Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

China Open 2019: Hafiz-Gloria Kembali Telan Kekalahan atas Pasangan Thailand

Wina Setyawatie
GANDA campuran Indonesia, Hafiz Faizal-Gloria Emmanuelle Widjaja berusaha mengatasi bola lawan dalam babak pertama China Open 2019. Pada turnamen BWF Super 1000 yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Rabu, 18 September 2019, Hafiz-Gloria masih harus mengaku keunggulan Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.*/DOK. PBSI
GANDA campuran Indonesia, Hafiz Faizal-Gloria Emmanuelle Widjaja berusaha mengatasi bola lawan dalam babak pertama China Open 2019. Pada turnamen BWF Super 1000 yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Rabu, 18 September 2019, Hafiz-Gloria masih harus mengaku keunggulan Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.*/DOK. PBSI

CHANGZHOU, (PR).- Ganda campuran Hafiz Faizal-Gloria Emmanuelle kembali telan kekalahan keempat atas ganda Thailand Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai. Kali ini mereka takluk di babak pertama China Open 2019 BWF World Tour Super 1000.

Bertanding di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Tiongkok, Rabu, 18 September 2019, Hafiz-Gloria kalah 14-21, 19-21. Sejenak pertemuan pertama mereka di Fuzhou China Open tahun lalu, pasangan peringkat 10 dunia tersebut memang belum pernah sekali pun menang atas unggulan keempat asal negeri Gajah Putih itu.

Kehilangan kendali permainan membuat Hafiz-Gloria yang sebenarnya berpeluang untuk merebut kemenangan di gim kedua setelah unggul 19-18, akhirnya harus gigit jari. Mereka gagal menang dan harus tersingkir lebih awal. "Di poin-poin akhir sebenarnya saya sudah bisa membaca arah bolanya, tapi masih belum bisa mengembalikan dengan baik. Hari ini kami sudah bermain maksimal, sudah mencoba semuanya. Jadi seperti masih belum dapat "klik"-nya kalau bertemu dengan pasangan Thailand ini," tutur Gloria.

Ditambahkan Hafiz, Dechapol-Sapsiree memiliki pertahanan yang bagus. Sebaliknya, serangannya dinilai masih terkendala masalah akurasi, hingga lawan bisa membaca pola permainan mareka. "Permainan kemudian di dikte oleh mereka, saya dibuat berlari hingga ke belakang lapangan," ujarnya.

Meski masih gagal menang, kali ini mereka mengaku permainannya sudah lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya di Badminton Asian Championship 2019 lalu. Celah lawan menurut Hafiz sudah mulai bisa ditemukan. "Sayangnya kami yang masih belum bisa bermain konsisten dari awal hingga akhir. Sementara mereka jarang mati sendiri dan kuat pertahanannya. Satu reli mungkin bisa lebih dari 20 pukulan, tidak ada yang tembus," ucapnya.

Dengan hasil ini, maka Hafiz-Gloria menjadi ganda campuran kedua Indonesia yang harus angkat koper, setelah Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti. Sejauh ini sektor ganda campuran baru meloloskan satu wakilnya ke babak kedua, yakni pasangan Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari.

Habis wakil

Kekalahan Fitriani di babak pertama turnamen ini membuat sektor tunggal putri Indonesia habis tanpa wakil. Kemarin, Fitriani tunduk atas tunggal Korea Kim Ga Eun dalam tiga gim 21-12, 12-21, 13-21.

Sebelumnya, sektor ini juga kehilangan Gregoria Mariska Tunjung setelah tersingkir atas wakil Amerika Serikat Zhang Beiwen 21-14, 19-21, 16-21 di babak pertama. Dengan hasil ini, Indonesia gagal mempertahankan prestasi tahun lalu. Dimana Gregoria sukses melaju hingga babak perempat final.

Dalam pertandingan kemarin, Fitriani tidak mampu mengontrol laju bola karena kencangnya perputaran angin di lapangan. Di gim pertama, kendala yang sama dialami lawannya dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Fitrani.

Namun, di gim kedua dan ketiga, tunggal asal klub Exist tersebut tidak mampu mengendalikan keadaan. Sebaliknya lawan terus menekan dan tidak memberikan kesempatan bagi Fitriani untuk mengembangkan permainan.

"Di gim kedua memang ada perubahan permainan. Di gim ini saya lebih baik hati-hati karena menang angin, sering "ngerem" pukulan. Sedangkan lawan lebih bisa mengontrol dan menekan di gim kedua dan tiga. Akurasi serangannya bagus, Kim jarang "out" bolanya," katanya.***

Bagikan: