Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Moeldoko Tegaskan Tak Ada Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum, Tahun 2020 Tetap Digelar

Yusuf Wijanarko
AUDISI Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu 8 September 2019.*/ANTARA
AUDISI Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu 8 September 2019.*/ANTARA

KUDUS, (PR).- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan, audisi umum bulutangkis yang diselenggarakan Perkumpulan Bulutangkis Djarum tidak mengandung unsur eksploitasi anak.

"Selain itu, tidak ada pemanfaatan dari sisi apa pun. Justru yang terjadi di PB Djarum, bagaimana mengeskploitasi kemampuan mereka untuk bisa mendapatkan gelar juara di bidang bulutangkis," kata Moeldoko saat berkunjung ke PB Djarum, Kudus, Kamis 12 September 2019.

Untuk memastikan hal itu, Moeldoko sengaja melihat langsung kondisi di PB Djarum. Hasilnya, dia menilai tidak ada eksploitasi anak dalam audisi bulutangkis itu.

Menurut dia, untuk menjadi juara, seorang atlet harus latihan keras dan disiplin. "Saya juga sudah bertanya langsung kepada sejumlah atlet PB Djarum, ternyata mereka merasa senang dan bangga karena bagian dari impiannya bisa terwujud setelah bisa bergabung dengan PB Djarum," ujarnya keapda Antara.

Mengenai tulisan PB Djarum di kaus peserta audisi adalah yang disebuts ebagai representasi rokok, Moeldoko berpandangan bahwa hal itu sebatas persepsi karena saat ini banyak program yayasan Djarum Foundation ditujukan untuk kegiatan sosial.

Ia menilai, semua kegiatan Djarum Foundation adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan diri membangun talenta manajemen stratagis atau telanta manajamen nasional.

"Ternyata Djarum sudah melakukan itu. Untuk itulah kami mengirim tim untuk melakukan pengukuran untuk lebih banyak belajar di sini," kata Moeldoko.

Ia menegaskan tidak membela PB Djarum melainkan membela keinginan anak-anak menjadi juara sehingga tidak boleh dipatahkan.

Oleh karena itu, kata dia, audisi umum bulutangkis PB Djarum tetap dilanjutkan, termasuk pada 2020.

2020 siap digelar

Mengenai protes Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Staf Kepresidenan juga mengundangnya untuk diajak berdiskusi serta meluruskan definisi eksploitasi. "Jangan membuat sesuatu yang membingungkan banyak orang," ujarnya.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppi Rosimin menyebut kedatangan Moeldoko sebagai bentuk dukungan sangat besar untuk PB Djarum dan memiliki makna yang dalam. "PB Djarum siap melanjutkan pembinaan agar superior di bidang bulutangkis," kata dia.

Mengenai audisi umum bulutangkis pada 2020, Yoppi menyatakan siap menggelarnya.***

Bagikan: