Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 20.7 ° C

Anthony Amankan Tiket Semifinal China Open 2019

Wina Setyawatie
ANTHONY Sinisuka Ginting amankan tiket semifinal China Open 2019 setelah mengalahkan tunggal India, Sai Praneeth di babak perempatfinal. Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Jumat 20 er Septemb2019, pemain asal SGS PLN Bandung tersebut menang 16-21, 21-6, 21-16.*/PBSI
ANTHONY Sinisuka Ginting amankan tiket semifinal China Open 2019 setelah mengalahkan tunggal India, Sai Praneeth di babak perempatfinal. Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Jumat 20 er Septemb2019, pemain asal SGS PLN Bandung tersebut menang 16-21, 21-6, 21-16.*/PBSI

CHANGZHOU, (PR).- Tiket semifinal China Open 2019 berhasil diamankan Anthony Sinisuka Ginting. Dia melaju setelah sukses revans atas tunggal India, Sai Praneeth di babak perempatfinal yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Jumat 20 September 2019.

Dalam pertandingan tersebut, pemain asal SGS PLN Bandung itu menang tiga gim 16-21, 21-6, 21-16. Kemenangan itu membalaskan kekalahannya di World Championship 2019, Agustus lalu di Basel, Swiss.

Di gim pertama, Anthony mengakui jika dia belum bisa mengontrol permainan. Mengingat kondisi lapangan yang berangin. Namun di gim kedua, dia berusaha untuk menemukan permainan yang tepat untuk mengatasi masalah angin.

"Di gim pertama masih sering buang-buang kesempatan di cara mainnya. Tapi di gim kedua dan ketiga saya berusaha menemukan cara main yang tepat. Karena beda kondisi angin, beda lagi cara mainnya. Dari "feeling"-nya, kontrol, dan tenaganya juga berbeda," katanya sesuai rilis PBSI.

Menurutnya, kemarin dia lebih bisa mengontrol pikirannya. Berbeda dengan saat pertemuan terakhir di Kejuaraan Dunia, dimana Anthony bermain lebih terburu-buru ingin mematikan.

"Hari ini lebih tenang mainnya, lebih sabar dan lebih banyak variasinya. Berbeda dari Kejuaraan Dunia kemarin, dimana ada kesempatan sedikit maunya main serang," tukasnya.

Di babak "4 Besar", pemain peringkat 9 dunia tersebut akan bertemu dengan tunggal Denmark Anders Antonsen. Antonsen maju ke semifinal setelah mengalahkan unggulan kedua asal Taiwan Chou Tien Chen dengan skor meyakinkan 21-17, 21-11.

Pertemuan kedua

Pertemuan Anthony dan Antonsen ini merupakan yang kedua. Pertemuan pertama mereka di ajang Malaysia Master 2019 dimenangkan oleh Anthony dalam dua gim langsung.

Bila ingin bisa memetik kemenangan atas Antonsen, Anthony mengaku dia harus bisa mempertahankan permainannya seperti di babak ini. Apa kekuatan calon lawannya, Anthony mengaku akan fokus ke permainannya saja. Terlebih dirinya harus melakukan pemulihan dalam waktu cepat untuk menghadapi laga yang dinilainya akan seru nanti.

"Kalau mau menang lawan Antonsen, saya harus bisa konsisten mainnya. Harus bisa pegang kontrol dan cari cara main yang benar, meski angin kurang menguntungkan. Saya sekarang mau fokus pemulihan dulu. Karena sejak kemarin main tiga gim, jadi cukup melelahkan," ungkapnya.

Anthony merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di turnamen BWF World Tour Super 1000 ini setelah tiga wakil Merah Putih  lainnya, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rustavito, dan Tommy Sugiarto tersingkir di dua babak awal. Anthony sendiri merupakan juara bertahan.

Tanpa wakil

Dari sektor lainnya, kekalahan Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow di perempat final kemarin membuat sektor ganda campuran Indonesia tanpa wakil di babak selanjutnya. Pasangan senior-junior ini kandas di tangan unggulan kedua asal Tiongkok Wang Yi Lyu-Huang Dong Ping dengan skor yang cukup ketat 22-24, 17-21.

Tontowi-Winny yang dipasangkan dari awal tahun ini, sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangkan gim pertama setelah mereka sempat unggul jauh 16-9. Sayang, permainan mereka kurang tenang, hingga lawan bisa mendekat dan menyamakan kedudukan 20-20 untuk menciptakan jus. Adu setting pun terjadi, hingga akhirnya Tontowi-Winny tidak bisa atasi tekanan Wang-Huang di poin-poin akhir.

Di gim kedua, kondisi yang sama terjadi. Sudah unggul lima poin, Tontowi-Winny kembali bisa dikejar lawan dan bahkan kalah.

"Kalau dari pola permainan, sebenarnya sudah cukup baik. Dengan menerapkan pola sendiri, kami bisa dapat banyak poin. Tapi sudah unggul dan lawan tidak berkembang permainannya, tanpa disadari berubah sendiri polanya jadi reli-reli, lawan pun memanfaatkannya. Ini berbeda dengan permainan kemarin yang konsisten, main no lob ya no lob terus," tegas Tontowi.

Winny mengaku jika perubahan pola itu merupakan kebiasaannya. Hingga itu jadi pekerjaan rumah yang harus diperbaikinya. "Fokusnya masih sering hilang-hilang," kata Winny.***
 

Bagikan: