Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

KPAI dan PB Djarum Sepakat Tetap Teruskan Audisi Beasiswa Bulutangkis

Wina Setyawatie
ATLET bulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin 9 September 2019.*/ANTARA
ATLET bulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Senin 9 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pertemuan antara PB Djarum, Komisi Perlindungan Anak (KPAI), PBSI yang difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis 12 September 2019 akhirnya menyepakati empat hal penting terkait dengan kelangsungan audisi bulutangkis. KPAI mencabut surat penghentian audisi dan PB Djarum sepakat untuk mengubah nama kegiatan audisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menpora Imam Nahrawi dalam jumpa pers selepas rapat koordinasi di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin. Empat hal penting tersebut diharapkannya bisa menjadi solusi agar audisi bulutangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Siang ini, kami melakukan Rapat Koordinasi dengan KPAI, PB Djarum, PBSI bersama Kemenpora untuk membahas masalah yang sangat penting bagi masa depan olah raga khususnya bulutangkis. Ada beberapa hal yang telah disepakati secara bersama-sama dan semoga ini jadi catatan penting, serta harapan bagi kita bahwa para pihak yang berpolemik masalah audisi bukutangkis Djarum. Pertemuan ini untuk mencari solusi agar audisi bukutangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Imam.

Alasan utama untuk tetap mempertahankan kesinambungan audisi ini, katanya, karena mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulutangkis usia muda yang secara selektif dan berjenjang dalam kontribusi untuk atlet nasional. Apalagi bulutangkis masih menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang utama perolehan medali di tingkat internasional, termasuk olimpiade.

"Berdasarkan alasan tersebut, maka disepakati semua pihak, bahwa PB Djarum akan mengubah nama yang semula "Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019" menjadi "Audisi Umum Bulutangkis" tanpa menggunakan logo, mereka, atau brand image Djarum," tukasnya.

Ketiga, KPAI pun sepakat untuk mencabut surat mereka tertanggal 29 Juli 2019 terkait permintaan penghentian audisi Djarum. Kemudian terakhir, Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal guna membicarakan kelanjutan audisi pada tahun depan.

"Dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil oleh pertemuan ini. Empat poin tersebut kami sepakati, dengan demikian polemik tentang audisi umum bulutangkis di tahun ini dan selanjut-selanjutnya selesai di sini. Akhir polemik ini juga mengakhiri kecemasan atlet-atlet muda, orang tua secara keseluruhan tentang masa depan bulutangkis Indonesia," ujarnya. Setelah jumpa pers, surat kesepakatan pun ditandatangani secara langsung di depan media oleh keempat perwakilan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, hal ini begitu penting, karena memang semua harus disesuaikan dengan aturan baru. Karena di satu sisi, audisi ini dinilainya bagian dari soft marketing kepada anak-anak, namun di sisi lain semua pihak, menurutnya, mendukung bagaimana audisi tetap berjalan.

Pihak Djarum yang diwakili oleh Lius Pongoh, sebagai salah satu pengurus PB Djarum mengatakan, bahwa intinya pihaknya tidak ingin melanggar Undang Undang. Pihaknya pun juga tidak ingin polemik ini berkepanjangan, apalagi menjelang Olimpiade. Ada fokus lebih penting yang harus diperhatikan.

"Jadi untuk tahun ini tetap berjalan, masih ada tiga kota Solo, Surabaya, dan Kudus serta finalnya. Untuk tahun depan, kita konsolidasi ke dalam dulu, satu-satu kita beresin, apalagi ini sudah mau olimpiade. Satu yang pasti, untuk mengubah nama tetap tidak bisa. Karena PB Djarum merupakan entitas dari persatuan bulutangkis kami. Jadi sampai kapan pun tidak akan berubah," tukasnya. ***

 

 

Bagikan: