Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Piala Davis 2019: Komposisi Pemain Muda dan Senior, Indonesia Berharap Petik Poin dari Selandia Baru

Wina Setyawatie
PETENIS Indonesia Anthony Susanto.*/ISTIMEWA
PETENIS Indonesia Anthony Susanto.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Dengan komposisi pemain muda dan senior, Indonesia berharap bisa memetik kemenangan dari Selandia Baru di babak pertama Grup II Piala Davis 2019 zona Asia Oceania. Melihat kekuatan, Indonesia berharap pada nomor tunggal.

Pertandingan ini akan berlangsung pada 14-15 September 2019 di Stadion Tennis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pada laga ini, Indonesia diperkuat oleh David Agung Susanto, Anthony Susanto, M. Rifky Fitriadi, dan Ari Fahresi, dengan kapten tidak bermain Febi Widhiyanto. Sementara Selandia Baru datang dengan stok pemain lebih banyak, yakni Ajee Rai, Rhett Purcell, Michael Venue, Marcus Daniell, Artem Sitak, dengan kapten tidak bermain Alistair Hunt.

Secara peringkat, diakui oleh Febi, kekuatan mereka sedikit timpang. Apalagi di sektor double, Selandia Baru memiliki pemain peringkat 9 dunia yang baru saja menjadi runner-up US Open 2019. "Kalau lihat dari statistik lawan dari segi rangking mereka di atas kita. Namun harus lihat juga dari "track record"-nya. Karena mereka (Selandia Baru -Red.) memiliki dua pemain baru yang akan memainkan debutnya di Piala Davis ini. Jadi kalau secara atmosfer mental, kemungkinan kita bisa unggul disitu. Tapi saya tidak dapat memprediksi. Hanya saja, kita tidak boleh pesimis, yang penting motivasi tinggi dulu," tuturnya dalam jumpa pers jelang pengundian Piala Davis 2019 di Stadion Tenis GBK, Senayan, Rabu, 11 September 2019.

Peluang Indonesia, ujar Febi, baru akan keliatan setelah undian dilakukan. Apalagi kini dirinya masih mencoba beberapa komposisi untuk bisa diturunkan di nomor single dan double. "Di single sebenarnya ada tiga pemain, David, Rifki, dan Anthony yang bisa dimainkan. David sudah pasti turun karena dia masih yang terbaik. Lalu, siapa satu single lainnya akan dilihat dari dua pemain tersebut. Kalau di pertandingan terakhir, Rifky bisa menang atas Anthony, tapi itu akan kita lihat lagi seperti apa. Sebelum undian, H-1 saya baru akan tahu apa komposisinya," ungkapnya.

Timnya dinilai telah belajar dari laga sebelumnya melawan Filipina. Dimana mereka menurunkan pemain muda Althaf Dhaifullah di laga pertama. Sebelum diturunkan, ternyata Althaf belum pernah main di turnamen internasional. Kali ini, mereka kembali coba menurunkan pemain muda Rifki (18), namun dengan dibekali tiga turnamen internasional.

"Rifki sebelum Davis cup ini memiliki tiga turnamen internasional untuk pemanasan. Hanya saja kita tidak bisa bermain di luar karena peringkatnya tidak cukup. Di minggu pertamanya di turnamen, performanya cukup bagus, hampir mengalahkan seeded empat. Saya lihat dia memiliki kemauan yang tinggi dan mudah-mudahan dia siap," ujarnya.

Dari sisi kepemimpinan, Febi juga berharap David yang sudah dua kali jadi tumpuan tim Davis Indonesia semenjak Christopher Rungkat tidak bergabung bisa membimbing dua juniornya. Dia berharap sudah ada perubahan dari David sendiri. "Sebenarnya sih pasti ada leader, sekarang tugasnya David. Pas ada Christo, dia sebagai pemimpin suka memberikan motivasi, sekarang waktunya David untuk seperti itu. Mudah-mudahan setelah dua kali Davis dia ada perubahan, kita lihat saja. Karena menurut saya sebenarnya untuk melepas ketegangan, kita lebih baik berpikir positif saja dulu. Jangan dulu menyerah," katanya.

Tidak tampilnya Christo lagi untuk memperkuat tim, diakuinya sedikit mengecewakan. Pasalnya, bila ada Christo minimal komposisi tim Indonesia akan lebih menarik untuk di tonton. "Jadwal Christo tidak sinkron dengan Davis Cup, karena dia selepas ikut US Open. Pasti masih jetleg. Jadi dari pada tidak maksimal, dan akan berpengaruh pada tim jadi tidak maksimal juga lebih baik dia tidak bergabung. Tapi harus diakui kalau ada Christo pasti komposisinya lebih menarik untuk tontonan," tegas Febi menambahkan.

Sementara itu, dari kubu Selandia Baru, Venue mengatakan jika tidak hadirnya Christo pasti akan jadi masalah buat Indonesia. Pasalnya, dari segi level permainan, menurut dia kehadiran Christo pasti akan membuat permainan lebih menarik. "Ini bukan saya meremehkan tim Indonesia. Tapi sudah pasti ini keuntungan bagi kami, karena kalau ada Christo pasti akan lebih sengit," tuturnya percaya diri.

Sang manajer, Hunt mengatakan bahwa masalah cuaca panas di Jakarta tidak jadi masalah buat mereka. Karena pemain mereka sudah sering melakukan tour keliling dunia, termasuk tampil di turnamen di negara-negara beriklim tropis. "Lagi pula baru sepakan lalu, dua pemain kami balik dari Yogyakarta. Mereka berlatih di sana, jadi saya kita mereka sudah terbiasa," ucapnya kemudian.***

Bagikan: