Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Jawa Barat Target Pertahankan Peringkat Dua Pomnas 2019

Arif Budi Kristanto
KEBERANGKATAN kontingen POMNas Jawa Barat dilepas langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat Ahmad Saefudin (tengah) di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin, 16 September 2019 . Sebanyak 247 mahasiswa memperkuat tim Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVI 2019 yang digelar di Jakarta, Kamis, 19 September 2019, hingga 26 September 2019.*/ARIF BUDI KRISTANTO/PR
KEBERANGKATAN kontingen POMNas Jawa Barat dilepas langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat Ahmad Saefudin (tengah) di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin, 16 September 2019 . Sebanyak 247 mahasiswa memperkuat tim Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVI 2019 yang digelar di Jakarta, Kamis, 19 September 2019, hingga 26 September 2019.*/ARIF BUDI KRISTANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 247 mahasiswa memperkuat tim Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVI 2019 yang digelar di Jakarta, Kamis, 19 September 2019 sampai Kamis, 26 September 2019. Jawa Barat mematok target untuk mempertahankan peringkat kedua perolehan medali multievent dua tahunan level mahasiswa tersebut.

Keberangkatan kontingen POMNas Jawa Barat dilepas langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat Ahmad Saefudin di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin, 16 September 2019. Ahmad meminta para atlet untuk menguatkan niat dan tekad dan tampil optimal menjadi pemenang pada Pomnas XVI/2019 tersebut.

“Pelajari potensi diri sendiri, pelajari lawan. Menjadi juara bukan perkara mudah-mudahan, tapi terukur dan harus diusahakan. Targetnya harus juara, tidak boleh tidak. Mahasiswa adalah SDM yang unggul, baik dari prestasi dan juga akademisinya. Jabar memiliki tag line Jabar juara dan Jabar kudu meunang. Jadi para atlet ini harus membawa kemenangan,” kata Ahmad.

Pada POMNas edisi 2017 yang berlangsung di Sulawesi Selatan, Jabar mentok di peringkat dua dengan raihan 27 emas 24 perak 31 perunggu. Jabar tertinggal jauh dari DKI Jakarta yang tampil dominan merebut gelar juara dengan raihan 51 emas 32 perak 35 perunggu. Posisi ketiga diraih tuan rumah Sulawesi Selatan yang mendapatkan 26 emas, 16 perak, dan 22 perunggu.

Ahmad  meminta para atlet mahasiswa Jabar bisa bertanding maksimal dan fokus dengan pertandingan agar pencapaian Jabar pada POMNas kali ini bisa lebih baik dan
"Tugas atlet itu bertanding, menang, dan laporkan kemenangan itu. Pada edisi sebelumnya runner up. Untuk kali ini kami harap pencapaian berbeda. Semangat dan tradisi Jabar Kahiji, Jabar yang lebih baik dan terbaik harus bisa dipertahankan," kata Ahmad. 

POMNas merupakan kejuaraan rutin yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Kemahasiswaan melalui organisasi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI).POMNas 2019 akan mempertandingkan 19 cabang olah raga. 

Ketua Kontingen Jawa Barat untuk POMNas XVI/2019 Adang Suherman mengatakan, para atlet mahasiswa Jabar siap tampil maksimal pada Pomnas di Jakarta. Menurut Adang, meskipun pada Pomnas kali ini target dari kontingen Jabar mempertahankan posisi kedua klasemen peraih medali, bukan berarti para atlet, pelatih dan ofisial akan menyerah begitu saja dari tuan rumah.

Dia mengakui, dilihat dari peta kekuatan, DKI Jakarta serba diuntungkan dengan posisi tuan rumah yang bisa menentukan cabor dan nomor pertandingan. Selain itu, Adang menilai DKI Jakarta juga mendapatkan dukungan luar biasa dari pemerintah daerah Jakarta.

“jadi adaa beberapa alasan sehingga targetnya hanya diposisi kedua. Bukan berarti dari dimensi usaha atlet, pelatih dan ofisial berkurang,  tidak sama sekali. Semua bersemangat berlatih mempersiapkan diri. Tapi bagaimana pun juga saat ini belum seacara maksimal perguruan tinggi mengerahkan atlet terbaiknya,” kata Adang.

Menurut Adang, saat ini masing-masing atlet yang akan tampil di POMNas dibiayai perguruan tinggi asal atlet. Artinya, perguruan tinggi harus mendanai atlet-atlet terbaik dari kampusnya untuk bersaksi pada ajang POMNas 2019. Namun, kondisi perguruan tinggi yang ada di Jabar tidak sepenuhnya mampu membiayai atletnya.

“Tuan rumah (DKI) itu dibiayai pemprovnya dengan dukungan dana besar, sementara di Jabar, kondisinya perguruan tinggi yang harus menanggung biaya atlet. Bagi perguruan tinggi yang mungkin terbatas pendanaan, walaupun memiliki atlet top bisa jadi tidak mengirimkan atletnya. Tapi dari atlet yang ada dan mendapat bantuan insya Allah akan tampil maksimal,” ujar Adang yang juga merupakan Ketua Harian Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jabar.

Dia menilai, ke depan perlu ada peningkatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam rangka mengembangkan atlet-atlet pada jenjang pendidikan perguruan tinggi. Para atlet dan juga pelatih dari perguruan tinggi diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah provinsi Jabar layaknya atlet pelajar yang selama ini konsisten mendapat bantuan dari pemerintah provinsi.

"Tingkat pelajar ada PPLP, sementara pada tingkat perguruan tinggi, PPLPM tidak berjalan. Harus ada kolaborasi secara formal dan resmi. Jadi jangan sampai pembinaan atlet itu sebatas sampai pelajar, itu yang harus dibenahi,” kata Adang.

Namun dia menegaskan, dengan keterbatasan kondisi yang dialami, para atlet Jabar tetap termotivasi untuk berlatih dan bertanding, serta siap bersaing dengan kompetitornya.***

Bagikan: