Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Memperkenalkan Arung Jeram Lebih Luas, FAJI Jabar Gelar Road to Kampus

Miradin Syahbana Rizky
TIM Arung Jeram Indonesia yang diwakili Jawa Barat tengah bertanding di di ajang World Rafting Championship (WRC) tahun 2019, Tully River Queensland, Australia, Jumat, 17 Mei 2019 waktu setempat. */DOK FAJI JABAR
TIM Arung Jeram Indonesia yang diwakili Jawa Barat tengah bertanding di di ajang World Rafting Championship (WRC) tahun 2019, Tully River Queensland, Australia, Jumat, 17 Mei 2019 waktu setempat. */DOK FAJI JABAR

CIMAHI, (PR).- Untuk lebih mengenalkan olahraga arung jeram, khususnya di kalangan mahasiswa, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat menggelar program 'Road To Campus' ke STKIP Pasundan, Kota Cimahi, Kamis, 12 September 2019. Selain mengenalkan induk olahraga yakni FAJI, program ini bertujuan untuk menarik minat Mahasiswa kepada cabang olahraga (cabor) arung jeram, terutama, bagi yang baru memasuki jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi.

"Pada prinsipnya 'Road To Campus' ini merupakan program kita di Pengprov. Dimana, di sini kita mencoba menjelaskan dan menarik animo para Mahasiswa untuk terjun ke cabang olahraga arung jeram, mudah-mudahan dengan program ini, arung jeram bisa mempunyai tempat yang khususnya di kalangan Mahasiswa," kata Ketua Umum FAJI Jawa Barat, M Syaiful Bima, seusai acara.

Dia menilai bahwa olahraga arung jeram merupakan olahraga para mahasiswa, mengingat hampir 50 persen atlet arung jeram di Jawa Barat merupakan Mahasiswa. "Memang olahraga ini adalah olahraga Mahasiswa namun ternyata belum semua kampus memiliki unit kegiatan (UKM) arung jeram," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, setelah melakukan pengenalan. Para mahasiswa bisa segera membentuk UKM arung jeram.

"Itulah target kita sebenarnya, dan kita pun mendorong agar teman-teman di Cimahi ini untuk membentuk kepengurusan cabang, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lain," ujarnya.

Bima berharap, STKIP Pasundan bisa menjadi solusi bagi para atlet berprestasi arung jeram Jawa Barat yang ingin melanjutkan karir pendidikan. Apa lagi STKIP selalu memberikan beasiswa penuh bagi atlet yang berprestasi di level dunia.

Seperti diketahui, pada setiap gelaran kejuaraan intwrnasional World Rafting Championship (WRC), atlet arung jeram Jabar tidak pernah absen menyumbang medali bagi Tim Nasional (Timas) Arung Jeram Indonesia. Termasuk di gelaran WRC terakhir di Australia.

"Mungkin STKIP Pasundan ini bisa menjadi solusi ketika ada atlet berprestasi kita dorong untuk program beasiswanya. Karena baru STKIP yang memberikan apresiasi penuh bagi atlet prestasi dunia," katanya.

Setelah berkunjung ke STKIP Pasundan, Pengprov FAJI Jabar berencana akan melanjutkan program 'Road To Campus' ke beberapa Universitas lainnya, seperti UPI dan UNPAS. "

Setelah ini rencananya kita mau ke UPI kemudian kita coba ke UNPAS. Kita habiskan akhir tahun ke tiga kampus dulum, dan untuk target tqhub 2020 kita akan coba ke kampus yang berada di wilayah Bandung Timur," katanya.

Sedangkan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni STKIP Pasundan, Akhmad Olih Solihin mengaku sangat menyambut baik kehadiran Pengprov FAJI Jabar ke kampusnya. Ia menilai arung jeram akan menjadi warna baru bagi UKM di STKIP.

"Kehadiran FAJI ke kampus kami ini tentu memberikan warna baru bagi Mahasiswa. Dan kami memang tidak membatasi untuk hadirnya UKM arung jeram di kampus kami. Karena mayoritas UKM di STKIP ini hampir semua adalah cabang olahraga (cabor)," katanya.

Dia menuturkan bahwa jumlah UKM di STKIP ini berjumlah sebanyak 35 UKM. Dan rata-rata memiliki prestasi minimal di tingkat nasional. Dan di ketahui para mahasiswa yang tergabung didalam UKM olahraga prestasi selalu terpanggil kedalam tim PON dan Pelatnas, contohnya dayung.

"Mereka hampir semua pernah juara umum di tingkat nasional, jadi sekarang UKM yang baru itu ada arung jeram, rugby, hapkido dan olahraga tradisional," tuturnya.

Membahas mengenai animo dan minat Mahasiswa terhadap olahraga arung jeram, ia pun sepakat jika olahraga ini sangat cocok bagi para Mahasiswa. Dan bisa menjadi opsi bagi para atlet dayung. "Jadi nuansanya baru terutama arung jeram ini 'outdor' animonya sangat bagus dan bisa jadi pilihan bagi atlet dayung yang batasan usianya sudah melebihi, jadi dasarnya sudah ada," katanya.***

Bagikan: