Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Polemik Audisi Bulutangkis antara KPAI dan PB Djarum Berakhir

Yusuf Wijanarko
ATLET bulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin 9 September 2019.*/ANTARA
ATLET bulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin 9 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR)- KPAI dan PB Djarum sepakat mengakhiri polemik audisi bulutangkis yang diselenggarakan PB Djarum. Kedua pihak menghadiri pertemuan yang dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi Kamis 12 September 2019 di Kantor Kemenpora, Jakarta.

Pertemuan itu dihadiri Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh, dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Achmad Budiharto.

“Pertemuan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi agar audisi bulutangkis tetap berjalan secara berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan harus sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Imam Nahrawi kepada Antara.

AUDISI Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu 8 September 2019.*/ANTARA

Menurut dia, ada dua pertimbangan atas kelangsungan audisi bulutangkis yang diadakan PB Djarum yakni ketersediaan atlet-atlet bulutangkis muda secara selektif dan berjenjang yang menyumbangkan proses pembibitan atlet nasional.

“Bulutangkis masih menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang utama perolehan medali di sejumlah even olah raga internasional. Ini yang menjadi alasan utama adanya audisi bulutangkis," kata Imam Nahrawi.

Nama dan citra

Imam Nahrawi menuturkan, atas dasar kedua pertimbangan itu, PB Djarum sepakat mengubah nama Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tanpa menggunakan logo, merek dan citra Djarum.

Di sisi lain, KPAI sepakat mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

“Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini," kata Imam Nahrawi.***

Bagikan: