Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Peluang Bandung United Hampir Tertutup

Irfan Subhan
PEMAIN Blitar Bandung United, Wildan Ramdani (tengah)  coba dihentikan pemain PSMS Medan, Afiful Huda (kiri) pada pertandingan Liga 2 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa, 17 September 2019. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Blitar Bandung United, Wildan Ramdani (tengah) coba dihentikan pemain PSMS Medan, Afiful Huda (kiri) pada pertandingan Liga 2 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa, 17 September 2019. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Hasil imbang 1-1 dari PSMS Medan pada pekan ke-17 Liga 2 2019, di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Selasa, 17 September 2019, membuat peluang Bandung United untuk lolos dari jurang degradasi hampir tertutup.

Tambahan satu poin ini tidak mengubah posisi Bandung United di peringkat ke-11 klasemen sementara Liga 2 wilayah barat. Total, Bandung United meraih nilai 11, hasil dari 2 kali menang, 5 kali imbang, dan 10 kali kalah.

Selisih poin dengan Persibat Batang yang berada di peringkat ke-9 atau zona aman pun terpaut cukup jauh yaitu lima poin. Untuk membuka peluang lolos dari degradasi, Bandung United harus bisa menyapu bersih kemenangan di lima pertandingan tersisa.

Di sisa laga yang harus dijalani, tim asuhan Budiman ini akan menjalani dua pertandingan kandang, yaitu melawan Persiraja Banda Aceh dan Persita Tangerang. Sementara tiga partai tandang yaitu menghadapi Sriwijaya FC, Cilegon United, Perserang Serang.

Kontra PSMS Medan

Pada pertandingan menghadapi PSMS Medan, Bandung United sempat tertinggal 0-1 setelah Rendi Saputra membobol gawang Bandung United yang dijaga oleh Ade Candra Sena pada menit ke-68.

Namun, keunggulan tim berjuluk Ayam Kinantan tidak berlangsung lama, karena Bandung United bisa menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti yang dilakukan oleh M. Wildan Ramdani pada menit ke-73.

PEMAIN Blitar Bandung United, Wildan Ramdani (tengah)  coba dihentikan pemain PSMS Medan, Afiful Huda (kiri) pada pertandingan Liga 2 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa, 17 September 2019. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Pada menit ke-90, tim tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit Kemal Pasha asal DKI Jakarta mengeluarkan kartu merah kepada Aang Suparman usai mendapat akumluasi kartu kuning.

Unggul jumlah pemain justru gagal dimanfaatkan oleh PSMS Medan di menit akhir pertandingan, meski mencetak dua peluang emas tim asuhan Jafri Sastra ini pun hanya bisa membawa pulang satu poin.

Berusaha di sisa pertandingan

Pelatih Bandung United Budiman mengatakan, jalannya pertandingan berlangsung menegangkan. “Kami semakin sulit untuk keluar dari zona degradasi. Tapi saya akan tetap berusaha di sisa pertandingan. Sebetulnya tadi kita mulai ada progress, dari kemarin lawan Babel kita banyak peluang beberapa kali tapi tidak menghasilkan gol. Tapi satu gol dari PSMS karena pemain belakang kita kurang disiplin, dia leluasa kontrol bola dan bisa shooting dan gol. Dan di akhir pertandingan kita Alhamdulillah ada penalti dan gol,”tuturnya.

Dia menambahkan, menghadapi Persiraja di pertandingan kandang selanjutnya, Budiman berharap timnya bisa bermain lebih baik lagi demi meraih poin penuh.

“Untuk kami perbaikan di finishing, karena ada beberapa kali peluang yang terjadi gol tapi tidak terjadi gol. Dan yang kedua terutama saat bertahan, jadi transisi dari menyerang ke bertahan pemain harus paham. Tapi kualitas pemain Kita cuma segini, saya tidak bisa memperbaiki dan tidak bisa mengubah. Yang saya bisa lakukan adalah mengoptimalkan pemain yang ada,”katanya.

Meski masih memliki peluang untuk lolos, Budiman mengaku itu sangat berat karena dengan sisa lima pertandingan yang ada timnya harus bekerja dengan ekstra keras dan menyapu bersih kemenangan.

“Ya itu juga masih harus hitung hitungan dengan lawan. Karena peringkat ke-9 itu sudah 16, kita 11. Jadi tentunya sisa lima kali lagi dan menang kita bisa selamat. Tapi kita tetap maju terus, yang penting setiap pertandingan ada keinginan untuk menang. Karena semua tahu saya disini cuma 7 kali pertandingan. Itu juga di dasar klasemen. Jadi saya mengoptimalkan pemain yang ada, saya sama sekali tidak ada beban. Ini motivasi buat saya,” ujarnya.

Bekerja keras

Pelatih PSMS Medan Jafri Sastra mengatakan, target awal timnya adalah bisa meraih poin penuh. Akan tetapi, dengan hasil satu poin ini juga patut disyukuri karena para pemainnya sudah bekerja dengan keras selama 90 menit.

Jafri menambahkan, peluang untuk lolos ke babak delapan besar masih ada karena PSMS Medan masih memiliki lima pertandingan terisa yang akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.  

“Artinya kami harus kerja keras lagi ada pertandingan away lagi yang harus kami hadapi besok lawan Persita Tangerang. Yang pasti semua pertandingan disisa kompetisi wilayah barat yang masih lima masing-masing tentu bukan hal yang mudah. Tapi kami bersama pemain akan berusaha dan bekerja keras untuk meraih poin,” ucapnya.***

Bagikan: