Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Kevin-Marcus Dipaksa Kerja Keras

Wina Setyawatie
KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon mengamankan tiket perempat final China Open 2019, setelah mengalahkan pasangan Korea Choi Solgyu-Seo Seung Jae. Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Kamis 19 September 2019.*/PBSI
KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon mengamankan tiket perempat final China Open 2019, setelah mengalahkan pasangan Korea Choi Solgyu-Seo Seung Jae. Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Kamis 19 September 2019.*/PBSI

CHANGZHOU, (PR).- Andalan Indonesia di ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon masih dalam trek positif di China Open 2019. Ganda peringkat satu dunia tersebut membalaskan kekalahannya di World Championship 2019 atas pasangan Korea Choi Solgyu-Seo Seung Jae.

Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Kamis 19 September 2019, Kevin-Markus dipaksa kerja keras 22-20, 18-21, 23-21 selama 60 menit pas sebelum akhirnya menang. Mereka pun berhak atas tiket perempat final turnamen BWF Super 1000 ini.

Pertemuan kedua pasangan ini memang selalu ramai. Bahkan di pertemuan kedua mereka ini. Sejak awal sudah terjadi saling kejar angka dengan diwarnai  adu setting.

"Mereka (Choi-Seo) memang memiliki serangan yang tajam. Kami sering berada di bawah tekanan mereka. Jadi memang tidak mudah melawan mereka," ujar Kevin.

Menurut Marcus, permainan ini hampir mirip-mirip dengan pertemuan mereka di Kejuaraan Dunia. Hanya saja, kali ini dia mengaku mendapatkan banyak poin keberuntungan di angka-angka kritis.

"Pasangan Korea ini permainan no lob-nya bagus. Saat kami menyerang pun mereka sudah siap. Mainnya juga 'safe', tidak gampang mati sendiri," katanya.

Kunci kemenangan mereka, tambah Kevin adalah bisa menguasai permainan di angka-angka kritis. Meski tanpa mengurangi agresifitas serangan.
"Saat-saat setting, kami mencoba main lebih tenang dan lebih mengatur permainan, tapi tetap agresif. Berusaha agar jangan sampai banyak melakukan kesalahan," imbuhnya.

Belum puas

Sebelum mereka melaju ke babak "8 Besar", pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto mengamankan tiket terlebih dahulu. Unggulan ketujuh ini menang dua gim langsung 21-19, 21-19 atas wakil Taiwan Lu Ching Yao-Yang Po Han.

Meski menang, Fajar-Rian mengaku masih belum puas dengan permainan mereka. Karena mereka masih banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu, terutama di saat-saat kritis. Lawan sendiri, hari ini main bagus. Bahkan lebih bagus dibandingkan pertemuan kami sebelumnya di Japan Open 2019 lalu. Mereka kini tidak mudah dimatikan, sebaliknya kami yang sudah unggul beberapa poin justru masih melakukan error yang tidak perlu," kata Fajar.

Menurut Rian, mereka seharusnya bisa lebih menjaga keunggulannya dan tidak banyak mati. Hal tersebut yang dinilainya menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya.

"Memang tadi sudah unggul tapi masih banyak mati sendiri. Kami mencoba coba untuk fokus terus, mencoba tidak pikir menang-kalah dulu. Jangan sampai mati sendiri. Ini jadi pekerjaan rumah kami," tambah Rian.

Di babak perempat final, Kevin-Marcus akan menghadapi pasangan Malaysia Goh V Shem-Tan Wee Kiong. Goh-Tan melaju ke perempat final setelah menumbangkan ganda Denmark Mathias Boe-Mads Conrad-Petersen 21-13, 22-24, 27-25.

Sementara Fajar-Rian akan menghadapi Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dari Jepang. Saat ini rekor pertemuan 5-3 untuk keunggulan Kamura/Sonoda.

Di kejuaraan ini, tahun lalu prestasi terbaik sektor ganda putra adalah mencapai babak semi final lewat Kevin-Marcus. Langkah unggulan pertama ini terhenti setelah kandas di tangan ganda Tiongkok, Han Chengkai-Zhou Haodong.***

Bagikan: