Apalagi, kata Hendra,  misi untuk menciptakan all-Indonesian final sudah tercapai.

TUNGGAL putra Anthony Ginting memastikan dirinya masuk ke babak final China Open 2019 dengan lawan yang sama seperti China Open 2018, Kento Momota. Ketika itu, Anthony menang dua gim, namun dengan angka yang ketat 23-21, 21-19.*/DOK PBSI

Partai ulangan pada tunggal putra

Sementara itu, final sektor tunggal putra akan memainkan partai ulangan tahun lalu di mana Anthony juga bertemu dengan Kento Momota. Ketika itu, Anthony menang dua gim, namun dengan angka yang ketat 23-21, 21-19.  

Anthony melaju ke babak final setelah mengatasi wakil Denmark, Anders Antonsen. Pemain asal klub SGS PLN Bandung ini menang dengan angka ketat 18-21, 21-5, 21-14 setelah berjuang selama satu jam lebih 8 menit. Sebaliknya, Momota maju setelah sukses mengalahkan pemain tuan rumah Chen Long dengan skor akhir 19-21, 21-18, 21-16.

Sejauh ini, rekor pertemuan kedua pemain masih dipegang Momota dengan 9-3. Bahkan, Momota mungkin punya keunggulan lebih di tahun ini karena sudah pernah empat kali mengalahkan Anthony, yaitu  di Indonesia Master, Singapore Open, Sudirman Cup, dan terakhir Japan Open.

Namun, Anthony tentu tidak mau kalah sebelum bertanding. Kendati tidak pernah mengatakan targetnya di China Open, dari catatan prestasi Anthony di tahun ini, maka laga final akan jadi pembuktiannya karena prestasinya belum begitu moncer dibandingkan rekannya, Jonatan Christie. Tahun 2019, prestasi terbaiknya adalah dua kali menjadi runner-up di Singapore Open dan Australia Open.***

Bagikan: